Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Pasangan


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, semua siswa-siswi SMA Venus tersenyum bahagia karena puas akan hasil jerih payah mereka, semua murid dinyatakan lulus!!


Rina menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, ia tampak senang melihat semua teman-temannya bersorak ria.


"Lo ke prom night sama siapa?" Ucap Lily yang tiba-tiba mengambil duduk di samping Rina.


Rina menolehkan kepalanya 90ยฐ, ia menatap Lily lekat dan mengerutkan keningnya.


"Prom night?"


"Iyaa, lo gak tau? Sumpah jangan bilang lo gak tau, malu gue jadi temen lo Rin"


"Gak tau." Jawab Rina cuek.


Lily mengelus-elus pundak Rina, ternyata benar, Tuhan memberikan kekurangan dan kelebihan pada setiap ciptaannya, liat saja Rina, cantik, pintar, dan juga berbakat, tetapi prom night saja ia tidak tahu.


"Itu loh aca........," Ucapan Lily terhenti saat mendengar seseorang bicara di atas mimbar upacara.


"Tes tes.., ehmm.., hallo teman-teman, selamat atas kelulusan kalian semua, disini saya sebagai mantan ketua osis SMA Venus ingin menyampaikan informasi tentang kegiatan yang kalian tunggu-tunggu nih, yupss benar! PROM NIGHT!!!!"


Sontak semua siswa-siswa SMA Venus bertepuk tangan dan bersorak-sorak ria.


Rina menundukkan kepalanya, ntah mengapa sekarang ia ingat, apa itu prom night.


Acara yang pernah dibicarakan Rio, bahkan Rio pernah merencanakan warna baju yang harus ia dan Rina kenakan saat datang ke prom night.


Rina menitihkan air matanya, ya.. prom night.. acara perpisahan murid-murid SMA yang sudah lulus.


Rina tersenyum miris, bahkan sampai sekarang ia belum mengucapkan salam perpisahan kepada Rio.


"Tenang.. tenang.., acara ini akan kita adain di hari sabtu, minggu depan ya, biar sekalian malam mingguan buat yang punya pasangan."


Kalian semua pasti tahu bagaimana wajah para jomblo saat mendengar pengumuman ini.


"Mulai jam 7 malam, dress codenya warna abu-abu ya guys, jangan lupaa bawa pasangan, biar yang jomblo iri hahahah, okee sampai ketemu di prom night nanti, see you guys"


Lily mengedarkan pandangannya ke segala arah, tidak sampai 5 menit ia meninggalkan Rina untuk mendengarkan pengumuman, Rina sudah tidak ada di tempat sebelumnya.


Ia segera mencari keberadaan Rina, sampailah Lily di kantin sekolah, ia berfikir bahwa Rina sedang lapar, namun bukan Rina yang ada di kantin melainkan Berian.


Lily hendak pergi saat melihat Berian sedang memesan makanan, namun keberuntungan tidak berpihak padanya, Berian sudah melihat Lily.


Berian menghampiri Lily dengan berlari kecil.


"Ya Tuhan kenapa lari aja ganteng sih." Batin Lily.


"Lii." sapa Berian.


"Iyaaa." Untung lah kali ini Lily tidak terlalu gugup.


"Mau ke prom night bareng gue?"


DEG! Lily mematung, padahal tadi ia sudah bersyukur karena tidak gugup di hadapan Berian, kenapa sekarang jantung Lily berdegup sangat kencang?


Lily merasa pipinya memanas, namun ia harus segera menjawab pertanyaan Berian, ia mendongakkan kepalanya.


"Kamu maunya jawaban aku iya apa nggak?" Tanya Lily memberanikan diri.


"Iya lah"


"Ya udah iyaa." Lily memberikan senyuman terindahnya.


โ€œJadi ke prom night bareng nih?โ€ Ucap Berian berusaha meledek.


Lily menatap mata Berian.

__ADS_1


"Gak usah nanya lagi! Ntar berubah pikiran nihh"


"Iyaa iyaa badut aku." Ucap Berian gemas.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Rina memesan ayam dan cumi goreng kepada Mang Ujang, senyuman dan sikap ramah Mang Ujang yang selalu membuat Rina menghormati pria itu, ntahlah Rina menganggap Mang Ujang sudah seperti pamannya sendiri.


Rina mengambil duduk di pojok warung, sebenarnya ini seperti kafe, hanya saja mang Ujang sengaja menyebutnya warung.


Lelah rasanya ketika mengingat semua kenangan bersama Rio, rasanya Rina ingin melupakan semua tentang mantan terindahnya itu.


