Arini Aku Mencintaimu

Arini Aku Mencintaimu
Perjodohan


__ADS_3

"Ayo masuk ayo masuk, biar nanti di buatkan kopi oleh anak saya...Biar lebih santai mengobrol sambil minum kopi ."


pak Arifin dan Reino pun mengangguk kan kepalanya. Dan mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah pak Zainal..


Setelah mereka masuk dan duduk, mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Tidak lamanya, Arini datang dengan membawa nampan berisikan 3 gelas cangkir kopi. Terlihat kopi itu masih mengepul asapnya...


Diam diam Reino memperhatikan Arini saat meletakan cangkir kopi di atas meja. Arini yang sejak membawakan kopi dengan wajah yang menunduk tidak memperhatikan dirinya di perhatikan oleh Reino..


Pak Reino dan pak Zainal saling tersenyum saat memergoki Reino yang terus memperhatikan Arini....


Sebenarnya Arini menyadari saat ini dirinya sedang di perhatikan oleh pria di hadapannya. Namun Arini tidak berani menoleh ke arah pria di hadapannya. Dan Arini pun juga tadi sempat melihat pria muda itu, hanya saja Arini sedang memikirkan, seperti nya dirinya pernah melihat pria tersebut...


"Arini..."


"Ya, yah..."


"Sini duduk nak." Arini pun duduk di samping ayahnya." Arini, Kenalkan ini ada Reino, nah Reino ini anak dari pak Arifin teman ayah. Kamu ingat kan, teman lama ayah....?"Arini pun mengangguk.


Dan mereka pun saling mengobrol, dan resin hanya menatap Arini. Sesekali Arini dan Reino saling bertanya.


Setelah pertemuan itu, Arini nampak bingung. Terutama pada hati nya saat ini. Karena sejak perkenalan itu, seminggu setelah pertemuan di rumah nya itu. Suasana hati Arini saat ini sedang bingung.


Ternyata ayah nya dan pak Arifin berniat menjodohkan dirinya dengan Reino. Dan ternyata Reino itu adalah pria yang waktu itu ketoko nya ..


Kalau boleh jujur aku tidak menginginkan perjodohan itu. Aku ingin menikah dengan pria yang aku cintai, bukan lewat perjodohan. Aku takut tersakiti jika aku sudah menjalani pernikahan dengan nya...


Tapi jika aku menolak nya, aku dapat melihat wajah kekecewaan pada ayah dan pak Arifin sahabat ayah itu. Aku harus bagaimana, ya tuhan apa aku harus menerima perjodohan ini.


Arini mengingat wajah pria yang mencintai nya saat ini . Sebenarnya Arini sudah memiliki hubungan dengan pria lain. Pria yang dia kenal dari Fera, yang bernama Aldi. Arini dan Aldi menjalin hubungan LDR, sejak 2 tahun ini. karena Aldi sedang di tugaskan di Ternate dan di kontrak untuk 3 tahun di kantornya, dan kata nya dalam beberapa bulan ini Aldi akan datang..


Tok tok tok ....Suara seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dan terlihat ayah nya yang datang ke kamarnya.


Pak Zainal menghampiri putri nya yang nampak termenung di balik kaca, memandang air hujan yang gemericik.

__ADS_1


"Nak, kamu kenapa. Nak kamu marah sama ayah, karena perjodohan itu..?" Arini diam tak menjawab pertanyaan ayahnya.


"Nak, kamu masih menunggu Aldi datang kesini.Dia belum ada kabarnya nak, jika kamu harus menunggu nya .?"


"Yah, kalau pernikahan itu terjadi akan banyak hati yang terluka. Terutama Arini, Arini seperti menyakiti dua hati. Arini seperti berkhianat kepada Aldi, Arini merasa bersalah..."


"Berarti kamu menolak permintaan ayah dan pak Arifin, untuk menjodohkan kamu dan Reino.?" Pak Zainal masih mengamati wajah putri nya yang masih termenung.


"Huuufffhh.... Yasudah kalau kamu tidak mau menjawab nya, ayah mengerti. Sekarang kamu istirahat ya, ayah akan kembali ke kamar dulu. "


Pak Zainal pun kembali ke kamarnya.


Pak Zainal tidak mau memaksa putri nya untuk di jodohkan dengan Reino. Begitupun juga pak Arifin yang tidak memaksa jika Arini tidak menerima lamarannya. Dan Reino sedikit lega karena Arini tidak menerima perjodohan itu.


Reino merasa sedikit tenang, dan berharap perjodohan itu di tolak oleh Arini . Reino kembali menemui Niken, kekasihnya yang sudah lama dia pacari.


pak Arifin pusing dengan kelakuan putra nya yang membuat darah tinggi nya semakin kumat..


Di sebuah apartemen, Reino sedang bermesraan dengan seorang gadis, yang tak lain kekasihnya..


