
Arini tak mau ayah nya khawatir dengan dirinya. Arini sendiri juga bingung bagaimana nasib pernikahan nya dengan Reino. Karena Reino mengatakan terpaksa menikah dengannya, karena pak Arifin. Arini tidak tau alasannya kenapa, bisa menerima perjodohan itu..
Maafkan aku yah. Aku sudah berbohong kepada ayah. Aku hanya tidak ingin ayah khawatir dan akan sakit kembali. Aku juga tidak tau dengan nasib pernikahan ku nantinya. Dan aku juga tidak tau kenapa mas Reino terpaksa menerima perjodohan itu, dan sampai menikahi ku. Yang terpenting sekarang aku menyembunyikan itu semua, hanya demi ayah. Agar ayah sehat, agar aku bisa melihat ayah selalu sehat...( Arini)
Karena di rumah pak Zainal, ternyata masih ada om Jaka, adik dari ayah nya Arini, mereka masih di sana.. Jadi Arini masih bisa mengobrol kepada mereka semua. Di sana juga masih ada Jody, adik sepupunya Arini, anak dari om Reza..
"Rin, om senang melihat kamu sekarang sudah menikah. "
"Iya sayang, Tante juga senang. Kemarin itu kamu sangat cantik. Keponakan Tante sudah besar ternyata... Tante juga tinggal memikirkan Jody saja, kapan dia memperkenalkan calon istrinya kepada kami." Sinidir Tante Arini yang bernama Dewi. Yang tak lain ibu dari Jody.
"Bu aku masih fokus mencari uang. Lagian aku pasti akan memperkenalkan calonnya kepada ayah dan ibu, jika memang sudah ada. Sekarang saja belum masih membuka lowongan untuk menetap di sini." Sambil menyentuh dadanya sendiri.
Bu Dewi mencebik kan bibirnya meledek Jody. Membuat pak Zainal Arini dan juga om Jaka tertawa melihatnya..
Di tempat lain, seorang wanita sedang merajuk dengan Reino.
"Aku gak yakin kamu tidak akan menyukai wanita itu. Apalagi kalian selalu bersama, dan dalam satu kamar. Pasti kalian sudah melakukan itu kan semalam .?"
"Tidak sayang, aku tidak melakukan hubungan apapun. Justru kami tidur tidak seranjang, gadis aku suruh itu tidur di lantai. Dan aku sungguh tidak memiliki rasa apapun kepadanya."
"Aku tidak percaya, kamu selalu seperti itu dengan setiap wanita kan... Mana percaya kamu tidak melakukan apapun kepada gadis itu. Reino, aku selalu minta kamu nikahku. Tetapi kamu selalu saja menolak menikah, dengan seribu alasan. Kamu pikir aku gadis apa, kamu pacari.
Dan terkadang kamu berkencan dengan wanita lain.." Dengan membelakangi Reino.
Reino pun justru tersenyum melihat kekasihnya yang ngambek kepada nya . Reino memeluk Niken dari belakang. Reino membalikkan Niken untuk menghadap nya, dengan wajah yang masih cemberut Reino justru membalas nya dengan senyuman..
Reino mengambil sesuatu dari dalam jaketnya, sebuah kotak kecil dengan berwarna merah.. Niken lantas langsung tersenyum saat melihat sebuah kotak kecil itu.
"Sebagai rasa permintaan maaf ku, aku memberikan hadiah kecil ini untukmu. Bagaimana kamu suka tidak.?" Saat memperlihatkan sebuah kalung cantik dengan bandul berlian kecil untuk mempercantik kalung tersebut..
Niken justru tersenyum manis, dan langsung mengambil kalung itu dari tangan Reino.
__ADS_1
"Ini cantik sekali, sayang ini buat aku.?"Reino mengangguk."Uuuuhh... manis banget si kamu sayang. Terimakasih ya, aku suka banget kalung nya..." Muuuaaaach... Niken memberikan sebuah kecupan di pipi dan juga pelukan manjanya..
"Sama sama sayang, apa sih yang gak buat kamu.. Asalkan kamu tidak ngambek lagi, apapun akan aku berikan buat kamu sayang..."Sambil mencubit pipinya Niken.
" Sini aku pakaikan kalung nya di leher kamu." Niken memberikan kalung itu kepada Reino. Dan Reino membantu memasangkan kalung itu di lehernya Niken..
Wajah Niken kembali tersenyum bahagia, dan bergelayut manja kepada Reino..
Kalau seperti ini terus, aku tidak peduli kamu mau jalan dengan berapa banyak gadis Reino.. Selagi kamu selalu memberikan hadiah hadiah seperti ini. Toh lagian kamu itu tidak lebih dari pria bodoh, yang hanya aku manfaat kan dengan kecantikan dan kemanjaan ku saja...( Niken dengan senyum liciknya)
Saat malam hari, keluarga adik dari ayah Zainal sudah kembali kerumahnya. Jadi mulai malam hari ini, pak Zainal mulai tinggal sendiri.
Untung saja pak Zainal kedatangan tamu keluarga Fera, dan juga seorang pria berusia 22Tahun...
