
"Jadi itu yang kau simpulkan?" Tanya Kaisar sambil menatap lembaran kertas yang ditulis Zion.
"Itu yang kami dan anggota BS simpulkan," jawab Zion dengan tegas.
"Tidak ada bukti pasti. Tapi anggap saja ini teori yang ku dapatkan tentang misi pertamamu," sahut Kaisar. Kaisar memasukan kertas tadi ke dalam laci.
"Apa iblis itu ada?"
Kaisar terbelangak mendengar pertanyaan itu. Dia menatap Zion yang tampak serius menanyakannya. "Itu hanya legenda dari anak-anak diluar Wishland 500 tahun lalu. Di Wishland tidak ada makhluk seperti itu, tapi yang memiliki sifat seperti itu ada."
"Maksud anda?"
"Iblis adalah seseorang yang memiliki sifat jahat, dan suka mengacau. Bukannya di dunia ini banyak orang seperti itu?" Kasiar menyengir pada Zion.
Zion mengangguk. Bukan berarti dia menerima sepenuhnya yang dikatakan kaisar. "Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu."
__ADS_1
Suara pintu tertutup terdengar keras. Kaisar langsung berdiri dan berdiri di samping jendela. Matanya menuju langit biru yang sedang mbentang di awal musim panas ini. Langit biru tanpa awan. Sudah sangat lama dia tidak melihat langit, karena warna langit sama dengan warna rambut seseorang yang sempat membuatnya tersenyum. Kini orang itu sudah tidak ada. Dia berkahir dengan tragis, sebelum Kaisar menemukannya. Yang dia bisa lihat adalah sorot mata zambrud milik Zion, sama seperti mara wanita itu.
#
Aku berdiri di samping rel kereta. Entah berapa kali rel ini di ganti, tapi dimataku tampak sama saja. Yang berbeda, kali ini aku sendirian menunggu kereta datang. Walaupun aku pernah merasakan hal yang sama, saat aku Kabur di saat yang tidak tepat. Berada di dunia ini sendirian, entah mengapa terasa aneh. Apalagi tubuh ini. Aku menatap diriku di sebuah cermin kecil. Kenapa aku berada di tubuh ini? Aku terus menanyakan itu, aku datang ke sini, tapi mengapa aku masuk ke tubuh anak Half Elf 15 tahun yang lalu, saat anak ini berusia satu tahun. Ah aku tidak mengerti.
Selama 14 tahun ini aku hidup sendiri dan di asuh oleh nenek tua itu. Lalu satu tahun yang lalu dia meninggal. Dan dia menyuruhku datang ke Whisley. Dulu aku kabur dari Whisley saat kelas 3, dan kini aku melanjutkan ke kelas 4. Rasanya sanga aneh.
"Padahal dulu kita berjanji untuk lulus bersama-sama. Kenapa aku harus sendiri begini?" Gumamku.
Kenapa aku hidup begini? Itu sebabnya aku mulai misi ini. Jika aku bisa terlempar di 500 tahun setelah Nyx bangkit. Itu berarti aku bisa kembali pada saat aku melihat Kiki menusukkan dirinya sendiri. Aku harus bisa kembali ke masa itu. Hanya ada satu cara, walaupun belum tentu itu berhasil. Yaitu menghidupkan kembali stasiun Hope. Karena di sana litas dunia. Aku akan kembali ke dunia luar Wishland, dan masuk lagi menggunakan seluruh kekuatanku untuk kembali ke waktu itu. Aku sudah mendapatkan pedang yang disimpan Trick, tinggal 2 benda lagi. Di sana semua kekuatanku yang diberikan Alan 500 tahun lalu tersimpan.
Kereta melintas di depanku. Hanya jalur ini yang masih aktif setelah satsiun Hope mati. Jalur kereta yang membelah dari ujung Wishland ke ujung lain. Aku menaiki kereta ini. Sedikit berbeda dari yang terakhir kuingat. Hanya ini teknologi dari luar Wishland yang masih ada. Kebanyakan teknologi di sini menggunakan sihir. Walaupun manusia bisa hidup damai saat ini, entah mengapa aku tidak terlalu suka. Lagipula aku sekarang adalah Elf.
