Arranged Marriage Ends Love

Arranged Marriage Ends Love
Masa Lalu


__ADS_3

Rina yang melihat David marah terus berfikir.


'Orang seperti apa David ini' apa dia pemarah? atau penyabar? Ah ntahlah, ini sudah jalan takdirku.'


Seorang wanita paruh baya masuk ke kamar Gerry sambil membawa sebuah nampan berisikan beberapa makanan ringan


"Permisi tuan, ini cemilannya tuan."


"Iya taruh disana saja." Gerry menunjuk ke arah meja kecil yang berada di depan Rina.


"Mungkin Rina dan David bisa saling berkenalan sekarang." Mr.Wintara mengarahkan pandangannya ke arah Gerry.


"Tentu saja, David, kamu ajak Rina jalan-jalan ya, agar kalian bisa saling mengenal satu sama lain." Gerry tampak sumringah mengatakan kalimat tersebut.


Sekali lagi, David melihat Rina, begitupun sebaliknya.


"Iya Yah.” Jawab David dan bergegas keluar kamar.


"Yuk Rin." Ajaknya ketika melihat Rina yang masih duduk di kursinya.


Rina berpamitan sebelum keluar kamar.


"Om, Pah, aku pamit ya." Gerry hanya mengangguk sebagai jawaban, begitupun Wintara.


David dan Rina sampai di halaman rumah, Rina membiarkan David mengeluarkan mobilnya dari garasi rumahnya, setelah menunggu beberapa menit, mobil David keluar dan Rina langsung masuk tanpa basa-basi.


😉😉😉😉


"Rina." David membuka suaranya untuk menghilangkan keheningan dan ketegangan yg ada di mobilnya.


"E? Eh? Iya?" Rina menjawab dengan gugup, sebenarnya ia ingin berbicara sedari tadi, namun ia bingung harus membicarakan apa.


"Tolong maafin ayah, aku tau perjodohan ini pasti buat kamu kaget." Ucap David tanpa menoleh ke arah Rina, ia harus fokus menyetir.


"Iya, aku lagi berusaha untuk terima ini semua sengan ikhlas." Jawab Rina pasrah.


"Aku bakal berusaha jadi pasangan yg baik untuk kamu." David berusaha meyakinkan calon istrinya ini, sepertinya Rina belum bisa menerima perjodohan ini.


'Bagaimanapun sifat David, Rio tetap yang terbaik' Batin Rina.


"Kita mau kemana?" Rina asing dengan arah jalanan yg mobil David lewati.


"Ke taman yang sering kita kunjungi dulu."


Rina memutar kepalanya 90° menghadap David.


"Kita?"

__ADS_1


"Iya, aku sama mantan pacarku."


WHAT?! Rina langsung membisu.


Ia tidak habis fikir, untuk apa David membawanya ke taman yang sudah pasti banyak sekali kenangan David bersama mantan nya.


David memarkirkan mobilnya tepat di samping pohon beringin yg sangat rindang, ia turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Rina, Rina turun tanpa mengucapkan apapun, sejak kalimat David itu, Rina tidak membuka suaranya sama sekali.


"Rin, aku ngajak kamu kesini, untuk menceritakan tentang masa laluku."


"Aku berfikir untuk mengungkap semua masa laluku pada kamu dan tempat ini yang akan menceritakan secara detail setiap kejadiannya." David mengenggam tangan Rina dengan erat.


"Ya Tuhan, aku sudah berprasangka buruk saja." Batin Rina, David mengajak Rina duduk di sebuah kursi panjang yg berada di antara bunga-bunga yg sedang mekar.


"Kamu punya mantan?" Akhirnya Rina membuka suaranya.


"Iya, mantan calon istri." Sontak Rina terkejut dengan kata 'calon istri' yg diucapkan David.


"Kalian tidak jadi menikah?" tanyanya lagi.


"Akan kujelaskan kejadiannya secara lengkap." Tutur David, Rina hanya mengangguk dan memasang wajah penasaran.


"Dulu, saat aku duduk di bangku SMP, aku sangat susah bergaul dengan teman sebayaku, ntah kenapa, aku lebih tertarik dengan buku-buku pelajaran, bahkan aku sama sekali tidak memikirkan soal cinta, saat itu semua siswa berfikir bahwa aku orang yang aneh." Jelas David.


"Bisa disebut waktu itu kamu culun?" Rina menanggapi cerita David.


"Saat aku mulai masuk SMA, aku bertemu seorang perempuan, hmm, menurutku dia cantik, punya banyak teman dan disukai guru-guru karena dia pintar." Rina mencoba membayangkan perempuan itu 'secantik apa dia?'


