Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Bertemu


__ADS_3

Mr.Wintara masih sibuk berbicara dengan sahabat akrabnya sambil menunggu David datang.


Di lain tempat, Rino menghampiri Rina yg sedang duduk bersama Rini.


"Rin." Panggilnya, Rina dan Rini menengok ke sumber suara.


"Gue manggil Rina." Tegasnya setelah melihat Rini juga ikut menengok.


"Rin." Panggilnya sekali lagi.


"Iya Bang?"


"Tadi Rio nelpon gue, dia tanya tentang lo, gue udah buat rencana untuk ketemu dia nanti malem, sebelum gue ketemu sama dia, lo gak usah ngomong apa-apa sama dia, matiin aja hp lo, biar semuanya gue jelasin." Bisik Rino agar tidak ada yg mendengar perkataannya.


Rina hanya mengangguk pasrah, ia tidak tau bagaimana nasib hubungannya dengan Rio di masa yang akan datang.


"Rina, tunggu sebentar ya, David 5 menit lagi sampai." Gerry merasa tak enak karena sudah hampir 20 menit David blm juga datang.


"David bilang kalau dia sedang ada pekerjaan yang mendesak."


Rina menatap Gerry dengan tatapan yang sopan, ia mengangguk.


"Iyaa Om gak apa-apa kok."


Tak sampai 10 menit, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Gerry.


Ya benar, David berdiri disana dengan setelan jas elegan nya, membuatnya terlihat lebih gagah.


Walaupun Rina tak pernah melihat David, tapi dia tau bahwa yang datang itu adalah putranya Mr.Gerry.


Karena Rina sempat melihat sekilas foto keluarga Gerry yang terpajang di dinding ruang tamu.


Jika bisa diibaratkan, menurut pandangan Rina, David mempunyai senyum yg menawan, ditambah lesung pipi yg sangat dalam, giginya yg rapih dan putih menambah kesan manis saat ia tersenyum pepsodent.


Mata tajamnya terlihat sedikit sendu karena David memiliki bola mata berwarna coklat, 1 keunikan lagi, ketika ia tersenyum maka matanya akan menyipit.


Alisnya tebal, hidungnya mancung, sepertinya memang turunan dari Ayah dan Ibunya.


Namun, ia sedikit terlihat tua karena mempunyai kantung mata hitam, menurut Rina karena ia sering begadang?ntahlah.


Badannya sangat bagus, tegap dan kekar, orang akan berfikir bahwa dia mempunyai perut yang sixpack, tangannya juga berotot.


Ntahlah, Rina merasa wajah dan badan nya tidak cocok, bagaimana bisa badan kekar, namun wajahnya sangat nyaman dipandang.


"David." Panggil Gerry ketika melihat putra semata wayangnya berdiri di ambang pintu.


"Kemari nak." Gerry mengerakkan tangannya untuk menyuruh David duduk di sampingnya.


"Ini keluarga Wintara." Ucap Gerry memperkenalkan, David tersenyum ramah menanggapinya.


"Itu Mr.Wintara dan istrinya." ia memperkenalkan sambil menunjuk orang tua Rina.


"Itu Rino, putra sulung mereka." Gerry menunjuk Rino, Rino melemparkan senyum kepada David dan dibalas senyum lagi oleh David.


"Dan itu Rini, putri bungsu keluarga Wintara." sambil menunjuk Rini yg tersenyum sumringah.

__ADS_1


"Haii kak." Sapa Rini.


"Iya halo Rini." Jawab David ramah.


Gerry menjeda sebentar perkatannya.


"Dan... yang di sampingnya, Rina, calon istri kamu." David mengalihkan pandangannya dari Rini dan melihat perempuan di samping Rini.


Seketika pandangan mereka bertemu, Rina gugup setengah mati, HEYY, dia sedang dipandang calon suaminya!!


David yang melihat Rina pun berusaha tersenyum, ya walaupun senyuman nya terlihat konyol dan kaku, Rina tetap menanggapinya sambil melambaikan tangan.


Ntah mengapa tangan Rina melambai sendiri tanpa di perintah, karena sadar, Rina pun segera menurunkan tangan nakal itu.


"Kita akan bahas acara pernikahan kalian sekarang." Ucapan Gerry membuat Rina melepaskan pandangannya dari David.


Gerry berdeham menandakam perbincangan akan dimulai.


"Ehm."


"Pertunangan akan dilaksanakan minggu depan." Gerry mengumumkan pemberitahuan yang membuat Rina sangat terkejut.


"HAH?" Spontan Rina menampakkan keterkejutannya.


"Ada apa Rina?"


"Apa itu tidak terlalu cepat Om?" Rina berusaha menegoisasi, namun usahanya gagal.


Papanya, Mr.Wintara terus saja memberikan kode kedipan mata agar Rina diam.


"Maaf Rina, ini terlalu terburu-buru, Om gelisah, takut tidak sempat melihat David menikah."


"Ayolah, jangan berucap begitu." Wintara tidak tahan karena ucapan memelas sahabatnya,


"Pertunangan akan dilaksanakan minggu depan, dan 2 minggu setelahnya akan dilaksanakan pernikahan!" Tegas Wintara, ini pemberitahuan yang sangat jelas bagi semua orang yang ada di kamar itu.