Melihat dunia yang saat ini aku jadi ingat kata-kata Violet waktu itu, saat dia menemukanku di Perpustakaan. Bahkan sekarang masih sama, anak bangsawan saja yang bisa masuk ke Whisley. Tempat itu bahkan lebih buruk daripada dulu. Manusia masih tetap sama. Egois satu sama lain. Mereka hanya mementingkan harta untuk membuat istana tampa memikirkan siapa yang sudah diperas.
__ADS_1
"Apa kubiar saja iblis itu mengacau Wishland?"
Di Wishland sekarang, ancaman terbesar bukan lagi Nyx. Sejujurnya aku belum pernah melihat Nyx. Karena aku langsung terlempar ke dunia ini dalam wujud roh, dan saat mendapat tubuh, aku malah berada jauh dari kebangkitan Nyx. Rumit memang, butuh waktu lama buatku menyesuaikan diri, dan terjadi berulang kali. Untungnya ada orang seperti Fox yang masih hidup. Dia membantuku berbaur, dan menemukan tujuanku sekarang.
Lalu soal iblis itu, Devil, aku tidak tahu bagaimana dia ada. Yang kutahu dia berasal dari luar Wishland, sama sepertiku. Dia juga langsung mengenali dan tahu masa laluku, juga tujuanku. Aku memang cukup sering bertemu dengannya, dan setiap dia berulah, entah kebetulan atau tidak, aku melihatnya. Bohong jika kukatakan, aku tidak penasaran dengannya. Tapi aku merasa tidak perlu ikut campur urusannya. Karena urusanku bukan di zaman ini. Aku harus kembali ke tempatku seharusnya. Walau kadang aku merasa tindakannya sangat kelewatan.
Dalam sejarah seorang gadis berambut merah mengalahkan Nyx. Gadis bernama Harika. Banyak yang mengira itu aku. Sepertinya bukan, mana mungkin, aku terlempar jauh dari masa itu. Jika aku bisa terjebak di sini, mungkin Harika yang asli, ibuku, yang mengalahkan Nyx. Tidak ada yang tidak mungkin di Wishland. Bahkan walau itu sangat rumit untuk dijelaskan.
Aku menatap ke arah jendela. Sangat berbeda dari dulu. Dulu yang kulihat hanya pohon-pohon atau lapangan rumput. Walaupun sekarang masih ada, tapi aku bisa melihat rumah-rumah, dan lahan pertanian. Berbeda dari dulu, manusia bisa bebas menjelajah Wishland, dan berbaur dengan makhluk-makhluk lain. Ini dunia yang diinginkan Keke dulu.
Andai mereka tahu, terkadang berada di Whisley sangat menyesakkan. Kegiatan membosankan seperti membaca buku atau berjalan menuju perpustakaan, sekarang benar-benar memuakan. Semua orang yang berada di sana hanya anak-anak sombong yang menilai seseorang dengan status dan harta. Aku tidak mau berbaur dengan orang seperti mereka.
Lalu pemuda bernama Zion itu, aku menyesal mengajaknya berbicara terlebih dulu. Awalnya aku hanya penasaran. Karena wajahnya, juga sorot matanya mengingatkan ku pada seseorang. Entah siapa itu, aku juga melupakannya. Seseorang yang sangat dekat, selalu memperlakukanku dengan lembut dan hangat, dan tersenyum padaku. Siapa dia? Kenapa aku lupa.
Aku terus memikirkannya, hingga tanpa sadar mataku terpejam dan tidur. Selama kekuatanku belum pulih, aku masih Memiliki tubuh fana yang bisa merasa sakit, lapar, kantuk dan lainnya. Walau jiwaku bisa dibilang abadi dan kekal, sampai aku menemukan cara agar keluar dari semua ini. mungkin ini hukuman Alan padaku, karena aku kabur dari tanggung jawab dulu hanya karena melihat Kiki meninggal di depanku. Aku benar-benar pengecut.
__ADS_1