
Niken merapihkan pakaian nya yang sudah berantakan, karena ulang pria yang saat ini bersama nya... Rambut yang acak-acakan segera Niken rapihkan dengan hati yang was was, saat melihat Reino..
Reino kembali menggedor kaca mobil itu...Niken dan pria itu keluar, dari dalam mobil. Tanpa banyak bicara, Reino langsung menghajar pria yang ada di hadapannya saat ini.
Buggghhh, buuugghhh, bbbuuuugggghhh....Reino menghajar pria itu tanpa ampun .
Niken berlari menghampiri Reino yang saat ini sedang memukuli pria selingkuhan nya ..
"Reino, lepaskan Boy." Sambil menahan tangan Reino, saat ingin menghajar pria yang kini sudah babak belur Karena Reino...
Saat Reino melepaskan, justru Reino lengah. Dan pria itu menghajar Reino hingga Reino terjatuh ke jalan..
Reino pun lalu berdiri dan tersenyum sinis menatap Niken..
" Jadi pria ini nama nya boy. Hebatnya kamu bermain di belakang ku Niken, hebat kamu... Bagaimana rasanya bercumbu dengan dia, enak bukan...Dasar murahan ..."
Plak... Reino mendapatkan tamparan dari Niken...
"Kamu sebut aku murahan. Kamu yang pecundang, dasar laki-laki bo*oh...Kamu pikir aku tidak punya perasaan hah. Gadis mana yang mau kekasihnya menikahi gadis lain .. Aku minta kamu nikahi, kamu selalu menolak. Sedangkan dengan gadis itu, kamu nikahi dia dengan alasan perjodohan...Bulsyit.... Asal kamu tau Rei .Aku kesepian Rei, setiap hari kamu selalu bersama nya... Selama kamu menikah dengannya hanya seminggu sekali kamu menemui ku... Dan bukan hanya itu, papahmu yang kolot itu juga tidak menyukai ku. Jadi untuk apa aku menunggumu yang tak pasti."
"Dasar mu*a*an, selama ini aku selalu memberikan apa yang kamu mau. Dari uang, perhiasan, dan berlian, pun aku berikan... Apa itu kurang bagimu untuk membuktikan perasaan ku ke kamu..?"
"Semuanya itu tidak ada artinya Rei. Kamu nya saja yang terlalu bodoh. Tidak semua wanita menginginkan hadiah hadiah itu. Kekasih ku ini pun juga memberikan segalanya untukku , melebihi apa yang sudah kamu berikan..Jadi apapun yang kamu berikan, tidak ada apa nya..."Niken merangkul lengan pria yang kini sudah babak belur ." Ayo sayang kita pergi meninggalkan pecundang ini .."
Niken pun meninggalkan Reino yang masih menatapnya dengan perasaan marah....Reino sangat marah, saat mengetahui Niken telah berkhianat.
Pantas saja papah tidak suka jika aku dengan nya.
aaaaaaaa ....... Brengseee*.......Reino berteriak sekencang kencangnya. Setelah itu Reino meninggalkan tempat itu, dengan mengendarai mobilnya..
Dengan perasaan kesal, Reino memukuli setir mobil nya... Mengendarai mobilnya pun juga dengan kecepatan maximal...
Karena waktu juga sudah menunjukkan pukul 1 malam, jalanan pun terlihat sepi. Hanya ada beberapa mobil yang lewat lalu lalang.
Arini yang tertidur entah Kenapa perasaannya pun tak tenang.. Dan tidurnya pun menjadi tak nyenyak. Saat Arini melihat jam pun sudah menunjukkan pukul setengah 2. Tapi belum terdengar suara mobil suaminya pulang...
__ADS_1
Saat hendak akan tidur kembali, Arini mendengar suara mobil di halaman rumah .. Arini menunggu sambil bersandar di tempat tidurnya...
Saat pintu terbuka, Arini melihat suaminya yang masuk. Tatapan mereka saling bertemu. Arini belum melihat wajah Reino yang penuh dengan lebam.
"Belum tidur kamu .?Ini sudah hampir jam 2 kenapa belum tidur.?"
"Belum mas, aku menunggu kamu pulang..." Jawab Arini..
Reino pun segera membuka Hoodie dan sepatu nya. Arini mengambil kan pakaian untuk suaminya.. Alangkah terkejut nya saat melihat wajah suaminya penuh dengan luka lebam, dan juga darah...
"Astaga mas, kamu kenapa. Itu wajah kamu luka luka ..?"
" Tidak apa-apa ini hanya luka sedikit...Sudah kamu tidur sana, jangan so peduli dengan ku.."
"Mas, aku ini istri kamu. Walaupun kamu terpaksa menikahi ku, tapi aku peduli karena kamu suamiku." Reino diam mendengar Arini mengatakan itu.." Aku obati luka nya ya mas.? Kamu duduk di sini .." Reino pun mengangguk.
Arini pun tersenyum, dan lagi lagi jantung Reino kembali berdebar saat Arini memberikan senyuman nya...
Arini mengambil kotak obat, dan menghampiri Reino kembali... Secara perlahan Arini membersihkan luka Reino
Sssstt.....Reino menahan rasa sakit nya, saat Arini mengobati lukanya...
"Maaf mas, sakit ya...?"
Huuufffhh.... Arini meniupi luka nya. Dan itu membuat Reino menjadi gugup saat Arini melakukan itu .
Sssstt aaahh...Reino mengepalkan tangannya, menahan darah nya berdesir...
