
Sudah 5 hari sejak hari pertunangan itu, semua sudah menjalankan aktivitasnya masing-masing seperti semula, Rina bersekolah dan David berkerja.
"Kantin yok." Lily berdiri sambil menepuk pundak Rina.
"Ayokk." Jawab Rina bersemangat.
Sesampainya di kantin, Lily dan Rina memesan mie ayam dan jus alpukat.
"Kalo di pikir-pikir udah lama gue gak makan mie ayam." Ucap Lily membuka obrolan, Rina hanya mengangguk untuk menanggapi omongan Lily.
Rina sibuk memainkan ponselnya, ntah apa yang dilihatnya, sepertinya ia sangat serius.
"Eh lo tau Rio kan?"
"Iya tau lah."
"Dia kan temen sekelas gue, udah lebih dari 10 hari dia gak masuk sekolah, padahal orang tuanya juga udah dihubungin, eh gak diangkat, kalo kayak gini, dia bisa dikeluarin dari sekolah."
"Sayang banget ya, padahal dia kan sering kasih penghargaan buat sekolah ini karena menang lomba-lomba basket."
"Iya, gue rasa sih karena pacarnya tunangan sama orang lain."
"Kasihan ya, kayaknya sih frustasi."
Rina yang duduk di dekat 2 siswi itu mendengar percakapan mereka walau ia sedang bermain ponsel, sudah pasti Lily juga mendengarnya,
"Ehmm." Deham Lily.
"Kayaknya lo harus lurusin masalah lo sama Rio deh Rin."
"Kenapa dia kayak bocah sih, cuma gara-gara putus sampe gak masuk sekolah berhari-hari." Kesal Rina, Lily tau bahwa sebenarnya Rina masih sering memikirkan Rio.
"Ya makanya selesain dulu masalah kalian."
"Iya Lily ku zheyenk." Rina gemas dengan tingkah Lily, terkadang Lily seperti ibunya sendiri yang suka memberikan saran-saran saat Rina membutuhkannya.
Bel pulang berbunyi dengan nyaring, Rina tersenyum saat melihat notif ponselnya.
David
Udah pulang Rin***?
Lily bergidik ngeri melihat tingkah Rina.
"Idih lama-lama gila lo, senyum-senyum sendiri." Ucap Lily menyenggol tangan Rina.
"Ih iri aja mblo." Sewot Rina.
"Nahh, gak tau kan lo cowok yang antri untuk gue udah bejibun." Rina tidak menghiraukan ocehan Lily dan langsung melengos pergi.
"Yah ditinggal gue, memang ya kalo orang lagi kasmaran itu jadi lupa segalanya." Celoteh Lily lagi.
"Gila ya lo?" Lily sontak menengok ke arah sumber suara.
"Ngomong sendirian, gila." Ucap Berian yang terkenal akan ketampanannya sampai membuat Adek-adek kelas kelepek-kelepek.
Lily tidak mengedipkan matanya sedetikpun.
"Eh..he.." Ntah mengapa ia jadi seperti orang ling lung saat melihat Berian.
"Lain kali jangan ngomong sendiri, sekali lagi gue liat lo ngomong sendirian, gue bawa ke RSJ lo." Berian melengos pergi meninggalkan Lily yang sedang terheran-heran.
Mimpi apa dia semalam bisa mengobrol dengan Berian.
π€π€π€π€
Rina mengetuk kaca pintu sebuah mobil yang sangat ia kenali sampai pemiliknya membukakan pintu dari dalam.
"Heyyyy." Ucap Rina antusias, David menoleh dan memerhatikan Rina dengan seksama, sungguh cantik calon istrinya ini batin David.
__ADS_1
"Kamu udah lama disini?" Rina heran dengan tatapan David.
"David kamu kenapa?" David tersadar dari lamunan nya karena Rina menepuk bahunya.
"E..eh nggak." Jawab David singkat.
David melajukan mobilnya dengan cepat, pernikahan mereka akan dilaksanakan beberapa hari lagi, mereka harus mempersiapkan semuanya dengan sempurna tanpa ada kekurangan.
"Dav." Panggil Rina di tengah-tengah keheningan yang ada.
"Kenapa?" David tetap fokus menyetir mobil tanpa menoleh kepada Rina.
"Aku kepikiran Rio." Keluh Rina.
"Aku gak tau sekarang dia ada dimana, dia menghilang gitu aja, terakhir kali aku liat dia ya pas pertunangan kita."
David menggenggam tangan Rina.
"Kamu belum yakin sama pernikahan kita?" Tanya David yang membuat Rina menentangnya.
"Bukan gitu maksud aku, kenapa malah nyambung ke pernikahan sih?!"
"Itu kamu masih mikirin Rio." Jawab David santai.
"Ishhh." Rina bete sendiri dengan David, ntah mengapa David membuat hatinya kesal, mmm..., lebih tepatnya membuat hati Rina sesak.
