Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Pertengkaran


__ADS_3

Rina menenangkan diri di perpustakaan belakang sekolah, hatinya sedang kacau tidak karuan, tentu saja ia ditemani sohib sejatinya, Lily.


Sejak kejadian tadi sampai sudah mau waktunya pulang sekolah, Rina meninggalkan pelajaran di kelasnya, jangan di contoh ya guys :v


"Gue harus gimana Ly." Ucap Rina dengan nada yang lemah.


"Menurut gue keputusan untuk putus sama Rio itu udh pilihan terbaik Rin." Lily mencoba untuk memberi nasihat kepada Rina.


"Lo udah mau jadi istri orang, ya kali masih pacaran sama Rio." Lanjutnya.


Rina mengangguk kecil sebagai tanda bahwa ia paham.


"Eh ada pesan dari Papa." Gumam Rina sambil melihat ponselnya.


***WhatsApp


Papa


Rina, pulang sekolah kamu di jemput David***...


Hah? David?" Rina membelalakkan matanya, ada apa dengan Papanya ini, kenapa ia harus di jemput oleh David?


"Kenapa Rin?"


"Baca Ly." Dengan gerakan cepat Rina mengarahkan layar ponselnya ke arah Lily.


Lily membaca dengan seksama.


"Ya mungkin Om Wintara cuma pingin lo sama David lebih deket Rin." Tanggap Lily.


"Heuhh." Rina menghela nafas dengan kasar.


15 menit kemudian bel sekolah berbunyi, namun Rina dan Lily masih berdiam di perpustakaan, sangat malas berjalan untuk mengambil tas mereka di kelas.


"Gue mau ngambil tas tapi mager."


"Iya sama." Jawab Lily.


"Eh lo buruan ambil tas deh, nanti David nyusul, lo nya gak ada." Menurut Rina, Lily ada benarnya juga, jangan sampai David turun dari mobil dan mencari-carinya di sekolah ini.


Rina dan Lily bergegas ke kelas mereka, mengambil tas dan langsung menuju parkiran.


Seperti biasa sopir pribadi Lily sudah menunggu di depan gerbang.


"Eh gue duluan yaa Rin, kalo ada apa-apa telepon aja." Salamnya lalu pergi meninggalkan Rina sendirian.


"Rina." Teriak seseorang dari belakang punggung Rina, seperti tak asing dengan suara itu, Rina menoleh sekilas.


Yah seperti yang ia duga, Rio.


"Bukannya aku udah bilang ya kalo kamu harus jauhin aku, gimana aku bisa ngelupain kamu kalo kamu ada di deket aku terus Rio!!" Rina gemas dengan 'mantan' kekasihnya itu.

__ADS_1


Rio menatap Rina lekat.


"Ya kalo gitu gampang, kamu gak usah ngelupain aku, aku juga gak usah ngejauh, kita bareng-bareng lagi kayak dulu." Ucap Rio sambil mengelus puncak kepala Rina, namun Rina menepisnya dengan kasar.


"Gak usah berlagak kayak pacar aku, kita ini udah putus!" Sebenarnya hati Rina hancur karena telah mengatakan kalimat itu, tapi ia harus melakukannya agar Rio membencinya.


Rio membelalakkan matanya.


"Kamu masih pacar aku! kan kamu yang bilang putus, aku gak pernah bilang kalo kita putus." Elak Rio.


"Cinta aja sama aku terus, tapi kamu perlu tau kalo aku gak cinta kamu lagi!" Hampir saja air mata Rina akan membasahi pipinya, namun dengan sigap iya menutupi matanya berlagak bahwa ia hanya kelilipan.


Tinn tinn!!


Klakson mobil yang berhenti tepat di depan Rina berbunyi, mobil berwarna putih yang terkenal akan kemewahan dan kemahalannya.


Pemilik mobil pun segera membuka kaca mobilnya.


"Ayok Rin masuk." Ajak David.


"Siapa dia?" Ntah kenapa suara Rio berubah menjadi tajam.


"Jawab aku, siapa dia?!" Bahkan sekarang suaranya lebih tajam dari sebelumnya.


"DIA DAVID CALON SUAMI AKU." Sengaja sekali Rina menaikkan volume suaranya agar Rio semakin membencinya, namun di luar dugaan permirsahh!!


Rio malah membuka pintu mobil, dan menarik kerah baju David.


