Arini Aku Mencintaimu

Arini Aku Mencintaimu
Berkumpul dengan Bunda


__ADS_3

Ada getaran yang saat ini Reino rasakan, saat melihat seorang wanita seumuran mamah Santi. Dengan rambut panjang, kulit putih hidung mancung dan terdapat lesung pipi. Namun Reino tidak mengenal wanita itu, itulah yang saat ini Reino rasakan terasa bingung .


Wanita itu terlihat bingung melihat Arini dan Reino. Namun senyuman pun tak terlepas dari bibir. Arini pun memberikan senyuman kepada wanita itu.


" punten Bu sebelumnya, maaf mengganggu, perkenalan kami dari Jakarta. Kami datang kesini, ingin menemui nenek Zainab. Apa nenek Zainab nya ada Bu.?"


"Jakarta.. " Mendengar kata Jakarta seketika raut wajah wanita itu berubah ." Kalian dari Jakarta.?"


"Iya Bu, kami dari Jakarta. Saya Arini, istri dari mas Reino. Cucunya nenek Zainab."


Lagi lagi mendengar nama Reino Wanita itu merasa terkejut. Dan seketika wanita itu menangis dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan nya.


"Reino.... Reino.." Hiks hiks hiks.. Wanita itu memanggil nama Reino dan menangis histeris.


Reino merasa bingung melihat wanita di hadapan nya menangis. Seketika datang lah seorang nenek dan seorang pria dari dalam menghampiri wanita yang menangis tersebut..


Pria itu melihat ke arah Arini dan Reino. Alangkah terkejutnya melihat Reino yang kini berada di hadapannya..


" Ambu, lihat itu siapa yang datang." Sambil menunjuk ke arah Reino.


Nenek Zainab pun menoleh ke arah Reino. Alangkah terkejutnya saat melihat cucu nya, yang akhirnya datang juga.. Yang di nantikan sejak lama, akhirnya datang dengan membawa seorang gadis..


"Ya ampun. Reino cucu nenek yang kasep. Nenek kangen sama kamu nak, nenek kangen sama kamu..." Nenek Zainab pun juga ikut menangis dengan histeris. Dan memeluk sang cucu yang telah lama tidak pernah bertemu..


Mata Reino terlihat memerah, Reino pun juga tak dapat menahan rasa rindunya yang teramat kepada sang neneknya.


Nenek Zainab pun memberikan kecupan rindu yang teramat dalam kepada sang cucunya. Dengan di sertai air mata,yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


"Nek, Reino juga kangen dengan nenek. Maafkan Reino nek, yang baru datang kesini menjenguk nenek.." Ucap Reino dengan di sertai Isak tangis.


Arini pun yang melihatnya pemandangan itu pun juga ikut menangis. Saat dirasa sang nenek sedikit tenang, nenek pun melepaskan pelukannya dari cucunya.


Lalu sang nenek membawa wanita yang menangis' tadi, saat mengetahui yang datang adalah Reino.


"Sini nak.." Nenek Zainab meletakan tangan Reino dan wanita itu. Di mana wanita itu menggenggam erat tangan Reino. Reino pun merasa ada perasaan yang berbeda, saat melihat sorot mata wanita itu.


" Reino, cucu nenek. Nenek paham nak, kamu tidak mau kesini kenapa. Nenek maklum dengan perasaan kamu itu sayang. Tetapi karena nenek yang menyuruh paman kamu untuk menghubungi kamu untuk kesini. Kamu tidak akan pernah menemui wanita yang sudah melahirkan kamu ini.."


Jederrr... Mata Reni terbelalak dengan sempurna mendengar apa yang dikatakan neneknya. Reino mengamati wajah wanita yang kini menatapnya dengan penuh derai air mata.


Bukan hanya Reino, Arini pun juga terkejut saat mendengar nya...


"Maksud nenek, dia ini bunda Alya. wanita yang telah melahirkan Reino, yang sempat di nyatakan tiada...?" Nenek Zainab pun mengangguk...


Reino pun menatap wanita yang di bilang telah melahirkan dirinya itu. Reino menyentuh pipinya, wanita itupun juga menyentuh tubuh Reino. Yang ternyata putranya sudah besar.


"Reino sayang. Ini bunda nak, orang tua mu. Wanita yang telah melahirkan mu, dan sudah di nyatakan hilang 27 tahun lalu nak."


"Bun.. Bunda Alya.." Bibir Reino bergetar saat menyebutkan namanya. Tak kuasa, akhirnya Reino mendekap tubuh wanita yang telah melahirkan nya. Yang sudah bertahun tahun hilang ,dan di nyatakan hilang .

