Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
UN


__ADS_3

Waktunya telah tiba, hari ini Rina bersiap berangkat ke sekolah dengan materi-materi pelajaran yang masih melekat di otaknya, ia harus memahami banyak materi untuk melaksanakan Ujian Nasional ini.


Hari ini, Rina diantar Rino ke sekolah, kebetulan jam kuliah Rino dimulai siang hari, jadi ia masih bisa mengantar adiknya ini.


"Gimana? Siap gak nih?" Rino membuka percakapan.


"InsyaAllah siapp." Ucap Rina mantap.


"Rin, lo harus ikutin trik dari gue." Mendadak ucapan Rino berubah menjadi serius, tatapannya pun menjadi lebih tajam.


"Apa?"


"Gak usah terlalu jujur lah, lo bisa siapin contekan dulu sebelum ujian dimulai, lo bisa taruh kertas kecil di dalem dasi atau buat lipetan kertas terus masukin di kaos kaki."


Rino gila, Rina segera memukul lengan Abangnya ini.


"Udah bagus lo tidur aja deh Bang, gak usah nganterin gue." Sinis Rina.


"Yeh di kasih saran juga, bukannya makasih."


"Sarannya gak bermutu, gak butuh saran yang gak berguna." Rina mulai memakai headset di telinganya, rasanya panas mendengar Rino berbicara.


"Kemarin gue baca berita tentang Adik yang durhaka sama Kakaknya, diazab saat mandi shampoo sama sabunnya gak ada Rin."


Rina melepas headset yang ia kenakan.


"Kemarin Rina baca berita Bang, azab Kakak yang memberikan ajaran sesat kepada Adiknya, skripsinya kena revisi terus!"


Rino membuka mulutnya lebar, tidak percaya dengan kata-kata Rina


"Jahat ya lo, omongannya pedes kayak pisau."


"Lah? Pisau memang pedes? Tajam kali ah." Rino diam, tidak menjawab perkataan Rina, ia membungkam mulutnya.


"Lah diem aja situ"


"Gue lagi marah sama lo Rin!" Ucap Rino lantang.


"Dih marah kok bilang-bilang, dasar Abang aneh!" Rina menghidupkan radio mobil agar suasana di mobil ini tidak panas.


Rino memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah Rina.


"Abang Rino yang kusayangi, kucintai, dan kubanggakan, jangan marah ya, doakan adikmu ini lancar mengerjakan ujiannya."


"Hooh, dah sana turun." Jawab Rino, Rina menyalami tangan Rino dan segeran turun dari mobil, ia melambaikan tangan saat mobil Rino melesat pergi meninggalkannya.


😅😅😅😅


Tingg! Tingg!


"Waktunya habis." Ucap seorang guru yang mengawasi ujian Rina dan teman-temannya.


Rina mengambil tasnya dan menuju keluar ruangan.


"Heyy my sist!" Lily menepuk pundak Rina.


"Thank you very very very much Rina!" Lily memeluk sahabatnya itu dan membuat badan Rina mengejut.


"Kenapa Ly?" Rina membalas pelukan Lily.


"Materi yang pas itu lo ajarin banyak yang keluar, gue seneng bangettt" Lily mengeratkan pelukannya kepada Rina, menurutnya Rina adalah sahabatnya yang ter-the best!.

__ADS_1


"Iyaa ikut seneng jugaa."


"Ehmm, kalian gak suka sesama jenis kan?" Ntah suara siapa itu, dengan cepat Lily dan Rina melepaskan pelukan mereka.


"Memang cewek pelukan itu harus suka sesama jenis dulu?" Rina menatap tajam lawan bicaranya itu.


"OMG Berian ganteng banget." Batin Lily.


"Ya nggak juga sih." Jawab Berian santai.


"Kalo ngomong di jaga ya mas." Rina menarik tangan Lily, ingin bergegas pergi dari hadapan Berian.


"Eh tunggu dulu." Cegah Berian, ia berjalan menuju ke arah Rina dan berhenti tepat di depan Rina dan Lily, Berian mengarahkan wajahnya ke telinga Rina.


"Temen lo lucu, titip salam buat dia." Rina membelalakkan matanya, ia segera membalas bisikkan Berian dengan membisikkannya juga.


"Kalo lo beneran cowok, harusnya bilang sendiri, gak usah titip salam." Rina tersenyum sinis.