Sepertinya Rio tidak tahu bahwa saat SMA David sangat jago karate, bahkan ia menjadi ketua ekskul karate saat itu.


Dengan cepat David membalikkan keadaan, sekarang ia yang memegang kerah Rio.


"Banyak gaya juga lo bocah SMA." Ujar David.


Sumpah demi buah apel yang berwarna merah, baru kali ini Rina melihat kemarahan David yang sesungguhnya, seakan-akan mata David mengeluarkan api yang berkobar-kobar.


"Anj*ing." Sahut Rio sampai urat-urat di kepalanya nampak, dia berusaha melepaskan tangan David dari kerahnya, namun usahanya gagal.


"Jangan cuma bisa ngomong kasar aja lo, tenaga kayak tempe basah aja sok jagoan." Dengan 1 kalimat itu emosi Rio membara, namun kekuatan ia dan David tidak sebanding, David melepas kerah baju Rio dan langsung masuk ke mobilnya.


Bagaimana dengan Rina? Ya Rina hanya menjadi penonton mereka, kenapa ia tidak melerai? dia tidak tahu harus memihak siapa.


"Ayok Rin." Ajak David sekali lagi, Rina langsung masuk ke mobil David tanpa melirik Rio sedikitpun, tidak sampai 1 menit, mobil David melesat dan meninggalkan Rio dengan emosi membaranya.


"Dasar, punya pacar kok Om-om." Rio mengomel sendiri, namun di dalam otaknya, ia tidak bisa berbohong bahwa David memang lah tampan, tetapi tidak setampan dirinya.


😲😲😲😲


Sesekali Rina melirik ke arah David.


"Kenapa harus berantem sih?" Akhirnya ia membuka suara setelah melewati keheningan yang ada.

__ADS_1


"Harusnya tanya pacar kamu, dia ngapain narik kerah baju aku?" Jawab David yang sudah mulai bisa menenangkan dirinya.


Ntah kenapa Rina merasa kagum dengan David, kelembutan hatinya, dan juga tata krama ketika ia berbicara dengan seorang wanita sangat berbeda saat dia berbicara dengan Rio tadi.


"Maafin Rio ya Dav, mungkin dia masih belum terima kalo hubungannya sama aku harus berakhir." Rina merasa tidak enak dengan David, padahal David tidak ada salah sedikitpun tetapi tiba-tiba Rio mengajaknya berkelahi.


"Kalian putus?" Pertanyaan yang bodoh mungkin menurut Rina, calon suaminya ini...


"Ya iya lah, apa kamu mau punya istri yang masih pacaran sama orang lain? kalo kamu mau biar aku lanjut aja sama Rio." Celoteh Rina kesal, David tertawa geli mendengarnya.


David menoleh sebentar ke arah Rina dan tersenyum senang.


"Ternyata Rina perempuan yang baik." Batin David.


"Ya kalo kamu mau sama Rio gak apa-apa sih, biar aku bilang Om Wintara." David tertawa kecil dengan ledekannya.


Rina melipat tangannya.


"Aku bakal bilang ke Om Gerry juga kalo anaknya ngizinin aku selingkuh."


Sontak mereka berdua tertawa, melupakan sejenak semua masalah yang terjadi dan yang akan terjadi.


Dengan begitu mudah Rina sudah mulai nyaman dengan David, ntah lah, menurut Rina David orang yang asik walau sedikit kaku, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Rio masih berada di hatinya.


David mengajak Rina ke sebuah cafe bernuansa Eropa di tengah kota.


"Aku belum pernah kesini." Ucap Rina sambil turun dari mobil (David gak bukain pintu mobil, gak sweet memang:v).


"Serius kamu? Ini cafe cukup terkenal di kalangan remaja seusia kamu loh." Memang setau David ini adalah Cafe favorite anak-anak SMA di sekitaran daerah sini, ia tidak menyangkan bahwa Rina asing dengan cafe ini.


"Kamu sering dateng kesini?"


"Aku dateng ke tempat ini kalo lagi suntuk aja." Jelas David.


Mereka berdua memesan makanan dan minuman yang sama, lebih tepatnya Rina yang memesan makanan dan David mengikuti pesanan Rina.


David dan Rina asik mengobrol hingga awan mulai menggelap, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang setelah banyak berbincang.


Kalian lebih suka Rio apa David nih?


#RinaRio


#RinaDavid


#RinaJombloAjaDahRibetLo


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐


Happy Reading....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2