Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Dimana?


__ADS_3

Pasangan muda yang terlihat terburu-buru masuk tanpa mengetuk pintu, mereka berlari kecil untuk menemui seseorang di dalam rumah.


"BANG!" Teriak Rina dari kejauhan.


Rina dan David menghampiri Rino yang sedang gelisah, terlihat jelas dari raut wajahnya.


"Rini dimana Bang?"


"Gak tau."


"Kok bisa gak tau? Kan Abang disini sama dia?"


Pertanyaan Rina membuat Rino tidak bisa berfikir.


"Gue gak tau."


"Ya gimana bisa gak tau sih, Abang kan disini!"


"Gue gak tau Rini dimana!"


"Abang di rumah kan biar bisa jaga Rini! Kok malah..."


David menggenggam tangan Rina, mencoba menghentikan perkataan Rina yang menurutnya sudah tidak baik, walaupun David tahu Rina sedang kesal.


"Udah Rin, kamu gak sopan kayak gitu." Bisik David.


Rina menutup mulutnya rapat-rapat, susah memang mengendalikan emosi, ia memilih duduk di sofa ruang tv sambil memikirkan keberadaan Rini.


Tidak lama kemudian, Wintara dan istri datang, mereka terlihat sangat panik dan khawatir.


"Rino." Panggil Wintara.


Rino yang sadar akan panggilan itu langsung menghampiri Papahnya,


"Pah, Pah maafin Rino." Ucapnya merasa bersalah.


"Ada apa sebenarnya? Dimana Rini?" Mrs.Wintara membuka suara.


Tidak bisa menjawab pertanyaan itu, Rino menundukkan kepala.


"Jelasin Rino!" Bentak Wintara.


Rino duduk di sofa yang berdekatan dengan sofa yang Rina dan David duduki.


"Aku gak tau Rini dimana, pas pulang dari toko depan komplek, Rini sama pacar aku udah gak ada di rumah."


Wintara membelalakkan matanya.


"PACAR?!"


"Maaf Pah Rino bawa pacar ke rumah."


Wintara menghembuskan nafas kasar, melihat istrinya yang sudah ketakutan membuatnya tak berdaya.


"Maaf Om kalo saya ikut campur, tapi setau saya di rumah ini kan banyak cctv, kenapa tidak kita lihat saja Om." Tiba-tiba David menjadi pusat perhatian.


"Nah ayo kita liat." Tambah Rina.


Wintara, Mrs.Wintara, Rino, Rina, David, bahkan bibi dan supir yang juga ikut dipanggil pergi ke ruang cctv berada.


Wintara mulai mengotak-atik di depan layar pergi panjang itu untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Semua menatap ke arah layar dengan fokus.


Terlihatlah saat itu, saat dimana Rino keluar dari rumah dan Lea mulai berjalan menuju ke arah kamar Rini.

__ADS_1


"Dia mau ngapain?" Ucap Bibi keceplosan, mengerti situasi, Bibi langsung menutup mulutnya.


"Maaf"


Tidak terlihat apa yang dilakukan Lea dan Rini di dalam kamar karena memang di dalam kamar Rini tidak di pasang cctv.


Beberapa menit kemudian Lea dan Rini keluar dari kamar, mereka berdua jalan ke luar rumah.


Cctv yang mengarah ke luar pagar menangkap jelas mobil berwarna hitam yang sudah terparkir di dekat rumah ketika Rino keluar dari komplek.


Lea dan Rini pun masuk ke dalam mobil itu, lalu mobil itu melaju pergi meninggalkan rumah Wintara.


Ketika melihat mobil hitam itu, Rino teringat akan mobil yang mengklaksonnya.


"Mobil itu!"


Semua mengarahkan pandangannya ke arah Rino.


"Pas aku mau masuk komplek lagi, mobil itu berlawanan arah sama aku, dia klaksonin aku!" Jelas Rino dengan mata yang membara.


"Apa klakson itu kode tanda kalo kak Lea mau kasih tau Bang Rino kalo dia ngajak Rini jalan-jalan?" Tebak Rina.


"Seharusnya kalo mau ajak jalan-jalan bilang sama Bang Rino dari awal dong Rin." David menuai pertentangan dari penyataan Rina.


"Terus mobil hitam itu? Dia datang saat kamu sama pacar kamu masuk ke rumah dan menunggu sampe Rini dan pacar kamu keluar? Firasat Mama buruk."