Rina segera mengambil ponselnya, siapa tahu David mengechatnya.


Benar saja, calon suaminya itu mengirim pesan.


25 menit berlalu..


Rina selesai menyantap makanan yang ia pesan, ia segera cuci tangan dan kembali duduk di kursinya tadi.


Sekarang tinggal menunggu David fikirnya.


"Sayang." Rina menoleh ke sumber suara, ia menemukan David yang masih memakai pakaian kerja.


Dengan cepat, Rina memeluk David dengan erat, ia menenggelamkan wajahnya di bahu David.


"Kamu kenapa?" Ucap David panik, tidak biasanya Rina seperti ini.


"Kangen"


Okayy.. Sekarang David mulai paham sedikit demi sedikit sifat Rina yang menggemaskan, David membalas pelukan Rina.


Ia mengelus puncak kepala Rina, David tidak tahu parfume apa yang Rina pakai, intinya ia suka dengan aroma itu.


Rina segera melepas pelukannya.


"Ah.. iya Mang Ujang hehe." Cengiran tak berdosa yang ditujukan Rina membuat David tambah gemas.


"Permisi Mas, Neng." Ucap Mang Ujang meninggalkan David dan Rina.


"Iyaa Mang." Balas David.


David menarik kursi untuk duduk di hadapan Rina.


"Kamu nangis?" Tanya David.


"Hah? Nggak kok." Rina segera menghapus air mata yang masih tersisa.


"Tadi kelilipan." Tambahnya lagi.


Rina memberikan ponselnya kepada David, ingin memberi tahu tentang informasi prom night yang dikirim Lily beberapa menit yang lalu.


"Kenapa?" Tanya David yang masih sambil membaca informasi itu.


"Ke prom night bareng aku?"


David mengangguk pelan.


"Iyaa"


"Janji?" Rina memberikan jari kelingkingnya dan dibalas dengan cepat oleh David.


"Janji."


Drrttt drrttt, ponsel David bergetar.

__ADS_1


"Angkat teleponnya." Suruh Rina.


"Hallo Kirana?"


Rina mengerutkan keningnya, siapa Kirana? Asing mendengar namanya.


Ia memilih diam dan bermain ponsel.


Sudah lebih dari 10 menit David tidak memutuskan sambungan telepon itu.


"Apa lebih penting Kirana dari pada aku?" Batin Rina.


David mulai menyadari perubahan sikap Rina, ia segera menyelesaikan pembicaraannya bersama Kirana.


"Iya udah nanti saya kesana." Ucap David untuk mengakhiri panggilan itu.


Rina menyiniskan tatapannya, tentu ia tidak suka David berbincang lama dengan yang namanya Kirana itu.


"Siapa Kirana?"


"Aku belum kasih tau kamu ya?" David merutuki dirinya sendiri, mengapa ia bisa melupakan Rina, harusnya ia memberi tahu tentang ini.


Rina menggelengkan kepalanya.


"Dia sekretaris baru aku"


Mendengar kalimat itu, Rina agak sedikit cemas, ia tidak tahu bagaimana Kirana, baik atau tidak, tua atau muda.


"Coba aku mau liat fotonya."


David segera mengotak-atik ponselnya, ia mencari kontak Kirana untuk melihat foto profil yang Kirana pasang.


"Ini." Ucap David memberikan ponselnya kepada Rina.


Rina mengamati foto tersebut.


"Oh ini," ketus Rina.


"Cantik juga." Rina segera memasang headset di telinganya.


"Rin, kamu marah?"


"Rin?"


Rina tidak menghiraukan panggilan David, ntah mengapa moodnya sedang sangat buruk.


"Rin, dia cuma sekretaris aku." Bujuk David.


"Itu kenapa kamu kasih nama 'sekretarisku'?, lucu banget ya namanya!" Ucap Rina sambil menunjuk ke layar ponsel David.


"Hah? Itu Robby yang kasih nama, pas itu dia yang masukkin nomornya"


"Ya terus? Gak kamu ganti? Kamu gak tau cara gantinya apa memang gak mau ganti?" ucapan Rina sudah mulai tidak enak didengar.


"Rin? Aku gak nyangka kamu mempermasalahkan hal kecil kayak gini"


"Oh ya udah aku minta maaf, bete banget aku disini, mending aku pulang." Rina mengambil tasnya dan bergegas meninggalkan David.


Kalo kalian di posisi Rina, bakal bete apa b aja?๐Ÿคจ


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....๐Ÿ˜˜


Next story......๐Ÿง๐Ÿง๐Ÿง๐Ÿง


Happy Reading....๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2