Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Weekend


__ADS_3

"Wah mendung, gelap banget awannya, pasti mau hujan." Batin Rina yang memandangi langit dari jendela kamarnya.


"Kakk Rinaa, disuruh sarapan sama Mamaa." Ucap Rini yang tiba-tiba berada di ambang pintu.


Rina menggelengkan kepalanya.


"Kan kebiasaan lagi."


"Riniiii, adikku sayang, biasain ketuk dulu kalo mau masuk kamar Kakakk!." Geram Rina kepada adiknya itu, Rini hanya membalas dengan cengiran lalu pergi ke ruang makan disusuli Rina.


"Asikk makan ayam." Baru saja Rino ingin mengambil ayam di meja makan, namun dengan cepat ditepuk oleh Mrs.Wintara.


"Rino, ini ayam goyeng spesial upin ipin, jangan menodainya dengan tangan kotormu, sana cuci tangan sama cuci muka dulu!." Omel Mrs.Wintara.


Rina menatap papanya dengan tatapan menajam


"Mama kenapa sih Pa?"


"Demam Upin Ipin." Jawab Wintara santai.


Rini menambahkan perkataan Papanya.


"Papa salah, lebih tepatnya demam kartun"


"Apaan sih kalian? Mama sehat gak demam." Balas Mrs.Wintara.


Rino kembali lagi ke meja makan dengan tangan dan wajah yang masih basah.


"Selamat makannnn." Ucapnya lantang.


Semua orang menyantap makanannya dengan nikmat, tidak ada yang membuka suara sampai akhirnya Wintara bertanya.


"Gimana sekolah kamu Rini?"


"Sekolah aku kenapa Pa? Baik-baik aja kok." Jawab Rini.


"Maksud Papa, kamu gak buat ulah lagi kan?." Ucap Rina tajam.


"Nggak lah, aku kan anak baik-baik." Pede Rini.


"Rini itu cuma mau cari pengalaman yang menarik Rin, gak kayak lo yang hidupnya berjalan mulus terus kayak jalan tol, sekali-kali buatlah masalah yang bakal dikenang." Ucap Rino melantur.


"Contohnya kayak bolos jam pelajaran, pura-pura sakit ke UKS, hidup tuh dibawa santai aja kali gak usah kaku." Tambah Rino,


"Mamaaa liat tuh bang Rino ngelantur kayak otaknya."


"Rino, kamu ini jangan ajarin adek-adeknya ke jalan yang sesat dong, contoh itu dorami anak baik-baik, pintar juga." Jelas Mrs.Wintara.


Rini terheran-heran dengan perkataan mamanya.


"Hah? Dorami sekolah?"


"Itu loh temen nobita yang pinter." Jawab Mrs.Wintara.


"Shizukaa Mamaaaa." Ucap Rina dan Rino berbarengan.


Wintara menggelengkan kepalanya, ntah ada apa dengan istrinya ini,


"Tapi yang dibilang Rino ada benernya juga loh"


"Setuju kan pah? Memang sehati banget kita Pah." Mungkin memang sudah turun menurun melanturnya batin Rina.


"Kamu gimana Rina? Sama David?." Rina menoleh ke arah Papanya.


"Baik kok." Jawabnya singkat.

__ADS_1


"Sudah persiapkan pernikahan kalian?"


"Udahh." Jawab Rina sambil mengangguk.


"Pahh, masa Rina nikah duluan dari pada aku." Bawel Rino tiba-tiba.


"Yaa kakak kan jomblo, mau nikah sama siapa? sama tembok?" Sesaat Rini dan Mamanya tertawa mendengar celetukan Rini.


"Kecil-kecil pedes ya ngomongnya." Ucap Rino tersenyum miring.


"Bener kok kata Rini, ya kalo kamu sudah punya pasangan, mau nikah besok juga gak apa-apa." Wintara menjawab pertanyaan Rino dengan santai.


Acara bincang-bincang ria setiap weekend sudah selesai, Rina kembali masuk ke kamarnya, kaca besar di kamarnya terpampang jelas, Rina berniat mengaca untuk merapihkan rambutnya.


"Cantik juga ya gue." Gumam Rina.


"Pantes Rio kelepek-kelepek." Mohon maaf pemirsa, Rina memang suka kepedeanπŸ˜¦πŸ‘


"Eh apa nih, jerawa?" Ocehnya ketika melihat ada jerawat di kening dan pipinya.


"Aduh kok gede banget? masa ntar gua nikah ada jerawat." Batinnya.


Ia segera mencari masker wajah andalannya untuk menghempaskan jerawat.


"Eh kok gak ada?!"


Hmm.. sepertinya Rina tau dimana keberadaan masker bubuknya beserta mangkuk dan kuasnya.


Tokk tokk.


"Rini kakak masuk ya." Rina membuka pintu kamar Rini.


Ceklek


Benar saja semua peralatan dan perlengkapan maskernya berada di meja belajar Rini.


"Kamu ini kebiasaan ya, ngambil barang-barang kakak tanpa izin! menel udah pake-pake liptint segala kalo ke sekolah." Ketus Rina.


"Kan biar cantik kak, biar ntar aku nikah sama cowok ganteng." Rina tidak tahu, Rini belajar menel dan centil dari siapa, perasaan Rina tidak terlalu menel saat seusia Rini, tidak mungkin kan Rini belajar dari Rino?