__ADS_1


"Reino, anak ku. Bertapa amat rindu bunda dengan mu nak.."


"Reino pun juga Bun..Reino sangat merindukan sosok bunda."


Keduanya saling berpelukan, melepaskan rasa rindu yang teramat dalam. Antara seorang putra dan seorang ibu ..


Bukan hanya Reino dan bunda Alya yang menangis, dengan keadaan seperti itu. Arini, nenek Zainab dan semua orang yang melihat pertemuan itu. Membuat mereka menjadi ikut menangis.


Setelah keduanya cukup tenang, Reino melepaskan pelukan bunda Alya. Namun bunda Alya masih enggan untuk melepaskan Reino. Lalu di rangkul lah pundak bunda Alya, agar tetap di sampingnya oleh Reino.


"Bunda, nenek, paman dan semuanya. Perkenalkan ini Arini, Dia istri Reino." Reino memperkenalkan Arini kepada semuanya.


Arini pun memberikan senyuman kepada semuanya. Yang di mana, Arini di sambut dengan semua keluarga. Terutama, bunda Alya dan nenek Zainab. Mereka menghampiri Arini, dan memberikan pelukan hangat.


"Ya ampun, cantik sekali cucu nenek. Senang nya nenek bisa melihat mu nak. Selamat atas pernikahan kalian ya, maaf nenek tidak bisa datang saat kalian menikah. Saat itu nenek sakit, dan tidak bisa menyaksikan pernikahan Kalian."


"Tidak apa-apa nek, yang terpenting nenek sehat. Maafkan kami juga nek, yang baru mengunjungi nenek sekarang. Sekali lagi maaf nek.."


"Tidak apa-apa sayang.."


Lalu bunda Alya pun menghampiri Arini..


"Cantik nya menantuku. Bunda beruntung, akhirnya bunda bisa di pertemukan kembali oleh kalian. Tuhan memberikan kesempatan untuk bunda, agar bisa bertemu dengan kalian...Semoga pernikahan kalian selalu bahagia, dan segera di berikan keturunan yang lucu-lucu.. "


"Aamiin..." Jawab Reino dan Arini. Membuat bunda Alya tersenyum..


"Sini nak. Bunda ingin memeluk kalian anak anak bunda." Arini dan Reino pun mendekati bunda Alya dan memeluk nya..


"Bunda duduk di tengah tengah kalian ya. Bunda ingin bersama kalian".


"Iya bunda, aku senang ada bunda sekarang.." Jawab Reino.


Dan kini bunda Alya duduk di tengah-tengah Reino dan Arini


"Bun, boleh aku tanya.?"


"Kami mau tanya apa nak..?"


"Bagaimana bunda bisa bertahan hidup sampai bunda sekarang berada di hadapan ku. Dari usiaku 1 tahun kejadian itu, dan kini 27 tahun kemudian bunda berada di sini. Jujur dari lubuk hatiku, aku sangat bahagia. Ternyata wanita yang ku rindukan kini berada di hadapan ku, aku sangat bahagia melihat keberadaan bunda. Aku ingin tau, siapa orang baik yang menolong ibu itu .?"


Bunda Rossa pun mengerti yang ada di pikiran putranya saat ini. Namun bagi bunda Rossa bukan sekarang untuk menceritakan kisah hidupnya yang hilang selama 27 tahun lamanya..


"Sayang, Bunda mengerti perasaan mu. Namun bunda akan menceritakan semuanya, setelah kamu istirahat. Kasian kamu dan istri kamu, pasti lelah di perjalanan tadi. Sekarang kamu istirahat ya nak, nanti bunda Panggil kamu untuk makan malam."


"Iya Rei. Benar yang di katakan bunda kamu. Sekarang ajak istri kamu untuk istirahat. Seperti nya istri kamu juga lelah."Ucap paman Beni, kakak dari bunda Alya


Reino memperhatikan Arini, memang terlihat Arini seperti nya lelah. Arini tersenyum saat suaminya memberikan senyuman manisnya untuk nya..


"Yasudah paman, Reino dan istri Reino istirahat dulu ya." Paman Beni pun mengangguk kan kepalanya. "Bunda, nenek, dan semuanya. Kalau begitu, aku dan Arini masuk untuk istirahat. "

__ADS_1


"Iya sayang, ajaklah istri kamu istirahat.." Ucap bunda Alya.


"Terimakasih bunda, dan semuanya. Kalau begitu Arin dan mas Reino istirahat dulu ya."