"Ini kayak udah direncanain." Tambah David lagi.


Wintara memegang kepalanya yang terasa pusing, pusing mendengar tebak-tebakan yang terjadi.


"Udah stop, ayo kita bahas di ruang keluarga."


Sampai di ruang keluarga, semuanya duduk melingkar di ruang keluarga tidak terkecuali Bibi dan Supir.


"Rino ketemu Lea di kampus, dia anak baru di kampus Rino Pah, terus karena sering ketemu, Rino sama Lea saling suka dan kita jadian" Jawab Rino.


David mengangkat tangannya.


"Maaf Bang, tapi Abang tau gak dimana rumah pacar Bang Rino itu?"


"Sekarang gue baru sadar Dav, ternyata gue gak pernah nganterin dia sampe bener-bener di depan rumah, dia selalu turun di depan gang doang." Jawab Rino.


Rina mengepalkan tangannya.


"Ini ada yang janggal, si Lea ini aneh, dia pacaran tapi gak mau di anter sampe rumah, berarti secara gak langsung dia gak mau Bang Rino tau keberadaan rumahnya!"


Wintara dan istri menganggukkan kepalanya.


"Bener itu." Ucap Mrs.Wintara.


"Papah mau tanya, kalian berdua niatnya ke rumah mau ngapain? Dan kenapa pake acara kamu pergi keluar rumah segala Rino?" Tanya Wintara.


"Awalnya kita janjian mau jalan-jalan Pah, tapi sebelum sampe tempat tujuan, katanya Lea pengen nonton film berdua sama aku di rumah, jadi aku bawa dia ke rumah, masalah pergi ke toko, Lea juga yang nyuruh aku beli popcorn untuk nonton film ini." Jelas Rino.


"OKE FIX INI DIRENCANAKAN!" Ucap Rina sambil memukul sofa.


"Ayo lapor ke polisi" Rina mengambil ponselnya dari dalam tas.


David mencegah Rina.


"Gak bisa Rin, Rini hilang belum sampai 24 jam."


"Tapi..."


"Kalo ini kasus penculikkan, apa yang mereka incar?" Sela Wintara.

__ADS_1


"Harta, mungkin mereka mengincar harta kita Pah." Balas Mrs.Wintara.


Bibi membuka suaranya.


"Tapi biasanya kalo Bibi nonton di tv teh ya, penculikan itu kayak di paksa gitu, tadi dilihat dari cctv, Non Rini kayak gak ada paksaan pas pergi sama pacarnya den Rino."


"Ah mungkin Non Rini tau kalo itu pacarnya Den Rino, makanya percaya aja." Bantah Supir yang duduk di samping Bibi.


"Iya Rini memang tau muka Lea, makanya mungkin dia percaya aja." Tambah Rino.


"Tapi sumpah Rino gak nyangka kalo Lea nyulik Rini, dia kelihatan baik banget."


Padahal setelah sekian lama Rino baru bisa melepas status jomblonya dengan berpacaran bersama Lea, tapi kenapa semuanya jadi seperti ini?


"Makanya Rino, kamu kalo pilih pacar itu yang jelas silsilah keluarganya, kalo kayak gini? Kita mau gimana coba?" Pasrah Mrs.Wintara.


Tring tring


Suara ponsel Rino berdering.


Rino menatap ke arah ponselnya.


"Nomor gak dikenal?" ia menanyakan pada semua orang yang ada disana.


"Angkat aja speaker." Jawab Rina.


***Panggilan terhubung


"Ini siapa?"


"HAHAHAHA Kalian lagi khawatir ya? Cemas? Takut?  HAHAHA."


"HAH? INI SIAPA?"


"HALO?"


"LO SIAPA?"


"Jangan takut ya Rini, waktu hidup kamu masih lumayan banyak kok."


Panggilan terputus***


SHOCK


Ternyata Rini benar-benar diculik.


Semua orang membelalakkan matanya ketika mendengar pernyataan yang menyangkut hidup Rino, selama berteleponan dengan si penculik tangan Rino terus gemetar.


"ITU LEA?" Tanya Wintara.


"Bu..bukan itu bukan Lea, suaranya beda." Ntah kenapa jantung Rino berdetak sangat kencang, ini semua terjadi akibat kecerobohannya.


"Terus suara siapa?!"


"Gak tau pah."


"Kok kayak pernah dengar suara it.," Batin David.


Duh gimana ini guys?😢


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2