Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Sekolah


__ADS_3

"Pagi yang sangat indah." Gumam Rina saat melihat sunrise dari kaca mobilnya.


Rina mengeluarkan ponselnya untuk mengambil gambar pemandangan indah ini.


Mobil Rina berhenti tepat di depan pagar sekolah, sekolah yg cukup luas dan bersih.


Dengan langkah gontai, Rina berjalan menuju kelasnya,


"Sayanggg." Ucap seseorang dari belakang tubuhnya, Rina menengok ke belakang dan mendapatkan sosok pacarnya, Rio.


"Tumben dateng pagi beb." Ucap Rina sambil terus berjalan.


"Kayaknya kamu lupa ini tanggal berapa." Balas Rio sambil menghentikan langkah Araya.


"Hmm ini tanggal ..." Rina berpikir sambil mengetuk ngetukkan jari telunjuknya di dagu.


"Ini tanggal 10 agustus." Jawab Rina.


"Terus." Ucap Rio sambil mengangkat sebelah alisnya, seperti menunggu Rina mengatakan sesuatu.


"HARI INI KITA TIGA TAHUN." Teriak Rina histeris, dengan cepat Rio membekap mulut Rina, lalu berbisik kecil ke arah telinganya.


"Iyaa yang, tepat hari ini kita udah ngejalanin 3 tahun bareng-bareng."


Rina langsung memeluk Rio, menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Rio, ntah mengapa Rina merasa bersalah telah melupakan hari penting ini.


"Maafin aku ya, aku lupaa." Ucap Rina seperti berbisik.


"Kok bisa sih aku lupa." Lanjutnya lagi.


Rio megusap lembut kepala Rina,


“Ya gapapa sayang." Balas Rio halus.


"Udah dong jangan sedih lagi, ini hari bahagia masa kamu sedih." Tangan Rio melepaskan pelukan mereka dan menatap Rina lekat.


"Kamu jelek kalo lagi sedih." Ledek Rio yg membuat Rina cemberut kesal.


"Biarin aja jelek yg penting aa Rio sayang." Balas Rina.


Setelah merencanakan makan bersama dengan Rio sehabis pulang sekolah, Rina menuju kelasnya, dan langsung disambut oleh Lily.


"Cieee udah 3 tahun." Ucap Lily sambil menoel pipi Rina.


"Kok lo tau Ly?" Tanya Rina bingung.


"Iya taulah, apa sih yang gue gak tau tentang sahabat gue yg satu ini." Lily menunjukkan sederet giginya untuk menyombongkan diri.


"Kalian gak ngerayain?" Tanya Lily.


"Tadi sih Rio ngajak makan malam, ya biasalah kayak tahun tahun yg lalu paling."

__ADS_1


"Siapa tau tahun ini beda." Ucap Lily cekikikan.


"Ye sok tau lo."


🎵🎵🎵🎵


"Yok Rin ke kantin." Ajak Lily yg langsung di jawab anggukan dengan Rina.


"Es krim, aku datang." Batin Rina sambil tersenyum.


Kali ini kantin sangat sepi, tidak ramai seperti biasanya.


"Ini pada kemana ya?" Tanya Lily pada adik kelas yg lewat di hadapannya.


"Sokab banget sahabat gue ya." Gumam Rina.


"Eh.. oh ini kak, ada pertandingan basket di lapangan, pertandingan dadakan antara anak baru sama kapten basket." Ucapan adik kelas ini sontak membuat Rina kaget.


"Hah? Anak baru siapa?"


"Udah ayo Rin langsung ke lapangan aja." Lily menyeret tangan Rina menuju lapangan basket yg cukup jauh dari kantin.


Benarlah apa yg dikatakan adik kelas tadi, terlihat sosok Rio disana dan lawannya, orang asing bagi Rina karena tidak pernah melihatnya.


"Kok Rio gak bilang gue sih." Bawel Rina yg sedang kesal.


"Ah udahlah tonton aja dulu baru nanti minta penjelasan." Lily menuntun Rina untuk duduk di kursi paling depan, sengaja agar Rio melihat Rina.


Wajah Rina yg penuh tanya, dibalas anggukan singkat yg mengartikan bahwa Rio akan menjelaskannya saat sudah selesai bertanding.


Pertandingan berlangsung selama 30 menit lebih dan berakhir saat bel masuk kelas berbunyi, Rio menghampiri kekasihnya dengan keringat yang mengguyuri tubuhnya.


"Nih minum dulu." Rina memberikan sebotol air putih untuk Rio.


"Makasih yang."


Lily yang mengerti keadaan mereka ingin mengobrol berdua langsung berpamitan ke kelas.


"Eh udah ya gw ke kelas dulu, udh bel." Pernyatannya dijawab anggukan oleh Rina.


Rina membuka suaranya terlebih dahulu,


"Pertandingan apa ini?."


"Ini yang, tadi ada anak baru yg nantangin aku di kantin, katanya dia jago basket di sekolahny dulu, terus nantangin tanding, klo dia yang menang, dia mau jadi kapten basket." Jelas Rio panjang lebar.


"Hah? Enak aja mau gantiin pacar aku, memang sekolah punya nenek moyang dia." Kekesalan Rina membuat wajahnya semakin ikut di mata Rio.


Rio yg gemas dengan tingkah pacarnya itu langsung menyubit pipi Rina.


"Kamu itu lucu, kayak anak kecil klo lagi kesel."

__ADS_1


"Jadi makin sayang."


Dengan satu kalimat itu, Rio berhasil membuat Rina salah tingkah,  ia menatap Rina dengan lekat.


Rio mulai mendekatkan wajahnya kepada wajah Rina, ia menatap bibir pink milik Rina.


Dengan cepat Rina menutup matanya rapat- rapat.


"Ya ampun dia mau ngapain." Batin Rina.


1


2


3


"Ah kamu makan aja belepotan." Rio segera membersihkan ujung-ujung bibir Rina yang terkena bercak es krim.


Rina secepat mungkin membuka matanya,


"Hah? Eh?" Lagi-lagi ia salah tingkah.


"Kenapa?" Rio terheran dengan pacarnya ini,


"Kamu kenapa?" Tanyanya sekali lagi.


"Ngg..nggaa gak apa-apa."


"Eh btw, kok tadi kamu merem yang?" Ucap Rio dengan nada jail.


Tubuh Rina menjadi beku seketika.


"Siapa yang merem?! Aku gak merem!!"


"Kamu mikir macem-macem yaa?" Tanya Rio penuh selidik.


"NGGAK!!"


"Hayoo kamu mikir apaaa??


"Aku gak mikir apa-apa Rio!" Rina menahan rasa malunya, ingin sekali ia membekap mulut Rio saat ini


"Kamu kira aku bakal cium kamu ya?" Setelah mengucapkan kalimat itu, Rio langsung lari kemana pun yang ia bisa, meninggalkan Rina sendirian di tempatnya.


"RIOOOOOOOOOOOOOOO."


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2