Pria yang berusia 22 tahun, yang tak lain sepupunya Fera, yang bernama Rafli. Sekarang Arini tidak perlu khawatir dengan ayah nya yang sendiri karena Rafli lah yang akan membantu ayahnya di toko. Rafli juga akan tinggal bersama pak Zainal. Karena Rafli sudah tidak lagi kerja, karena pengurangan. Dan di sana pun Rafli juga tidak punya keluarga, hanya keluarga Fera yang saat ini dia punya. Mangkaya Rafli meninggalkan rumahnya, untuk mencari kerja meskipun membantu pak Zainal di tokonya.
om
"Iya Rafli, kalau kamu tinggal di sini. Aku pun senang karena ayah ada yang menemani di rumah. Jadi aku sekalian minta titip ayah di rumah.."
"Iya mbak Arini, jangan khawatir. Saya berterima kasih kepada bapak dan juga mba Arini, sudah memberikan tempat untuk bekerja dan untuk istirahat. Saya janji akan bekerja sungguh sungguh agar bapak tidak kecewa dengan saya..."Arini dan pak Zainal mengangguk kan kepalanya...
Saat itu juga terdengar suara mobil berhenti di depan rumah nya Arini.. Ternyata yang keluar dari dalam mobil Reino, yang akan menjemput Arini untuk pulang.
"Cie cie pangeran datang tuh." Goda Fera.. Arini hanya tersenyum mendapatkan ledekan dari Fera.
Fera kamu salah, dengan ledekan kamu ini tidak membuat aku senang. Kalau boleh, biarkan Reino tidak menjemput ku lagi. Biarkan aku di sini dan tinggal bersama ayah lagi, aku tidak ingin ikut pulang dengan dia...( Arini)
"Aduh pak Zaina, menantu nya sudah datang menjemput Arini.." Goda pak Ilham, ayah dari Fera...
Reino tersenyum mendapat para orang tua meledek nya... " Iya pak, saya ingin menjemput istri saya untuk pulang..."Sambil menatap ke arah Arini,. dengan memberikan senyuman...
__ADS_1
Pandai sekali kamu mas, berakting di hadapan ayah. Jujur aku malas melihat senyuman mu itu, dengan kepura-puraan mu di hadapan orang...( Arini menoleh ke arah lain..)
Reino pun ikut gabung mengobrol dengan pak Ilham dan juga ayah mertua nya, walaupun hanya sebentar untuk sekedar menghormati orang tua...
Setelah 10 menit mengobrol. Reino pun pamit untuk pulang, kepada ayah mertuanya dan juga tamu di rumah mertuanya.. Tidak ada kata yang keluar dari bibir Arini..
"Kamu kenapa diam saja pulang dari rumah ayah kamu. Kamu gak mau aku jemput.?" Sambil melirik Arini, namun tak ada jawaban.." Dengar ya, kamu harus ikut dengan ku pulang. kalau tidak papah akan marah dengan ku..."
"Kenapa harus menjalani rumah tangga ini, yang penuh dengan keterpaksaan di awal pernikahan. Jika kamu tidak ingin ada nya hubungan diantara kita. Kenapa mesti ada kepura-puraan segala, ?"
Reino menghentikan mobilnya di pinggir jalan..Reino menatap Arini dengan tatapan tak suka..
"Sudah berapa kali aku katakan, aku menikahi kamu hanya karena papah memaksa aku.. Dan sebenarnya aku tidak ingin ada kata pura pura di antara hubungan kita. Tapi lihat saja nanti kedepannya, apakah kepura-puraan ini akan berakhir atau berlanjut ." Arini hanya diam, meskipun ingin sekali Arini menangis. Namun percuma pria di sampingnya ini tidak akan peduli...
Tidak ada pembicaraan lagi, sampai Reino melanjutkan mengendarai mobil nya sampai rumah...
Kini mereka sudah sampai rumah, dan sudah berada di dalam kamarnya..
Saat sampai di dalam kamar, Reino menarik tangan Arini sampai menempel kepadanya...
"Mau kemana kamu, kamu marah dengan apa yang aku katakan. Sampai sepanjang jalan tadi kamu hanya diam. Ingat aku ini suami mu, lakukan apapun yang sudah menjadi kewajiban kamu."
Mendengar Reino mengatakan itu, ada rasa takut pada hatinya.
"Mak.. maksudnya kamu apa. Kewajiban apa yang kamu maksud mas, bukan kah kamu tidak ingin pernikahan ini. Lalu Kenapa kamu mengatakan tentang kewajiban ku.?"
Reino tersenyum, menatap Arini..
"Arin Arin, yang ada di pikiran kamu itu apa. Hey... Jangan mikir yang enggak enggak.." Sambil menyentil kening Arini.
" Dengar ya, memang kewajiban istri itu hanya untuk ranjang saja, bodoh. Kamu itu harus membuat kan aku kopi, sarapan untukku.. Jauh dari kata ranjang, yang ku maksud, ngerti gak..?"Arini pun segera mengangguk kan kepalanya...
__ADS_1
Sebenarnya Arini merasa lega saat Reino mengatakan itu...Arini tidak ingin memberi kan kesuciannya untuk Reino yang melakukan nya dengan terpaksa...