Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Jalan-jalan


__ADS_3

"Hoaammmm." Rina merentangkan tangannya, tidur dengan perasaan bahagia setelah kejadian itu, membuat Rina benar-benar menikmati tidurnya tadi malam.


Hari ini, Rina dan David akan jalan-jalan, menghabiskan waktu bersama untuk melepas kerinduannya masing-masing.


Ntahlah, Rina sangat excited berkencan dengan David.


Rina segera bersiap-siap, ia memakai favorite dress dan berdandan natural.


"Telepon David ah." Gumam Rina.


***Panggilan tersambung


"David."


"Iya."


"Aku udah siap."


"Aku udah di ruang tamu."


"HAH? hehe ya udah aku kesana."


"Hmm."


Panggilan terputus***


Rina berlari kecil menuju ruang tamu, senyum yang terus menghiasi wajah Rina membuatnya terlihat lebih cantik.


"Daviddd." Rina duduk di samping David dan langsung memeluknya, sejak kejadian itu, David seperti magnet bagi Rina, ia tidak ingin kehilangan David.


David mengamati pakaian Rina,


"Sayang?" Mendengar panggilan itu, Rina mendongakkan kepalanya,


"Ya?"


"Dress kamu terlalu terbuka." Ujar David.


Rina langsung memerhatikan pakaiannya.


"Tapi, ini dress kesukaan aku pas SMA, warnanya lucu."


Huh, wajah Rina terlalu gemas sehingga David tidak bisa menolak permintaan Rina.


"Ya udah."


Rina tersenyum senang mendengar perkataan David.


"Kamu gak marah kan?" David menggelengkan kepalanya.


Di dalam mobil, Rina dan David terkena paparan sinar matahari pagi, hal itu membuat kulit bersih dan putih Rina terpapar jelas.


Selama perjalanan, David selalu melirik ke arah Rina, ia sedikit risih dengan pakaian Rina yang sedikit terbuka di bagian dada.


"Kenapa?" Ucap Rina yang memergoki David sedang melihatnya.


"Ngga." Jawab David singkat.


"Bajunya terlalu sexy ya?"


"Ya."


Rina memanyunkan bibirnya,


"Terus aku harus gimana?"


"Udah terlanjur."


David terus melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata, kencan hari ini akan diawali dengan sarapan bersama di restaurant cepat saji kesukaan Rina.


Tak butuh waktu lama untuk sampai ke restaurant ini, David memarkirkan mobilnya di tempat yang disediakan.


Ia turun dari mobil dan langsung masuk ke restaurant tanpa membukakan pintu mobil untuk Rina, ingat! David tidak romantis.


Merasa ditinggalkan, Rina menghembuskan nafas kasar.


"Apa dia marah karena dress aku?" Batin Rina.


Dengan terburu-buru, Rina menyusul David.

__ADS_1


Di dalam restaurant, David sudah duduk di meja bernomor 10, Rina segera menghampiri David.


Selama Rina berjalan, segerombolan lelaki yang sedang berbincang melihat ke arahnya dengan tatapan menggoda, bahkan satu diantaranya sampai ada yang bersiul.


"Piwwit."


Rina risih dengan tatapan-tatapan itu, dengan cepat Rina segera duduk di hadapan David.


Namun, masih saja gerombolan lelaki itu melihat ke arah Rina dan mengedipkan matanya.


"Davidd." Rengek Rina.


David bangkit dari kursinya, ia melepas jaket yang dikenakan dan langsung memakaikannya ke bahu Rina.


"Piwwit."


Namun masih saja terdengar siul-siul dari para lelaki mata keranjang, membuat David mengepalkan tangannya, ia sedikit emosi kekasihnya diperlakukan seperti itu.


David duduk kembali.


"David maaf, sekarang aku tau kenapa kamu ngelarang aku pa...."


Cupp.


David mencium bibir Rina sekilas, membuat para lelaki tadi membelakkan matanya.


"Ah udah punya pacar gak asik." Ucap salah satu dari mereka.


Sekarang David mengembangkan senyumnya.


Berbeda dengan Rina yang membeku, rasanya ia ia ingin terbang setinggi-tingginya sekarang.


"David kalo mau cium gak ngomong-ngomong."


Mendengar perkataan Rina, David tertawa kecil.


"Ya udah lain kali aku ngomong."


"Minta izin dulu! Biar jantung aku siap." Ucap Rina.


"Iya sayang."