"Iya nak, nanti bunda Panggil kalian ya buat makan malam. "Arini dan Reino pun mengangguk.


Sebelum masuk ke kamarnya, Reino pun menghampiri bunda Alya. Reino tersenyum memandang wanita yang telah melahirkan nya itu. Reino melihat ada luka di bagian pelipisnya bunda, namun Reino mengurungkan niatnya untuk bertanya. Jadi Reino hanya memberikan kecupan di kening bunda.


"Selamat malam bunda."


"Malam sayang.."


Reino pun membawa Arini ke dalam kamar untuk beristirahat sejenak. Sebenarnya Reino masih ingin bersama Bunda yang tak pernah dia lihat selama 27 tahun. Namun Reino juga harus memikirkan Arini, yang pasti lelah akan perjalanan nya .


Setelah membersihkan diri Arini dan Reino pun beristirahat dia atas tempat tidur. Arini yang posisinya sedikit menjauh dari Reino.


Lalu Reino menarik tubuh Arini, untuk mendekat dengannya. " Sini jangan jauh jauh dari aku ." Pinta Reino


Arini pun tersenyum dan kini sedang berbaring, dengan sandaran di dada bidang Reino. Reino terus membelai rambut Arini, itulah kebiasaan Reino saat mendekat kan dirinya kepada Arini.


"Mas, bagaimana perasaan kamu saat ini. Sampai akhirnya bunda Alya kembali , setelah cukup lama menghilang..?"


"Tentunya aku sangat bahagia. Memang seperti inilah yang ku harapkan, semoga bunda masih ada.. Bukannya aku tak menginginkan mamah Santi menjadi ibu sambungku. Tapi aku selalu berharap setiap kali mamah Santi menghukum ku. Di situlah aku selalu berdoa dan berharap, untuk bunda hadir kembali... Ternyata Tuhan mendengar kan segala doa ku Ow ya termasuk doa ku, agar aku memiliki istri yang baik.." Arini tersenyum..


"Aku pun ikut bahagia mas, saat mengetahui bunda Alya selamat. Bisa di bilang itu mustahil, 27 tahun menghilang. Bahkan dinyatakan sudah tiada, mungkin di makan binatang buas. Tapi nyatanya bunda selamat, dan hadir di hadapan kita saat ini. Benar benar tuhan menunjukan mukjizat nya, dengan menghadirkan bunda kembali.."


"Ya kamu benar sayang. " Arini tersenyum mendengar suaminya memanggil sayang untuk nya .." Sekarang kamu istirahat ya." Arini pun mengangguk kan kepalanya..


2 jam kemudian Arini dan Reino pun terbangun, dan tepat saat itu mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok... Reino pun segera membuka pintu kamarnya, dan melihat di mana bunda Alya tersenyum saat melihat putra nya membukakan pintu..


"Bunda.. Sini bunda masuk ." Bunda Alya pun masuk, dan duduk di kursi rias.


Bunda Alya tersenyum melihat anak dan menantunya kini di hadapannya..


"Sayang, bagaimana istirahat nya kalian.Maaf kamar dan tempat tidurnya tidak sebagus kamar mu nak."


" Bunda bicara apa. Ini sudah lebih dari cukup. Sampai aku dan mas Reino pun sangat nyaman untuk istirahat." Bunda Alya pun tersenyum mendengar perkataan Arini..


"Pasti kalian lapar ya.? Makan yuk, semuanya sudah menunggu kalian. Ow iya supir kalian pun juga masih ada. Katanya dia ingin pamitan untuk pulang."


"Ow begitu. Yasudah kita akan kesana. Pak Edi itu, mau ke kampung istrinya. Dan kampung nya pun tidak jauh dari sini katanya Bun. Hanya 1 Jam dari sini lah..."


"Oooh begitu, Yasudah yuk kita keluar . kita makan sama sama kasian mereka sudah menunggu.." Reino dan Arini pun mengangguk.


Kini Reino dan Arini, melihat seluruh keluarga berkumpul. Yang di mana, mereka sedang menunggu kedatangan Reino dan Arini.. Mereka duduk di lantai beralaskan tikar pandan yang di anyam..


Di sana banyak makanan yang tersedia. Mulai dari lalapan sambal, ikan goreng, tahu, tempe dan sayur bayam.

__ADS_1


Reino dan Arini pun duduk ikut bergabung dengan nenek bunda paman dan anak istri paman Beni. Tak lupa pak Edi, yang tak lain supir Reino pun ikut gabung dengan mereka..


__ADS_2