"Suatu hari kami dipertemukan dalam kejuaraan lomba, kami 1 tim, dan setelah sekian bulan kami kenal, aku mendengar kabar bahwa dia menyukaiku, bisa kamu bayangkan?di luar sana banyak yang memperebutkannya, namun aku yg dipilih Rin, seorang lelaki cupu!" David masih menceritakan masa lalunya.


"Mungkin dia tidak melihat penampilanmu, melainkan sikapmu." Tanggap Rina.


"Iya benar, dia menyukai sikapku."


"Setelah itu, kami mulai berbicara, dan akhirnya kami resmi berpacaran, dia adalah cinta pertamaku, dulu aku berfikir bahwa dialah cinta sejatiku, dia merubah segalanya, dia mengajarkan betapa pentingnya bersoasialisasi dengan orang lain."


"Lalu?"


"Saat aku naik kelas XI, aku sudah bisa bergaul, bahkan penampilanku sudah berubah, aku tidak dikucilkan lagi, malah banyak yang ingin berteman denganku, setiap hari kulewati bersamanya, ya dia, Lala."


"Namanya Lala?"


"Iya namanya Lala, dia perempuan kedua yang aku sayangi setelah Ibuku, aku mengenalkannya pada Ayah, dan Ayah setuju, saat aku seusia denganmu, aku bertunangan, memang pertunangan dini, tapi kami sudah sangat menetapkan hati satu sama lain."


"Pernikahan kalian batal? Sekarang dimana Lala itu? Kenapa kalian membatalkan pernikahannya? Apa ada masalah? Kamu atau Lala yang membatalkan? terus apa hubungannya kalian dengan taman ini?" Rina menanyakan pertanyaan yg bertubi-tubi, seolah penasaran akan kehidupan David.


"Aku akan menjawab tentang taman ini dulu." Ucap David.

__ADS_1


"Taman ini adalah tempat pertama dan terakhir kami bertemu, aku mulai berkenalan dengan Lala di taman ini, untuk lomba itu, dan mengakhiri semuanya juga disini."


"Senang, sedih, semuanya kami ceritakan di taman ini, setiap Lala atau aku punya masalah, kami selalu datang ke taman ini."


"Suatu hari, hari minggu tepatnya." David seperti mengingat-ingat suatu kejadian yang membuatnya menunduk.


"Apa yang terjadi?" Rina sudah menebak bahwa ini adalah kejadian yang sedih pastinya.


"Aku yang sudah mulai sibuk dengan kantor Ayah, dan Lala yang juga sibuk dengan kuliahnya, kami menyempatkan bertemu di taman ini."


"Seperti biasa, kami tertawa, dan mengobrol santai tepat di kursi ini."


Rina segera memerhatikan kursi yang sedang didudukinya bersama David.


David melanjutkan ceritanya


"Aku memandang wajah Lala yang sedang tertawa lepas, aku kira dia adalah wanita yang akan mendampingiku hingga akhir hayatku, ternyata aku yang mendampinginya hingga akhir hayatnya." Ucapan David melemah, namun terlihat sekali di wajahnya ia berusaha tegar.


Rina mengusap punggung David.


"Ntah mengapa, hari itu ia sangat cantik menurutku."


"Lala yang sedang tertawa lepas, tiba-tiba berlari kencang ke arah jalanan, aku menengok ke arah sana, ada seorang anak berusia 4 tahun berlari untuk mengambil balonnya yang terbang, namun sebuah mobil hitam yang melaju kencang menuju anak kecil itu." Sepertinya David tidak kuat melanjutkan ceritanya.


"Lala menolong anak kecil itu? namun malah ia yang tertabrak?" David mengangguk lemah.


"Aku melihat kejadian itu, sangat cepat, tidak sampai 10 detik mungkin, darah Lala bececeran di jalanan." Lanjut David.


Rina memeluk David, ia berusaha menenangkan, ia tau betapa kacaunya David saat itu, ia melihat akhir hidup yang tragis dari cinta pertamanya.


"Lucu, biasanya aku melihat kejadian itu di dalam sinetron dan malah tertawa karena sudah sangat familiar, aku tidak percaya bahwa akan melihatnya secara nyata." Ucap David yang masih berada di pelukan Rina.


David melepas pelukan Rina.


"Maaf, terlalu terbawa suasa, Rin."


"It's okay."


"Rin, how about you?"


Untuk kalian yang gk tau culun itu apa hehe.


Culun itu kayak orang yang gak berani apa-apa gitu:<


Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....😘


Next story......🧐🧐🧐🧐

__ADS_1


Happy Reading....😊😊😊😊


__ADS_2