Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Putus


__ADS_3

"Rin, how about you?"


"Ehm, sebenernya alasan utama aku belum bisa nerima perjodohan ini, karena aku punya pacar Dav." Ucap Rina serius.


David sedikit shock dengan pernyataan Rina.


"Seriously?"


"Iya, namanya Rio, kami sudah berpacaran 3 tahun, belum lama ini kami merayakan anniversary kami." Mata Rina sudah mulai berkaca-kaca, ia mengingat semua hal tentang Rio.


"Makanya aku kaget banget pas Papa bilang aku bakal dijodohin, aku sayang banget sama Rio." Ucap Rina lemah.


Rina menundukkan kepalanya.


"Dia juga sayang aku, aku gak tau reaksi dia gimana kalo tau aku dijodohin, aku takut mau ketemu dia, aku takur dia kecewa, aku takut dia marah." Pertahanan Rina runtuh dalam waktu sekejap, ia menetaskan air mata sedihnya.


'Bahkan calon istrinya masih mencintai lelaki lain?'


David menghapus air mata Rina.


"Jangan menangis."


"Kamu masih sayang sama Lala?" Tanya Rina tiba-tiba.


"Kejadian itu sudah beberapa tahun yang lalu, aku akan berusaha mengikhlaskan Lala dan mulai menerima kehadiran kamu." Jawabnya.


"Mungkin kamu bisa mengikhlaskan Lala, karena memang dia sudah tenang disana, tapi bagaimana dengan Rio? Dia masih ada di dunia ini? Aku masih bisa bertemu dengannya, aku masih bisa melihatnya, akan susah untuk melupakannya." Ya, Rina meneteskan air matanya lagi, ntah sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan.


Hati Rina sedang tidak stabil, ia bisa menangis secara tiba-tiba jika mengingat hal-hal yang berkaitan dengan Rio, besok ia harus masuk sekolah dan bertemu dengan Rio, apa yang harus ia katakan(?)


"Aku bakal bikin kamu lupain Rio, Rin." Batin David.


😭😭😭😭


David mengantarkan Rina sampai di depan rumahnya, ia tidak ikut masuk karena ini juga sudah menjelang malam.


Rina masuk ke kamarnya, ia mulai mengaktifkan ponselnya, seperti yang ia duga, ada lebih 50 panggilan masuk dari Rio dan juga panggilan masuk dari Lily.


Rina mulai memencet menu call di ponselnya, ya, dia ingin menelpon Lily, menceritakan semua hal yang terjadi secara tiba-tiba ini, ia ingin meluapkan emosi kesal, sedih, dan lainnya nanti saat bercerita dengan sahabat akrabnya, Lily.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Cahaya matahari yang memasuki celah-celah hordeng jendela kamar Rina membuatnya terbangun.


"HAH? Aku telat!" Ucapnya lantang, ia langsung menuju kamar mandi, dan bersiap-siap.


Menuju meja makan dan hanya meminum segelas susu, sepi sekali pagi ini, mungkin Papanya sudah berangkat kerja bersama Mamanya, mungkin ada acara kantor(?) ntahlah.


Rini? Mungkin diantar Papa dan Mama ke sekolah, karena sekolahnya cukup jauh, ia harus berangkat pagi-pagi buta.


Pease, JANGAN TANYA RIO ADA DIMANA.


Sudah seperti biasa, ia masih tertidur lelap di kamarnya yang luas, ya kamar Rio lah yang terluas karena ia anak pertama di keluarga ini.


Tanpa berlama-lama, Rina memesan ojek online dari ponselnya, ia tau jalanan sedang macet-macetnya pada pukul 06.40, jadi ia tidak bisa pakai mobil, di rumahnya juga tidak ada motor, Rio pun berangkat kuliah dengan mobil.


1 menit sebelum gerbang di tutup, Rina berhasil menginjakkan kakinya di sekolah, tidak ada yang menyangka bahwa ia disambut dengan kekasihnya yang sudah menunggu di halaman depan sekolah.

__ADS_1


"RIN!" Teriak Rio yang membuat Rina menoleh, namun Rina mengalihkan pandangannya dan berlari menuju kelasnya, ia tidak berani melihat Rio.


Dengan sigap, Rio mengejar kekasihnya, ia berhasil memegang tangan Rina sehingga Rina berhenti berlari


"Rin tatap aku." Ucap Rio lembut.


Rina menggelengkan kepalanya


"Gak mau!"


"Rin, tatap aku!" kali ini Rio mengatakannya lebih tegas, Rina mulai mendongakkan kepalanya dan menatap Rio.


Seketika ia menangis saat melihat mata Rio,


"Kamu benar dijodohin?" Rina mengangguk sangat pasrah.


"Kamu terima?" Belum sempat Rina menjawab terdengar teriakkan dari seseorang.


"HEY KALIAN." Rio dan Rina menoleh bersamaan.


WHAT? UCUL? eh salah..