"Masih SMP kamu itu ya Rin, balikin barang-barang kakak ke kamar!." Rina menutup pintu kamar Rini, dia sudah tak habis pikir, anak SMP sekarang ada-ada aja kelakuannya.


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


David memijat kepalanya pelan-pelan, sejak sekretarisnya mengundurkan diri, ia harus mengerjakan banyak hal tanpa sekretarisnya.


David sudah menyuruh Robby, tangan kanannya untuk mencarikan sekretaris, sudah banyak sekali yang melamar namun tidak ada yang sesuai dengan kriteria kantor.


Baru tadi pagi akhirnya David menemukan sekretaris yang memiliki kemampuan yang sangat bagus menurut David.


"Selamat siang pak." Robby masuk dengan langkah cepat.


"Sekretaris baru bapak sudah datang." Sambungnya lagi.


"Suruh masuk saja." Balas David, tidak lama, seorang wanita dengan paras cantik masuk ke ruangan megah David, ia memiliki badan yang ideal dan memiliki rambut di atas bahu.


Namun ada yang sesuatu hal yang membuat David terganggu, pakaiannya sangat terbuka.


"Selamat siang pak, nama saya Kirana, saya yang akan menjadi sekretaris baru bapak." Sekretaris itu memperkenalkan diri dengan senyuman indahnya.


"Oh ya kamu bisa mulai bekerja hari ini." Ucap David, setelah itu Kirana meninggalkan ruangan David dan tersisa Robby.


"Suruh dia pakai pakaian yang sopan, dia ingin bekerja atau pergi ke club malam?" Tegas David kepada Robby, "


"Siap pak akan saya bicarakan bersama dia."

__ADS_1


Waktu makan siang telah tiba, namun David masih terduduk di ruangannya, ntahlah menurutnya perusahaan ini tidak sejaya dulu.


Tokk tokk tokk


"Iya masuk." Jawab David karena mendengar pintu ruangannya diketuk.


"Pak David, tidak ingin makan siang?." Kirana masuk dengan jalannya yang tampak seperti seorang model.


β€œNanti saja, saya sudah makan." Jawab David.


"Apa mau dipesankan cemilan pak?" Tanya Kirana.


"Kalau saya mau, nanti saya suruh Robby." Ntah hanya perasaannya saja atau bagaimana, David tidak terlalu suka berdekatan dengan Kirana.


"Baik pak, saya permisi dulu." Kirana membalikkan badannya dan meninggalkan ruangan David.


"Huh, sombong sekali dia." Gumam Kirana pelan.


😏😏😏😏


"PERMISI, RIINAAAAA." Sudah lebih dari 3x Lily memanggil sang pemilik rumah agar keluar dan mempersilahkannya masuk, namun tidak ada jawaban dari dalam sana.


Tepat panggilan keenam, Rino membukakan pintu.


"Eh bang Rino, ada Rina gak Bang?" Sapa Lily.


"Sorry Li, itu si Rini muter musik kenceng banget, jadi gak kedengeran." Rino membukakan pagar untuk teman adiknya itu.


"Oh iya santuy ajaa Bang, tapi Rinanyaa ada kan Bang?" Tanya Lily sekali lagi.


"Iyaa ada di kamarnya, masuk aja." Tidak asing lagi jika Lily datang ke rumah Rina atau sebaliknya, bahkan kedua orang tua Rina sudah menganggap Lily sebagai anak, begitupun orang tua Lily terhadap Rina.


Lily masuk ke kamar Rina dengan langkah gontai.


"Setaannnnnn!!!" Teriak Lily saat melihat Rina memakai masker susu yang berwarna putih.


"EH MANA SETAN MANA?" Rina terkejut dan langsung berdiri dari kasurnya.


"Itu setannn." Lily menunjukkan telunjuknya ke arah Rina.


"AAAA LILY NGAGETIN AJA, MASKER GUA RETAK NIH." Rina kesal, sahabatnya ini jahil sekali.


"Hahaha abisnya lo siang-siang pake masker, jadi kayak setan." Lily merebahkan tubuhnya di kasur Rina.


"Lagi tumbuh jerawat makanya gue pake masker, ya udah sabar gue cuci muka dulu, udah retak nih."


Lily meratapi Rina yang pergi meninggalkannya.


"Ye aneh lo, kalo ada jerawat pake yang varian green tea, bukan yang milk"


Lily sibuk mengotak-atik ponselnya, kamar Rina adalah kamar yang paling nyaman di duniaaa. #lilylebay


"Ngapain lo kesini?" Ucap Rina ketus tetapi Lily tau bahwa itu hanya candaan belaka.


"AC kamar gua rusak, jadi panas banget, ya udah deh gua kesini." Ya ampun, Rina tidak mengerti lagi dengan sahabatnya ini, alasan macam apa itu?


"Hih kebiasaan, dikira kamar gue penampungan kali." Lily tertawa geli mendengar cibiran Rina.


"Eh nonton film yok di laptop." Ajak Lily.


"Yokkk." Ternyata tidak sia-sia Lily datang, weekend Rina jadi tidak kesepian.


Siapaa yang pingin punya sahabat kayak Lily? Angkat kakii!1!1


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘

__ADS_1


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2