
Namun saat Reino bersalaman dengan Aldi, raut wajah Aldi nampak berbeda. Aldi menunjukkan wajah tak suka kepada Reino... Reino sendiri bingung dengan sikap Aldi yang seakan tak suka kepadanya...
"Selamat ya bro, atas pernikahan Lo. Sorry gue kemarin gak datang, gue lagi di kampung istri. Saudara istri ada yang nikah, jadi gue ikut kesana..."
"Iya santai aja. Terimakasih ya .." Jawab Reino. "Ayo duduk kalian mau pesan apa...?"
"Biasa aja kalian pasti tau... "Jawab Gio.
Bram pun memesankan minuman untuk Gio dan Aldi.
Lalu Reino melihat ke arah Aldi." Al, bukannya Lo di Ternate. Datang kesini, lagi cuti atau memang udah pindah kesini..?"
"Gue minta cuti. Gue kesini karena ada masalah sama cewek gue. " Gio menatap sepupunya itu,seakan Aldi paham dengan tatapan Gio.
Aldi pun diam saat sepupunya memberikan isyarat untuk menahan emosinya .
"Rei, Lo kumpul bareng kita. Istri Lo di tinggal tuh di rumah..?" Tanya Bram..
"Iya lah, masa gue ajak. Kasian kan udah malam juga. Lagian istri gue baru sehat, setelah beberapa hari dia sakit."
"Apa Arini sakit..." Jawab Aldi, membuat semuanya terkejut dengan perkataannya..
Terutama Reino, yang mendapati Aldi mengenal nama istrinya. Karena sejak tadi, Reino tidak menyebutkan nama Arini kepada teman-teman nya.
Semuanya pun saling berpandangan, seakan mencari jawaban dari perkataan Aldi.
"Bagaimana Lo kenal nama istri gue...?" Tanya Reino dengan tatapan penuh selidik. Dan entah kenapa Reino juga seakan tak suka jika ada yang mengkhawatirkan istrinya..
"Rei, sabar..." Gio mencoba menahan Reino, yang terlihat menahan emosinya....
Di sana Aldi masih diam sambil mengepalkan kedua tangannya. Seakan dirinya menahan rasa emosinya..
"Gue enggak kenapa kenapa. Hanya saja gue bingung bagaimana Aldi mengenal istri gue. Karena sejak tadi gue enggak nyebutin nama istri gue pada kakian." Reino membuang nafasnya.." Di Lo jawab pertanyaan gue, kenapa Lo bisa kenal nama istri gue ..?"
Aldi tersenyum sinis ke arah Reino ..
__ADS_1
" Lo tanya kan, kenapa gue kenal Arini istri Lo..? Gue kenal nama istri Lo, Karena yang Lo nikahi itu pacar gue. Gimana Lo terkejut kan kenapa gue bisa kenal istri Lo. ?"
Jederrr.... Perkataan Aldi benar benar membuat Reino terkejut mendengar nya....
Bukan hanya Reino, tetapi Bram, putra. Mereka juga dibuat terkejut. Hanya gio saja yang tidak terkejut mendengarnya.. Karena Gio tau kalau Aldi itu pacaran dengan Arini karena Aldi adalah sepupu Gio...
Karena suasana sudah tidak nyaman. Akhirnya Bram putra dan Gio, membawa Reino dan Aldi ke parkiran. Untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah mereka. Dan kebetulan sekaki suasana parkir nya sepi, karena mereka berada di parkiran belakang.
Dan kini Aldi dan Reino berdiri saling memandang dengan tatapan dingin . Gio Bram dan putra membiarkan dua pria itu menyelesaikan masalah mereka dengan kepala dingin....
"Jadi yang di temui Arini kemarin itu elo..?"
"Ya gue minta ketemuan sama Arini, minta penjelasan kenapa dia bisa menikah sama elo. Di saat gue ingin menikahi dia, karena 2 bulan lagi kontrak gue abis di Ternate... Ternyata gue kalah cepat sama elo, yang jelas jelas Arini tidak kenal sama elo ..."
"Gue minta maaf, bukan maksud gue merebut Arini dari sisi Lo.. Kita hanya mengikuti,keinginan orang tua kita.."
"Ya sudah karena Lo sudah nikahin Arini, dan lo juga sudah mengikuti keinginan orang tua kalian. Bisa kan sekarang Lo melepaskan Arini, Lo ceraikan dia . Biarkan dia kembali sama gue ..Tohh kalian juga tidak saling cinta kan, semuanya karena perjodohan."
Mendengar perkataan Aldi, yang meminta Reino melepaskan Arini. Membuat Reino sangat marah mendengar nya. Entah kenapa Reino tak suka dengan permintaan Aldiano untuk menceraikan Arini.
"Gak semudah itu Di, Arini sekarang sudah menjadi istri gue. Dan gue juga gak akan menceraikan Arini begitu aja. Karena itu akan menyakiti hati banyak orang yang gue sayang."
" Gue memang menikahi nya karena terpaksa. Tetapi seiring berjalannya waktu, hati gue nyaman dengan keberadaan Arini di samping gue. Jadi maaf gue enggak akan melepaskan Arini..." Mendengar penjelasan Reino, tangan Aldi terkepal sangat kuat.
