Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Pertunangan


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Rina dan David akan melangsungkan pertunangan, sejak pagi-pagi buta Rina sudah dirias oleh penata rias piihan David dan Rina.


Mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala diperhatikan Rina, tidak ada yang terlewat satupun, ia memakai gaun abu-abu yang 2 hari lalu ia pilih, dan memakai high heels berwarna abu-abu muda, ia juga meminta rambutnya agar dibuat seperti ini.


Mungkin Rina terinspirasi dari sepupunya yang baru menikah 2 bulan yang lalu, rambutnya persis seperti itu.


Menghabiskan waktu 3 jam untuk mempersiapkan Rina, acara di taman di mulai pukul 09.00 pagi, saat ini pukul 07.30, Rina dan keluarganya bersiap menuju rumah David, karena tamannya memang di dekat rumah David.


"Cieee Adek gue udah mau tunangan aja." Ledek Rino yang tiba-tiba masuk ke kamar Rina.


"Apaan sih Bang! lo tu cepetan nikah, masa adeknya nikah duluan." Rina membalas Rino dengan sewot.


"Gue juga mau lah Dek dijodohin, siapa tau dapet keluarga baik kayak keluarga David."


"Tergantung amal perbuatan aja sih, kalo memang lo rajin ibadah, pasti bakal dapet yang baik Bang." Rina sengaja mencetuskan kata 'RAJIN IBADAH' karena yang ia tau bahwa Rino sangat jarang beribadah.


Rio terkejut akan ucapan Rina.


"Dih, baru mau tunangan aja udah songong lo." Ucap Rino sambil menoyor kepala adiknya itu.


"Kak Rinaa, udah ditunggu Papa sama Mama di bawah." Tanpa mengetuk pintu, Rini langsung saja masuk ke kamar Rina.


"Riniiiiii..... biasain ketuk pintu yaa sayangkuhhh." Rina gemas dengan tingkah adiknya itu, sudah berapa kali ia mengingatkan jika ingin masuk kamarnya harus mengetuk pintu.


"Biarin aja, Rini itu pengikut ajaran gue." Sewot Rino.


"Ajaran lo mah ajaran sesat Bang." Tawa Rina lepas seketika.


"Iyaa maaf ya Kak, lain kali Rini ketuk pintu." Selalu saja Rini berkata begitu jika ia lupa mengetuk pintu, tetapi besok atau mungkin lusa, Rini akan mengulanginya.


🤣🤣🤣🤣


Mobil keluarga Rina berhenti di halaman rumah mewah milik keluarga David, tentu saja Gerry dan David sudah menunggu di depan pintu untuk menyambut Rina beserta keluarga.


"Wintara." Gerry tersenyum lebar ketika sahabatnya itu turun dari mobil.


"Iya calon besan." Balas Wintara sambil meledek Gerry.


Bapak-bapak juga bisa bercanda ya:)


Wintara menghampiri Gerry dan David, ia berusaha memeluk Gerry, tidak tega melihat kondisi Gerry yang sedang terduduk di kursi rodanya, ntah kenapa harus Gerry yang menerima penderitaan ini fikirnya.


"Hai Rina, Rino, Rini." Sapa hangatnya kepada kakak beradik itu.


"Iyaa haloo Omm." Jawaban Rino mewakili adik-adiknya.


"Mau langsung ke taman?" David bertanya kepada siapapun yang ingin menjawabnya.


"Iya langsung aja, biar kita bisa siap-siap dulu David." Jawab Mrs.Wintara.


Keluarga David dan Rina menuju ke taman dengan mobil yang berbeda, Wintara dan istrinya, Gerry, Rini dan Rino naik mobil milik Gerry, sedangkan David dan Rina naik mobil milik Wintara.


Sebenarnya sejak kehadiran Rina tadi, tidak sekali pun David mengalihkan pandangannya dari Rina. Mungkin Rina terlalu cantik hari ini, kecantikannya melewati batas wajar.


'Rin, Rin, mundur dikit, cantiknya kelewatan' Lelucon viral itu terus terbayang di benak David.

__ADS_1


"Kamu kenapa liatin aku terus?" Merasa risih akhirnya Rina membuka suaranya.


"Kamu cantik." Jawab David, ya walaupun masih menyetir, ia masih bisa melirik Rina sedikit-sedikit.


"Apaan sih, aku malu tau." Rina merasa malu jika dilihat seperti itu oleh David.


"Kamu keturunan tante Wintara apa keturunan bidadari sih?" Demi kucing yang bahasa Inggrisnya cat, Rina menahan dirinya agar tidak terbang terlalu tinggi.


Ia kaku, tidak bergeming setelah David mengatakan kalimat itu, sekarang jantung Rina sedang berdebar tidak karuan, David sangat jahat, ia tidak memikirkan kondisi jantung Rina.


"Kalo kamu keturunan bidadari, aku beruntung banget bisa dapetin kamu." Lanjutnya lagi.


"Emm.. Kamu gak usah gombal ya." Rina menyerah, ia tidak bisa menahan pipinya agar tidak memerah.


"Pipi kamu merah tuh." Berusaha meledek Rina dan membuat Rina malu, David tertawa kecil, Rina langsung menangkupkan kedua pipinya, berusaha menutupi.


"Iya tadi aku kasih minyak urut, terus kepanasan jadi merah!" Ntah dari mana ide untuk mengeluarkan kalimat itu, Rina terlihat konyol di mata David.