WHAT? PAK GUNTUR? terkenal akan predikatnya sebagai guru terkiller sepanjang sejarang di SMA Venus, ia adalah guru olahraga, namun merangkap jadi wakil kepala sekolah.


Bahkan terdengar bahwa kepala sekolah pun agak segan dengannya, terdengar lucu tapi itulah kenyatannya.


"Kalian ngapain masih disini? Masuk kelas! Ini sudah bel." Dia berucap dengan ciri khas mata melototnya yang membuat semua siswa merinding.


"SIAP PAK." Ucap Rio dan Rina bersamaan.


"Nanti kita ketemu pas istirahat." Bisiknya kecil lalu bergegas menuju kelasnya.


"Eh tunggu dulu." Rio dan Rina memberhentikan langkahnya


"KAMU." Tunjuknya pada Rina.


"Iya saya pak." Rina menunjuk dirinya sendiri.


"Kenapa mata kamu bengkak?"


"Emm.. oh anu.. KETINJU RONALDO PAK." Rio dan Rina langsung berlari, tidak mau terkena masalah karena guru ini.


Pak Guntur mulai memutar otaknya.


"Eh tunggu dulu, Ronaldo kan pemain bola?" Batinnya heran.


Rina masuk ke kelasnya, ternyata sudah ada guru yang masuk, dia langsung bersaliman dan mengambil duduk di sebelah Lily,


"Semangat ya sayangnya aku." Ucap Lily.


Rina bergidik ngeri dengan temannya ini.


"Geli gua Ly."


Selama pelajaran, sebenarnya Rina sama sekali tidak mendengarkan gurunya berbicara, ia memikirkan saat istirahat nanti, apa yang harus harus dibicarakan dengan Rio?


"Heh Rina." Panggil Bu Susi, Rina masih juga melamun,

__ADS_1


"Woe Rin." Bisik Lily dan menyenggol tangan Rina.


"Apa?" Jawab Rina kepada Lily.


"Heh Rina." Panggil bu Susi sekali lagi,


"Kamu ngelamunin apa sih? fokus Rina, sebentar lagi kalian akan menghadapi ujian kelulusan" Tegas Bu Susi.


"Iya Bu maaf, saya cuci muka dulu, sepertinya saya ngantuk." Rina berbohong, ia tidak mau memperpanjang perdebatan.


😏😏😏😏


Saat istirahat, Rio masuk ke kelas Rina, dan mengusir semua siswa yang ada di kelas itu, Lily pun pergi ke kantin tanpa mengajak Rina, karena tau mereka harus membahas masalah ini.


"Rin, kamu terima pejodohan itu?" Rino menanyakan hal yang sama seperti tadi pagi.


"Aku harus terima yo, ini perjodohan orang tua, aku gak bisa bantah." Rina menceritakan kejadian awal sampai akhir kepada Rio.


"Terus sekarang kamu mau gimana?" Tanya Rio dengan tatapan seriusnya.


"Kamu gak kepikiran kabur sama aku?" Tanya Rio lagi.


OMG! Rina tidak habis fikir, Rio sama saja seperti Abangnya, Rino.


"Aku masih sayang banget sama kamu, sebentar lagi aku bakal nikah yo, kita gak bisa lanjutin ini lagi, aku juga gak bisa kabur, itu sama aja aku ngehancurin nama keluarga aku yo." Ucap Rina terisak.


"Kamu bisa nikah sama David tanpa perasaan kan sayang? Kamu masih bisa sama aku." Rina berfikir bahwa Rio sudah gila.


Rina menatap Rio tajam.


"Aku gak sejahat dan sekejam itu!itu sama aja aku selingkuh, dan selingkuh itu perbuataan yang salah!"


"Rin! terus aku harus gimana?" Rio tidak bisa berfikir dengan jernih saat ini.


"Aku harus apa biar kita bisa sama-sama?"


"Jalan satu-satunyaa." Rina mulai memelankan nada suaranya.


"Kita putus."


"Putus? selama 3 tahun ini kita udah lewatin susahΒ senang bareng, dengan gampangnya kamu bilang putus?!" Emosi Rio mulai tidak terkendali, selama ini ia tidak pernah membentak atau memarahi Rina.


"Ya kamu juga harus pikirin posisi aku yo, aku bisa apa?! Om Gerry itu udah banyak berjasa, dia gak pernah minta imbalan apapun sama keluargaku, kali ini dia punya 1 permintaan dan Papa merasa berhutang budi sama dia!"


"Jalan terbaiknya, kita putus, aku mohon sama kamu, jauhin aku." Rina berlari keluar kelas ntah menuju kemana, ia harus menata hatinya terlebih dahulu.


"Shit." Umpat Rio.


Memang putus itu adalah hal yang menyakitkan guys :)


Karena kita harus berpisah sama seseorang, ntah itu keluarga, pacar, atau sahabatπŸ™ƒ


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2