Buuuughhh.... Tiba tiba saja Aldi memberikan serangan kepada Reino. Reino pun tersungkur ke tanah, karena dirinya tidak mengetahui kalau Aldi memberikan sebuah Bogeman kepada nya...
Buuuuggghhh... Buggghhh.... Buggghhh ...
"Brengse* Lo.... Gue tau lo punya Niken, dan Lo menikahi cewek gue dengan terpaksa. Dan itu sama aja elo nyakitin perasaan Arini .. Dan gue gak akan rela Arini di sakiti sama cowok kaya Lo..." Buuuuggghhh... buggghhh... Aldi memberikan Bogeman kepada Reino untuk kesekian kalinya.
Putra Bram dan Gio, mereka berlari untuk memisahkan Aldi dan Reino yang sedang berkelahi...
Buuuuggghhh.... Tiba tiba saja Reino pun akhirnya mengarahkan kakinya untuk menendang Aldi.. Aldi pun yang sedang dipegangi oleh putra dan Gio pun , akhirnya tersungkur ke tanah. Dan Reino pun juga memberikan Bogeman kepada Aldi...
"Dengerin gue bocah tengik.. Gue enggak akan melepaskan Arini Sampai kapan pun. Walaupun saat ini, gue masih bersama Niken. Gak akan gue menyerahkan atau menceraikan Arini, sampai kapanpun. Camkan itu baik baik ." Ucapan Reino penuh dengan amarah, dan tatapan matanya yang membunuh ..
__ADS_1
Reino masih belum melepaskan cengkraman tangannya dari leher Aldi, membuat Aldi kesulitan bernafas....
Teman temannya membantu untuk melepas kan Aldi dari tangan Reino...
"Rei lepaskan si Aldi, dia bisa mati di tangan Lo..." Bram menenangkan Reino
Reino tidak mendengarkan perkataan Bram, dan teman temannya...
"Dengarkan baik baik, gue gak akan menceraikan istri gue . Paham Lo..." Setelah mengatakan itu, Reino baru lah melepaskan tangannya dengan kasar dari Aldi.
Dan Aldi terbatuk batuk, saat Reino melepaskan cengkraman nya ...
Reino pun merapihkan rambut nya kebelakang, dan Merapikan pakaian nya yang terlihat berantakan...
"Semuanya gue balik duluan.." Ucap Reino, dengan nafas yang masih terengah-engah..
Reino berjalan meninggalkan Aldi yang masih duduk di jalan..Bram pun akhirnya mengejar Reino .
" Biar gue yang bawa mobilnya, gue anterin Lo ke rumah. Elo masih dalam ke adaan emosi, gak baik buat Lo ngendarain mobil."
"Gak usah, gue bisa sendiri. Lo bantu urusin Aldi aja .Gue pamit, sekali lagi thanks..." Sambil menepuk pundak Bram.
Bram pun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya mengangguk. Reino masuk ke dalam mobil meninggalkan teman temannya..
Reino mengendarai kendaraan dengan perasaan emosi, apalagi saat mengingat perkataan Aldi.
Kenapa Arini tidak mengatakan kalau dia kekasih dari Aldi ..Bren*se*... Bisa bisanya dia menyuruh gue untuk melepaskan Arini, dan menyerahkan untuk dia... Kenapa gue begitu marah nya saat dia meminta Arini. Apa gue mulai menyukai Arini abu, kalau iya kan wajar dia sekarang istri gue ....Bisa aja hati gue mulai nyaman dengan Arini. Tapi bagaimana dengan Niken. Sudahlah lagian dia kemana sudah seminggu pergi tak memberikan kabar dengan ku....(Reino)
Reino masih mengendarai kendaraannya, namun bukan menuju arah rumah nya. melainkan menuju arah apartemen milik Niken...
Entah kenapa Reino ingin sekali melihat apa Niken sudah kembali atau belum. karena Niken membelokir nomornya, membuat Reino tidak bisa menanyakan kabarnya Niken...
Saat berada di parkiran, alangkah terkejutnya Reino melihat Niken berada di dalam mobil. Reino melihat, kalau Niken bersama seseorang di dalam mobil.
Reino pun dengan rasa penasaran nya, menghampiri mobil milik Niken. Alangkah terkejutnya saat Reino mendapatkan Niken sedang berci*man dengan seorang pria di dalam mobil.. Mereka saling berc* mb* dengan sangat rakus.
__ADS_1
Amarahnya Reino kembali memuncak, saat melihat apa yang saat ini dia lihat. Reino mengepal kan kedua tangan. Tanpa pikir panjang, Reino menggebrak kaca mobilnya.. Tentu saja kedua orang yang sedang bermesraan itu terkejut saat mendapati Reino memergoki mereka. Terutama Niken yang terlihat amat ketakutan, saat melihat Reino menatap dengan tatapan marah...
Niken merapihkan pakaian nya yang compang camping, karena ulang pria yang saat ini bersama nya... Rambut yang acak-acakan segera Niken rapihkan dengan hati yang was was, saat melihat Reino. .