David dan Rina sampai di taman dimana akan dilaksanakan pertunangan mereka, cukup luas jika hanya didatangi keluarga dan teman dekat mereka saja, dekorasi yang bernuansa abu-abu - putih membawa kesan mewah.


"Hah siapa itu?" Rina melihat sesosok wanita yang memakai mini dress sedang duduk di kursi tamu, David mengikuti arah pandang Rina.


"Gak tau, siapa ya."


Rina menghampiri wanita tersebut ditemani David, masih sangat sepi di taman ini, karena keluarganya dan keluarga David belum datang.


"Heyyy." Ucap Rina sambil menepuk pundak wanita itu.


Sontak wanita itu terkejut.


Ternyata...


"LILY? ah gue kira siapa lo." Rina terkekeh geli saat melihat kecerewetan Lily.


"Pagi banget datengnya." Ujar David.


"Yaaa gak apa-apa kan? Gue mau bantu-bantu juga disini hehe.”


Rina sangat bersyukur mempunyai sahabat seperti Lily ini, sangat sangat baik menurutnya, Rina langsung memeluk Lily dengan erat.


"Gw mau sahabatan sama lo terus sampai kapan pun!" Ucap Rina sambil mengeratkan pelukannya.


"Iyaa Rin, pokoknya kalo gue yang tunangan nanti, lo harus datang subuh-subuh ya! Hahaha." Lily tertawa lantang yang disusuli Rina.


Akhirnya keluarga David dan Rina datang, mereka mulai mempersiapkan segalanya di belakang panggung, Lily pun ikut membantu, keluarga Rina sudah sangat dekat dengan Lily, bahkan Rini pun menganggap Lily sebagai Kakaknya juga.


Pukul 08.45, para tamu sudah hampir datang semua, 15 menit lagi acara akan dimulai.


"Aku gerogi." Ucap David dengan wajah pucatnya, Rina tertawa kecil melihat wajah David, baru pertunangan aja sudah seperti ini, apa lagi saat menikah?


"Ah kamu cemen, masa udah gerogi." Padahal Rina baru kenal David kurang lebih satu minggu, tetapi mereka sudah sangat terbuka satu sama lain.


"Gimana jadi? Aku harus ngapain?"


"Tatap mata aku aja." Rina berkata ngawur, ia akan menyesali perkataannya, David menangkup pipi Rina, ia memandang mata coklat nan indah itu, sangat cantik menurutnya.

__ADS_1


Angin yang bersemilir membuat rambut-rambut kecil Rina yang tidak diikat berterbangan mengenai wajah David, David mengarahkan bibirnya ke dahi Rina, cupp.


"Selamat datang di acara pertunangan David dan Rina!!!" MC sudah mulai berbicara, David sudah tidak gugup lagi dan Rina juga masih tenang.


Masuk ke inti acara, David dan Rina saling bertukar cincin dan David mencium tangan Rina begitupun sebaliknya.


Acara berakhir, sekarang semua tamu sedang menikmati hidangan yang telah disediakan, hampir semua tamu yang diundang David dan Rina datang.


David sedang sibuk berbicara dengab teman-teman kantor dan bisnisnya.


Rina juga sibuk mengobrol dengan teman-teman sekolahnya.


"Udah 3 hari Rio gak masuk sekolah." Ucap Fifi, teman sekelas Rio.


"Kenapa?" Tanya Lily.


"Gak ada keterangan, gak ada yang tau dia dimana." Fifi mengucap seolah-olah ini semua ada hubungannya dengan Rina.


"Gagal move on kali." Celetuk Lily.


Rina melamun di pinggir taman, Lily dan Fifi sedang ke toilet umum, ia mengitari pandangannya ke segala arah, ke kanan, kiri, dan depan.


Eh... tunggu duluu... di ujung sana, di dekat pohon seperti Rio? WHAT??.


"Hah?! Rio?" Batin Rina.


Rina berusaha menghampiri Rio, namun dengan cepat, Rio langsung berlari meninggalkan tempat dimana ia berdiri selama acara berlangsung, bagaimana bisa tidak ada yang melihatnya.


"Kamu mau kemana?" David memegang tangan Rina, Rina seperti orang gila dengan tatapan kosong yang ingin ke ujung taman dimana Rio berdiri tadi.


"David, tadi Rio dateng, dia disana." Tunjuk Rina ke arah saat tadi ia melihat Rio.


"Memang, dia dateng dari awal acara dimulai."


DAVID UDAH TAU?!


"Kok kamu ga bilang? kenapa?" Rina merasa kecewa dengan sikap David, bagaimanapun Rina tidak bisa membohongin perasaannya, ia masih sayang dengan mantan kekasihnya itu.


David menaikkan sebelah alisnya.


"Kalo aku bilang? Kamu mau ngapain?" pertanyaan David ini membuat Rina bingung.


Benar juga, memang Rina akan bersikap bagaimana kalau Rio ada disini?


"Seenggaknya kita suruh dia menikmati makanan yang ada disini." Elak Rina.


"Iya udah, maafin aku, aku gak bilang ke kamu kalo tadi Rio dateng." Masih ada cowok yang bisa minta maaf? Masih ada.


David memeluk Rina, ntah kenapa hari ini David mulai memperlakukan Rina sebagaimana pasangan pada umumnya, mencium kening, berpelukan seperti teletubbies, ya mungkin kemarin-kemarin David masih canggung.


Kasian juga yaa Rio :( jadi sedih misahin Rina sama Rio :(


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2