😅😅😅😅


"Huh Rina mentang-mentang udah baikan, nolak jalan-jalan bareng guee huwaa." Gumam Lily kesal.


Tok tok tok


Pintu kamar Lily terketuk.


"Iyaa masuk, gak dikunci."


Cklek


"Eh Mami? Kenapa?"


Mami Lily, Rita tersenyum senang, ia menaikkan satu alisnya.


"Oh jadi gitu sekarang, udah punya cowok gak kasih tau Mami."


Lily menampakkan wajah kebingungan,


"Hah? Apasih Mi?"


Rita mendekati putri semata wayangnya itu,


"Itu yang baru dateng kenalin dong sama Mami."


Ntah apa yang dibicarakan Maminya ini, Lily benar-benar bingung, tidak megerti.


"Ada apa sih Mi?"


"Itu loh ada yang nyari kamu namanya Berian."


Sontak Lily membangunkan tubuhnya, ia segera merapihkan rambut dan pakaiannya.


"MAMI SERIUS?"


"Iyaa, ganteng juga cowok kamu Ly, Mami bangga deh." Ucap Rita sambil tertawa.

__ADS_1


Dengan cepat Lily berlari keluar kamar untuk menemui sang pujaan hati.


Rita senang, terlihat jelas di wajah Lily bahwa ia menyukai Berian.


"Eh kok balik lagi?" Tanya Rita yang melihat Lily balik lagi ke kamarnya.


"Lily lupa lily belum mandi mi! Duh gimana."


Dengan 1001 akal, Lily mengambil semua parfume koleksinya, ia menyemprotkan semua parfume ke pakaian dan tubunya.


"Dah aku nemuin Berian dulu Mi babay." Ucap Lily yang langsung melesat pergi ke luar kamar sambil melambaikan tangan.


Rita menggelengkan kepalanya.


"Punya anak gini amat, parfume kalo dicampur-campur kan baunya jadi gak enak."


Lily gugup, ini adalah pertama kalinya Berian datang ke rumahnya.


"Ehm." Deham Lily agar Berian menoleh ke arahnya.


"Hai." Sapa Berian sambil melambaikan tangan.


"Udah lama disini?"


"Ah ngga kok Ly, baru aja gue dateng."


Hati Lily berdetak kencang, apa ini yang namanya cowo ngapel? Ntahlah, padahal dulu Andri sering ke rumah Lily, tapi baru kali ini Lily merasa sangat bahagia.


Lily mengambil duduk di samping Berian.


"Mmm, ada apa be..." Ucapan Lily terpotong.


Berian menutup hidungnya,


"Ini bau apa ya Ly, kok aneh campur-campur gitu."


Seketika Lily terpaku, ia tidak bisa berkata-kata.


"Duh bodohnya, firs time doi dateng, gue malah bau." Batin Lily.


Berian menepuk tangan Lily.


"Ly? Kok diem?"


Otak Lily berkerja sangat keras, ia berusaha untuk mencari alasan yang tepat.


"Eh Berian." Ditengah-tengah ketegangan, Rita hadir dengan senyum sumringahnya.


Berian melontarkan senyuman manis.


"Tanteee." Ucapnya sopan.


"Berian nyium bau-bau gak jelas gitu ya?"


Dengan cepat, Lily menatap Maminya dengan tatapan memelas, ia berharap Maminya tidak berbicara yang aneh-aneh di hadapan Berian.


"Iya tante, baunya sedikit tajam."


"Ah itu mah bau bunga tante, baunya memang aneh, tapi langka loh." Mendengar perkataan Rita, Lily bernafas lega.


"Owalah iya Tante, oh iya Tan, aku kesini mau minta izin sama Tante buat ajak Lily jalan-jalan."


Lily membelalakkan matanya, HAH JALAN-JALAN? INI MAH REZEKI NOMPLOK NAMANYA.


Lily segera mengode Maminya untuk berkata iya, ia mengedip-ngedipkan matanya agar Rita paham.


"Ah iya boleh, tapi pulangnya gak boleh malem-malem ya."


"YES."


Sangking senangnya, Lily keceplosan di hadapan Berian, sekarang Berian menatap ke arahnya.


"Ah? Eh? Hehe." Lily menunjukkan cengiran kudanya.


"Ya udah aku siap-siap dulu."


Hayyo, kalo kemarin yang sedih-sedih terus, sekarang yang seneng-seneng dulu uwu^^


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘

__ADS_1


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2