Rina mencoba melirik ke David, ia ingin tau bagaimana reaksi calon suaminya ini, namun di luar dugaan, David hanya memasang muka datar, susah ditebak, sebenarnya dia senang atau sedih?


"David hanya punya Om, ibunya sudah tidak ada, Om tidak mau saat Om tiada, David hanya tinggal seorang diri."


David merasa kesal dengan ucapan Ayahnya.


"Ayah! dokter itu hanya menakut-nakuti, umur Ayah masih panjang." Ucapnya marah.


Rina yang melihat David marah jadi berfikir keras, 'orang seperti apa David ini, apakah dia pemarah? atau penyabar?, apakah dia orang baik? atau sebaliknya? Ah ntahlah, ini sudah jalan takdirku.'


🤔🤔🤔🤔


Rina mengurung diri di kamarnya, ia sempat frustasi, ia terus saja memikirkan Rio.


Di otaknya hanya ada Rio, Rio, Rio, Rio, Rio, Rio, dan perjodohan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, apa orang tuanya tidak berfikir bahwa Rina masih duduk di bangku sekolah, ia masih SMA.


Apa kata teman-temannya jika tau dia sudah akan menikah?


'Ketika yang lain dijemput pacarnya, apa nanti aku akan di jemput suamiku?'

__ADS_1


"Wajar saja bagi David untuk menikah, ia sudah berkerja, umurnya 5 tahun lebih tua dari padaku, tapi tidak wajar bagiku, apa lagi aku harus menghadapi ujian kelulusan dalam waktu dekat ini." Rina terus berceloteh ria, seolah-olah ada seseorang yg mendengarkan nya, padahal ia hanya berbicara sendiri seperti orang gila.


Di lain tempat, Rino bersiap diri untuk bertemu dengan Rio, ia sudah mempersiapkan kata-kata yang akan dia ucapkan nanti.


Karena cafe yg akan dikunjunginya sangat dekat, Rino memilih menggunakan mobil, karena tidak terlalu terburu-buru.


Ternyata Rio sudah menunggu ditempat tujuan, tanpa basa basi langsung saja Rino mengambil duduk di hadapan Rio.


"Hey Bang." Ucap Rio sambil menjabatkan tangannya untuk bersalaman.


"Hey." Jawab Rino, dan membalas jabatan tangan Rio.


Rino menatap Rio dengan tatapan tajam.


"Gue mau ngomongin hal penting."


Sebenarnya Rio berpikir bahwa Abang kekasihnya ini hanya akan berbicara soal Rina dan keluh kesahnya, tapi wajah Rino sangat serius, sepertinya ada hal yg penting yang memang harus mereka dibicarakan.


"Iya Bang, ngomong aja."


"Sebenarnya, gue ngajak ketemu, karena mau ngomongin tentang Rina, dia terpaksa harus dijodohkan ......." Rino menjelaskan secara detail kejadiannya, selama Rino bicara tentu saja Rio sangat terkejut bahkan ia tidak bisa membuka suaranya.


Ntah mimpi buruk apa ini, bagi Rio, Rina adalah satu-satunya wanita yang ia cintai setelah Ibunya, tapi kenapa wanita ini harus direnggut takdir?


"Gue harap lo bisa ngerti dan menerima semuanya dengan ikhlas yo." Penjelasan Rino berakhir, ia lega bisa menjelaskannya secara mendetail.


"Bang, gimana bisa gue ikhlas?ini secara tiba-tiba! gue gk bisa ngertiin ini semua, lo tau kan Bang?gue sayang banget sama Rina dan tiba-tiba dia mau nikah sama orang lain?"


Rino menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Gak! gue gak bisa terima." Terlihat sekali dari wajah Rio bahwa ia sangat marah dan kecewa pastinya.


Seperti yang Rio duga, bahwa Rino tak bisa menerima perjodohan ini.


"Gue juga gak bisa apa-apa! Lo pikir gue seneng? Rina seneng? Semuanya seneng? NGGAK! terima gak terima, lo harus ngejalanin ini semua."


"Gue mohon yo, Rina udah banyak pikiran karena ini semua, gue berharap lo bisa kasih dia pengertian untuk nerima keadaan ini!" Lanjut Rino.


Rino memilih untuk segera meninggalkan Rio, sebelum ia terbakar emosi karena keadaan yang panas ini, menurutnya Rio juga butuh waktu sendiri.


Rio bingung, ini terlalu cepat baginya, ia meremas rambutnya hingga urat-urat tangannya nampak.


"AARRGHHH!!" Geramnya.


"Gue gak mau ninggalin lo Rin, gue akan tetap mencintai lo." Rio berbicara sendiri, ntah ia tujukan kepada siapa.


Ia memukul keras meja hingga pengunjung cafe menujukan pandangan padanya,


"AARRGHH! SIAL!"


Skitat banget gak nih Rio? Inikah yang dinamakan 'jagain jodoh orang?' Hehee:)


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2