π€£π€£π€£π€£
Mobil David terparkir di pekarangan rumah Rina, karena masih bete dengan David, Rina langsung masuk ke rumahnya tanpa berbicara apapun, David menyusulinya dari belakang.
"Udah pulang?" Tanya Rino saat melihat Adiknya, Rina memasuki rumah.
"Iyaa Bang, mana Mama? Itu ada David."
"Elahh, muka lu kucel amat." Ledek Rino yang tidak dihiraukan Rina.
"Mana Mamaa Bangg?."
"Maa." Sapa Rina lalu menyalami tangan Mrs.Wintara.
"Eh Rina? liat nih Mama lagi masak ayam goyengnya upin ipin, ayam goyenggg." Ucap Mrs.Wintara berlelucon.
Rina menyentuh pipi Mamanya ini.
"Mama sehat?"
Dengan cepat Mrs.Wintara menepis tangan Rina.
"Kamu doa in Mama sakit?"
"Ah ngga, abisnya ayam goyeng ayam goyeng." Jawab Rina.
"Nanti Mama masukin kantong ajaib doraemon juga kamu."
Rina tertawa kecil melihat tingkah mamanya ini.
"Hehehe, ah udah ah Ma, tuh ada David"
"Ehhh ada David? ya udah Mama ke ruang tamu dulu, kamu mandi ya." Rina mengangguk pelan, ia menuju ke kamar dan langsung membersihkan tubuhnya.
Menghabiskan waktu 15 menit untuk membersihkan tubuhnya, Rina menggulung rambutnya dengan handuk, ia segera bergegas mengenakan baju tidur kesukaannya.
Ntah kenapa Rina sangat malas untuk menemui David di ruang tamu, ia masih bete, akhirnya Rina memainkan ponselnya.
"Eh ini chat dari siapa?" Batinnya.
+62897******
Rin
__ADS_1
Aku masih cinta kamu
Sampai kapanpun
Aku bakal nunggu kamu
Kita bakal sama-sama lagi
Rinaπ
Rio***?
"Benarkah Rio?" Ah sudahlah batin Rina, Rio hanya belum bisa move on menurutnya.
"RINNN." Teriakan Rino menyelusup sampai ke kamar Rina.
"KENAPAA." Balas Rina berteriak juga.
"CEPET KELUAR, INI ADA DAVID WOYY."
"Heuh." Rina menghela nafas, ia keluar kamar dengan onesienya yang sangat lucu.
David tidak mengedip saat melihat Rina, astagaa imut sekali calon istirnya memakai pakaian seperti itu.
Tidak sadar ia tersenyum karena membayangkan masa setelah mereka menikah, ia akan sering melihat Rina memakai baju itu.
"Ehhmmm." Deham Rina karena melihat David senyum-senyum sendiri.
"Rina, kok baru keluar sih, ini David udah mau pulang." Tegur Mrs.Wintara.
"Maafin Rina ya David."
"Iya Tante gak apa-apa kok." Jawab David sopan.
"Maaf ya Dav." Sebenarnya Rina juga merasa tak enak hati, ntah mengapa rasa bete nya sekarang menghilang.
"Ya udah David pamit Tan." Pamit David lalu menyalami Mrs.Wintara.
Rina menemani David sampai ke depan mobilnya.
"Kamu masih bete?" Tanya David.
Rina menggelengkan kepalanya sambil memajukan bibirnya, Ya Tuhan, wajah seperti apa ini, mengapa sangat imut?!?!
Sontak David menarik tubuh Rina ke dalam pelukannya, ia mengelus rambut Rina, baju tidur Rina yang halus bersentuhan dengan kemeja David, Rina membalas pelukkan David dengan merangkulkan kedua tangannya ke pinggang David.
"Jangan ngambek lagi, tadi aku cuma bercanda sayang." DEG, jantung Rina berdebar sungguh hebat, baru kali ini David memanggilnya dengan sebutan 'sayang'.
David tersenyum geli saat merasakan jantung Rina berdebar kuat di dalam pelukannya.
"Ah udah ah aku mau masuk ke rumah, bisa mati aku kalo jantung aku copot karena kena guncangan yang dahsyatt." Rina tertawa sambil melepas pelukan David.
"Besok aku ada pekerjaan di kantor, kita gak bisa jalan-jalan, jangan sedih ya." David menoel hidung Rina sekilas.
"Dih siapa juga yang mau jalan sama kamu?pede banget." Balas Rina cemberut.
"Yah aku kira kamu bakal sedih karena gak jalan sama orang ganteng." Rina melototkan kedua matanya.
"Ih pede banget kamu!" Sengaja ia mencubit tangan David.
"Ya udah aku pulang dulu ya." David masuk ke dalam mobilnya.
"Dadahhh." Rina melambaikan tangannya kepada mobil yang sudah melesat keluar dari pekarangan rumahnya.
"Padahal rencananya besok mau ajak David nonton." Batin Rina.
Gemayyy gak sama Rina dan David?
Hii reader's...... Jangan lupa Like and vote nya yah.....π
Next story......π§π§π§π§
__ADS_1
Happy Reading....ππππ