Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Ayah


__ADS_3

Dokter menyatakan Gerry meninggal, tentu saja David sangat terpukul, seperti direnggut sesuatu dari hidupnya yang sangat berharga.


Rina berusaha menenangkan David dengan mengelus pundaknya.


"David kamu harus kuat."


"Ayah Rin hiks hiks." Rina memeluk David, ia tahu Gerry sangat berarti untuk tunangannya ini.


"Hiks bahkan aku belum bisa mengabulkan permintaan Ayah untuk melihatku menikah hiks hiks."


Rapuh, ya David sedang rapuh, Gerry lah keluarga satu-satunya yang ia punya, keluarga yang selalu ada di dalam suka dan duka David, tetapi harus meninggal dengan cara seperti ini.


Rina mengeratkan pelukannya


"Om Gerry pasti akan melihat kita menikah dari atas sana." Ucap Rina menenangkan.


Rino dan Mrs.Wintara datang dengan wajah cemas, Rini dan Wintara belum juga bangun dari pingsannya, jadi mereka memilih untuk melihat keadaan Gerry terlebih dahulu.


"Gimana?" Ucap Mrs.Wintara, namun melihat raut wajah David yang sedang menangis, sepertinya Rino dan Mrs.Wintara tahu jawabannya.


"Om Gerry gak selamat Mah."


"Innailahi wainnailahi rojiun." Ucap Rino tidak percaya.


Mrs.Wintara mengambil duduk di samping David.


"David jangan sedih ya nak, Tante sama Om Wintara akan menjadi orang tua David juga."


"Terimakasih Tante hiks." Balas David.


Rino memeluk David.


"Yang kuat bro, gue tau Om Gerry baik, pasti Tuhan kasih tempat terbaik untuk Om Gerry."


"Aamiin makasih Bang." David membalas pelukan Rino.


Ntah kenapa air mata Rina tidak bisa keluar, ia masih terkejut dan tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi hari ini, tentang masa lalu Papahnya yang kelam.


"Keluarga pak Gerry." Salah seorang perawat keluar dari ruangan.


"Iya saya sus." David berdiri dari duduknya.


"Jenazah sudah bisa dibawa pulang." Ucap perawat itu.


"Iya makasih sus." Jawab Rina.


"Gue aja yang urus ambulancenya Dav, lo disini aja." Rino bangkit dari kursinya dan meninggalkan David.


"Mamah ke tempat Papah dulu ya nak, Papah harus tau kabar duka ini." David dan Rina mengangguk mengartikan 'iya'


Rina memeluk David lagi, ia hanya ingin menenangkan David dengan sebuah pelukan, David membalas pelukan Rina dan menangis di pundak Rina.


30 menit berlalu...


Wintara dan Rini sudah sadar, ambulance sudah siap, dan jenazah Gerry sudah bisa dibawa pulang.


David meminta untuk ikut bersama ambulance, sedangkan Wintara dan keluarga mengiringi dari belakang ambulance.

__ADS_1


Di dalam ambulance terasa sepi dan gelap, David meratapi tubuh Ayahnya yang terbaring kaku dan sudah tidak berdaya, ia menangis sejadi-jadinya.


Sirine ambulance mulai berbunyi menandakan mobil sudah berjalan.


"Ayah, kita ada di ambulance lagi, bedanya kali ini hal yang David takutkan benar-benar terjadi, melihat Ayah pergi meninggalkan David untuk selama-lamanya." David membuka kain yang menutupi wajah Gerry.


Melihat wajah Gerry untuk terakhir kali, wajahnya sangat pucat, selama ini David selalu takut menghadapi kejadian ini.


David menggenggam tangan Gerry, air matanya terus membasahi wajah tampannya itu.


"Ternyata tadi di mobil itu pesan-pesan terakhir Ayah ya hiks? David gak nyangka harus kehilangan Ayah hari ini hiks."


"Hiks Ayah bilang ingin melihat David menikah."


"Tapi Ayah pergi duluan sebelum hari itu tiba hiks."


"Hiks hiks."


"Ayah, David sangat berterimakasih, Ayah bisa menjadi Ayah sekaligus Ibu terbaik buat David semenjak ibu meninggal hiks."


"Walaupun Ibu udah meninggal sejak lama, David kayak gak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua, itu hebatnya Ayah, Ayah bisa buat David jadi gak kangen ibu, Ayah kerahkan seluruh kemampuan Ayah untuk membahagiakan David," David memeluk tubuh Ayahnya yang terkujur kaku.