Tatapan mereka saling bertemu, dan saling mengunci.. Tatapan Arini membuat Reino semakin menjadi salah tingkah. Bukan hanya Reino, Arini pun merasa malu saat tatapan mereka saling bertemu saat itu ..
Untuk mengalihkan pandangan nya , Arini mencoba mengambil kapas kembali. Dan membersihkan luka di ujung bibir Reino yang juga mengeluarkan sedikit darah .
"Mas, kenapa bisa seperti ini. Siapa yang memukuli kamu sampai seperti ini...?"
"Aldi..."
__ADS_1
"Hhhhaaaaahh.... Apa mas Aldi. Maksudnya Aldi siapa mas.?" Mendengar nama Aldi, hati Arini merasa tak enak... Berharap bukan Aldi kekasihnya itu .
"Aldi kekasih kamu itu. Kenapa kamu terkejut, kenapa aku bisa di hajar seperti ini oleh Aldi..."
" Mas, jelaskan kenapa Aldi bisa menghajar kamu seperti ini. Apa kalian saling kenal.?"
Reino melihat wajah Arini yang sepertinya penasaran ingin tau..
"Ya rupanya, Aldi kekasih kamu itu teman lamaku. Dia Aldi Prayoga. Ya kita lama tidak bertemu, karena dia ditugaskan ke Ternate dari kantornya. Aldi itu sepupunya Gio, dia sahabat ku dari sekolah. Dan karena Aldi sering di ajak Gio saat kita kumpul, jadi kami akrab.. Namun tadi saat kita ketemu kembali. Justru aku terkejut mendengar dia mengenal kamu, dan menceritakan hubungan kamu dan dia... Aku tidak tau, kalau kamu kekasihnya. Kalau ku tak, tidak mungkin aku mengambil mu darinya..Namun yang membuatku marah, dia memintaku untuk ....."Reino tidak melanjutkan bicara nya kepada Arini. Saat melihat mata Arini sudah basah mengembun.
"Aldi meminta mu untuk apa mas.? Kenapa kamu tidak melanjutkan perkataan kamu mas..?"
"Dia memintaku untuk melepaskan mu, aku tidak bisa. Aku tidak akan melepaskan mu dari ku Rin."
"Kenapa mas, kenapa kamu tidak mau melepaskan aku mas...? Bukannya kamu menikahi ku karena terpaksa, bukannya lebih baik kita berpisah mas. Sebelum perasaan nyaman itu hadir mas..?"
Reino menatap mata Arini.
"Aku tidak akan menceraikan kamu, karena saat ini aku sudah nyaman dengan keberadaan kamu di sini. Kamu itu istri ku, sampai kapanpun kamu akan tetap mejadi istri ku.."
Seketika air mata Arini pun berhasil lolos dari pelupuk matanya.. Entah saat ini Arini bingung, harus bahagia atas sedih .. Arini tidak ingin banyak berharap dari hubungan yang awalnya keterpaksaan. Namun entah Kenapa saat ini hatinya merasa bahagia saat pria di hadapannya ini mengatakan isi hatinya...
Hiks hiks hiks ....Arini menitikkan air matanya. Di sana Reino mengikuti kata hatinya. Tangannya terulur untuk menghapus air mata Arini...
"Maafin aku yang sudah jahat dengan mu. Mungkin awal pernikahan kita di dasari perjodohan, yang membuat aku terpaksa menerima permintaan papah. Tetapi seiring berjalannya waktu, dengan hari hari ku bersamamu. Walaupun kita tak pernah mengobrol atau melakukan hal yang baik dengan mu. Tapi perhatian yang telah kamu berikan, dan serta kebaikan hatimu. Entah Kenapa aku merasakan nyaman jika bersama mu..."
"Maksud dari perkataan kamu ini apa mas. Aku tidak ingin berharap kepada mu mas . Aku tidak yakin akan apa yang kamu katakan mas, sungguhan. karena kamu mengatakan di awal hubungan kita karena keterpaksaan mas..."
"Aku tidak ingin memberikan harapan apapun kepada kamu Rin.. Aku mengatakan ini, tulus dari hatiku. Selama kamu menjadi istri ku, kamu membuat aku nyaman. Walaupun aku sendiri bingung harus memulai dari mana hubungan kita ini... Rin, aku ingin kita memulai hubungan baru kita. Aku tidak ingin menyakiti hatimu terus menerus. Selama ini kamulah yang merubah hidup ku, pantas saja papah kekeh dengan keras menjodohkan kamu dengan ku. Ternyata pilihan papah benar, selain kamu cantik, hati kamu juga baik Rin.. "
Arini menundukkan kepalanya, hatinya saat ini benar benar berdebar sangat cepat. Saat Reino menggenggam tangan Arini, lalu mengecup tangan nya. Membuat Arini tersenyum tersipu malu .
"Rin, kamu mau kan maafkan aku. Dan kamu mau kan memulai hubungan kita yang awalnya dengan keterpaksaan menjadi hubungan yang sebenarnya. Aku ingin memperbaiki hubungan kita Rin, aku ingin memulai hubungan hubungan baru kita .Aku ingin melihat papah bahagia. Karena selama ini aku mejadi anak yang pembangkang, yang selalu membuat papah ku selalu saja marah...Rin kamu mau kan memaafkan aku.?"
Tatapan mata mereka saling bertemu, Arini mencari kebohongan dari sorot mata Reino. Namun Arini tidak dapat menemukan nya. Yang Arini lihat, ada kata ketulusan dari sorot mata Reino saat ini ..
__ADS_1
Bersambung....