"Iya, aku di jodohkan dengan gadis yang bernama Arini. Dia itu putrinya dari teman papah, papah begitu tertarik dengan putri pak Zainal untuk di nikahi sama aku .."


"Kenapa tidak papah kamu saja yang menikah dengan gadis itu, kenapa harus kamu.Kalau kamu menikah dengannya, aku bagaimana.? kamu jahat sekali Rei..?"Berlaga cemberut dan menoleh ke arah lain..


"Kamu tetap sama aku lah, honey.. Gadis itu aku nikahi hanya untuk setatus ku saja. Dengar ya, aku menikahinya agar aku dapat membantu mengelola perusahaan papah itu. Kalau aku menolak nya, aku bisa di buang oleh papah. Ya terpaksa aku harus menerima permintaan papah untuk menikahi gadis itu, agar ku tidak di buang papah.." Reino dengan senyuman menyeringai, saat mengingat wajah Arini..


"Kalau kamu jatuh cinta dengan nya bagaimana.? Apalagi sampai kamu mencintai nya, dan gadis itu sampai. hamil anakmu. Terus aku bagaimana, kamu jahat Reino.."


" Enggak akan sayang, aku akan tetap mempertahankan kamu. Selama kamu tetap setia sama aku, aku juga akan mempertahankan kamu..."


"Aku akan tetap setia, dan mencintai kamu Reino.. Kamu segalanya untuk ku, hanya kamu yang aku punya sayang." Niken kini berada dalam dekapan Reino.


Reino pun tersenyum saat Niken begitu manja dengannya.

__ADS_1


Dua bulan kemudian toko milik pak Zainal tutup. Karena pak Zainal sakit, dan Arini membawa pak Zainal ke rumah sakit. Sejak 2 hari ini pak Zainal menahan rasa sakit, karena tidak ingin membuat khawatir putri nya.


Setelah pak Zainal di periksa oleh dokter. Arini sangatlah sedih saat melihat kondisi ayah nya...


"Ayah, cepat sehat ya.. Hanya ayah yang aku punya saat ini."ucap Arini dengan matanya yang sudah sembab saat melihat kedua tangan ayahnya di pasangkan jarum infus, hidung dan mulutnya di pasangkan oksigen.


"Arini sayang, ayah tidak kenapa Kenapa nak. Kamu jangan sedih seperti ini, ayah akan ikut sedih."Arini mencoba tersenyum agar ayahnya tidak ikut sedih. " Sayang, seandainya kamu sudah menikah. Kamu sudah ada yang melindungi, mungkin ayah akan bahagia jika ayah harus pergi menyusul kakek.."


"Ayah bicara apa sih, ayah akan sehat kembali ko.. Ayah jangan bicara seperti itu, aku mohon..."


Pak Zainal pun tersenyum dengan bibir pucat nya.."Setiap Yang terlahir,pasti akan kembali nak. Mangkanya ayah ingin melihat kamu menikah, sebelum ayah tertidur untuk selamanya."


Arini tak kuasa saat mendengar ayahnya mengatakan itu. Arini pun menangis, karena mengingat saat kakeknya menutup mata untuk selamanya. Arini menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis sesenggukan..


"Apa dengan menerima perjodohan itu, akan membuat ayah bahagia.?"


"Ayah akan bahagia, jika kamu sudah ada yang mendampingi dan melindungi kamu nak."


Arini nampak bingung, apakah saat ini dirinya harus benar benar mengambil keputusan nya itu.


Dan setelah permintaan ayahnya itu, Arini akhirnya mengambil keputusan untuk menerima perjodohan antara dirinya dan Reino..


Arini merasa bersalah dengan Aldi. Arini merasa sudah berkhianat kepada Aldi.


Arini pun menceritakan masalah ini kepada sahabatnya yaitu Fera. Dan sebagai sahabat, sebenarnya Fera merasa tak tega dengan Arini. Fera tidak bisa membantu apa apa, bagaimana pun itu urusan antara Arini dan ayahnya. Dan itu juga untuk masa depan Arini, dan Fera tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu yang sabar ya. Semoga pria itu baik dengan kamu, jika dia menyakiti kamu, kamu harus jujur jangan menyembunyikan apapun dari ayah kamu...Maaf ya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kamu harus tau, aku siap mendengarkan cerita kamu. Dan ada aku sebagai sahabat kamu, kamu harus yakin dengan pilihan kamu ini.. Masalah Aldi, nanti aku akan bantu menjelaskannya ke dia."


"Terimakasih Fera, aku gak tau harus cerita dengan siapa. Hanya kamu dan ayah yang aku percaya untuk menceritakan masalah ku..."


Arini menceritakan masalah nya dengan Fera, membuat hatinya sedikit lega. Setelah bertemu Fera Arini kembali kerumahnya dan beristirahat.


...****...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2