"David berharap kita bisa ketemu lagi walau hanya lewat mimpi."


Tanpa sadar, David terlelap sambil memeluk Ayahnya yang sudah meninggal dunia.


Sampailah di kediaman Gerry, rumah nyaman yang selama ini dihuni oleh Gerry dan David, rumah dari hasil perjuangan dan usaha Gerry dan istri.


Supir ambulance membuka pintu belakang untuk menurunkan jenazah Gerry, namun ia terkejut mendapati David yang sedang tertidur lelap, ia tidak enak ingin membangunkan David.


Tidak lama kemudian, mobil keluarga Wintara sampai, supir itu segera menyampaikan kendalanya kepada keluarga Wintara.


Rina segera masuk ke dalam ambulance.


"Sayang." Ucapnya sambil menggoncangkan tubuh David.


"Sayang bangun." Ucap Rina lembut.


"David udah sampe." Rina mengelus puncak kepala David.


Perlahan-lahan, David membuka matanya, ia menatap Rina dengan bingung.


"Kenapa?" Ucap David sambil mengucek matanya.


"Jenazah Ayah harus diturunin." Ucap Rina.


Dengan wajah terkejut, David menatap Gerry yang berada di hadapannya.


"Jadi aku bukan mimpi?!"


Rina menggelengkan kepalanya, saking tidak bisa menerima kenyataan yang pahit ini, David mengira bahwa ini hanyalah mimpi buruknya disaat ia tertidur.


"Udah ayo turun." Ucap Rina menarik tangan David untuk turun dari ambulance.


Setelah David turun, supir dibantu oleh Rino, David, dan Wintara menurunkan jenazah Gerry.


Rino juga memberitahu pengurus masjid setempat bahwa Gerry sudah meninggal dunia.

__ADS_1


Tok tok tok


Pintu rumah Gerry terketuk, menampakkan beberapa polisi di depan rumah.


David menghampiri polisi itu.


"Ada apa pak?"


"Maaf Pak, apa disini ada yang bernama Wintara Ridwan?" Tanya salah seorang polisi.


David mengangguk.


"Ada pak kenapa ya?"


"Pak Wintara akan ditangkap atas tuduhan tabrak lari Pak."


Hampir saja David lupa bahwa Gerry dan Wintara juga bersalah dalam kejadian ini.


David segera masuk ke dalam rumah.


"Ada polisi di depan." Ucapnya kepada siapapun.


Rina mendongakkan kepalanya,


"Mau ngapain?"


"Mau nangkep Papah." Wintara bangkit dari duduknya, ia berjalan menghampiri polisi itu.


"Pah, Mamah gak mau Papah ditangkep polisi." Ucap Mrs.Wintara sambil mencegah lengan Wintara saat ia ingin beranjak.


"Papah harus bertanggung jawab atas perbuatan yang telah Papah lakukan, biarkan Papah ditahan." Wintara melepaskan tangan istrinya.


"Om tapi Ayah ingin membebaskan mereka, mungkin Ayah bermaksud untuk mengambil jalan damai." Ucap David.


"Nanti saja kita urus itu, kamu urus Ayah kamu dulu David, Om ingin merenungkan perbuatan Om di dalam sel." Dengan berat hati Wintara jalan menuju polisi-polisi itu, tangannya diborgol dan sekarang ia menjadi tahanan.


Kacau, semua kacau, masa lalu yang terungkap membuat kehidupan masa sekarang hancur.


"Setelah Om Gerry dikuburkan, aku ingin minta maaf kepada Karel, Kirana, dan Lea." Ucap Rina.


"Aku juga Rin." Balas David.


Rini bingung, ia tidak mengerti keadaan sekarang ini.


"Sebenarnya ada apa sih mah?" Ucapnya berbisik kepada Mrs.Wintara.


"Rini jujur sama Mamah, kamu gak di apa-apain kan disana?!" Panik Mrs.Wintara.


"Nggak Mah, setelah masuk mobil aku gak inget apa-apa sampe aku bangun dan ada di rumah sakit." Jelas Rini.


"Syukurlah."


Jadi guys apapun yang kita perbuat kita harus berani mempertanggung jawabkannya ya, jangan lari begitu saja seakan-akan gak terjadi apa-apa🙂


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2