"Oke, gue bakal bilang sendiri, pastiin aja hatinya masih kosong, ntar gue yang isi." Rina mengangguk sebagai tanda jawaban, lalu Berian pergi meninggalkan Lily dan Rina.


Lily mengerutkan keningnya, ia tidak tahu apa yang dibicarakan Rina dan Berian.


"Ngomongin apa sih?" Heran Lily.


"Rahasia"


"Rahasia apa?" Lily semakin penasaran dengan jawaban Rina, sangat tidak memuaskan.


"Kalo gue kasih tau, bukan rahasia lagi dong." Rina tertawa kecil, ia tahu bahwa Lily sangat penasaran tentang obrolan singkat dirinya dengan Berian tadi.


"Gue duluan ya Ly, selamat bermimpi indah." Tawa Rina pecah saat melihat wajah heran yang teramat heran dari Lily.


😂😂😂😂


Rina mengarahkan pandangannya ke segala arah parkiran, ia tidak dapat menemukan mobil calon suaminya.


"Kok David belum jemput ya?" Batin Rina, ia segera mengotak-atik ponselnya untuk menghubungi David.


***Tersambung..


"Hallo David?"


"Rin sabar ya, ini lagi macet parah."


"Eh? Macet ya? Ya udah hati-hati, gak usah buru-buru, aku tungguin disini***."


"**Iya, 10 menit lagi aku sampe, tunggu di tempat biasa, gak usah kemana-mana."


"Iya siapp calon suami." Rina sengaja menggoda David dengan berkata seperti itu.


"Hah? Kamu ngomong apa? Aku gak denger."


"Iyaa siap calon suami**."


Mendengar kalimat itu, David tertawa geli, tak biasanya Rina seperti ini.


"***Ya udah aku matiin dulu yaa."


"Iyaa dadahh***."


Rina tersenyum senang, David membuatnya sangat bahagia, ia berharap hubungannya dengan David akan baik-baik saja sampai kapanpun.

__ADS_1


10 menit berlalu...


Mobil David berhenti tepat di depan Rina, David turun dan membukakan pintu untuk calon istrinya.


"Maaf ya telat." Ucap David sambil menghidupkan mobil dan melajukannya.


"Iya gak apa-apa kok."


Rina menatap wajah David dari samping, betapa sempurna ciptaan Tuhan yang satu ini, tanpa sadar Rina tersenyum.


"Kenapa ngeliatin terus? Kangen?" David menoleh ke arah Rina.


"Eh..apaan sih kamu." Rina salah tingkah, merasa tertangkap basah seperti kucing yang mengambil ikan di meja makan.


"Kalo kangen itu bilang, jangan cuma natap aja"


"Memang kalo aku bilang, kamu bakal ngapain?" Rina menunggu jawaban David.


"Kamu maunya ngapain?" David membalikkan pertanyaan.


"Maunyaa...ES KRIM!!" Rina menunjuk pedangang es krim yang berada di pinggir jalan, siang-siang gini memang enaknya makan yang dingin-dingin.


David tertawa kecil, ia memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan, Rina segera membuka pintu mobil, berniat ingin turun untuk membeli es krim, namun tangannya di genggam dengan David secara tiba-tiba.


Sontak tubuh Rina menghadap ke David dan pintu mobil tertutup kembali


"Kenapa?" tanya Rina.


David menatap mata indah Rina.


"Tadi kamu tanya, kalo kamu bilang kangen, aku bakal ngapain kan?"


Rina mengangguk sebagai tanda jawaban.


"Aku bakal cium."


Rina membeku sesaat, lalu tertawa lepas.


"Hahahahaha, kamu berani memang?" Ucapnya meremehkan.


"Kangen kangen kangen kangen kangen." Rina sengaja mengatakan kata itu berulang-ulang.


"Kok kamu diem? kangen kangen kangen kang....."


Cupp


David mencium kening Rina, kali ini Rina benar-benar membeku, ia tak bisa berkata-kata.


David menunjuk bibir Rina.


"Yang ini nanti aja kalo udah nikah." Setelah mengatakan kalimat itu, David keluar mobil untuk membelikan es krim.


Rina diam tidak bergeming, pipinya mulai memanas, sepertinya sekarang pipi Rina sudah seperti kepiting rebus, ia menyesali ucapannya, ah bodoh sekali berani melawan David.


Nah kan, Rina sih pake godain David, nyesel kan?!?!


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2