Arsip

Arsip
1


__ADS_3

Ada 4 elemen sihir di dunia ini, dan setiap orang memilih satu elemen masing-masing. Sihir itu di turunkan dari generasi ke generasi. Namun jumlah mana seseorang berbeda, bisa karena gen, atau kejadian khusus yang membuat jumlah Mana meningkat. Dan hanya pemilik mana besar yang dapat megusaia elemen sihir.


Namun awalnya para penyihir menjadi egois dan menggunakan sihir sesuka hati. Juga banyak orang yang memilih mana besar namun tidak tahu bagaimana mengendalikannya mananya sehingga menimbulkan bencana. Sehingga Ratusan lalu seorang penyihir membuat Academy sihir yang akan menjadi tempat belajar para penyihir. Haven Academy, di ambil langsung dari nama sang penyihir.


Seiring waktu sejalan dengan mulai terkontrolnya para penyihir, kini ada 2 aliran penyihir. Pertama penyihir resmi yang bekeeja untuk suatu kerajaan atau masyarakat. Dan yang kedua adalah penyihir liar yang tidak terikat hubungan dengan apapun. Kedua penyihir yang sering bertolakbelakang dan bermusuhan. Namun terkadang mereka menjadi dekat dan menjalin hubungan khusus.


Aku adalah anak dari seorang penyihir Liar dan penyihir kerajaan, seperti cerita yang berawal kebencian dan beruba menjadi cinta. Namun semua omong kosong yang tidak berarti. Ayahku merupakan penyihir liar pergi meninggalkan kami saat aku berusia 5 tahun. Dan ibuku, semua orang mengenalnya, tapi tidak banyak yang tahu aku anaknya. Dia sekarang bahagia sebagai salah satu selir kaisar, dan membuangku.


Kehidupan di Haven Academy tidak buruk, aku sudah berada di sini sejal berusia 12 tahun, saat itu ketika salah satu penyihir wanita henat menjadi selir Raja. Kedua orangtuaku masiu hidup, tapi rsanya aku seperti yatim piatu yang tidak punya rumah atau bahkan keluarga. Tahun ini aku berusia 16 tahun, dan aku sudah tahu akan ke mana.


"Aku ingin menjadi penyihir liar," ujarku pada Vlad, salah satu guru di Academy. Dia tidak terlalu kaget, tentu saja karena Vlad mengetahui seluruh latar belakangku. "Jadi aku tidak perlu melanjutkan sekolah kan?"


Vlad menggelengkan kepala. "Yahsa, ini pertemuan ketiga kita, dan kau masih sama saja," dengusku. Penyihir liar memang di anggap jelek apalagi untuk para penyihir kerajaan seperti Vlad.


"Lalu aku harus melihat wanita itu bahagia dengan keluarga barunya, sedangkan aku berlutut seperti budaknya, begitu?"


"Jika kau sudah dewasa, kau akan mengerti keadaan selir Meylin," dia menyebut nama Ibuku. Tentu saja, dia teman ibuku saat Academy.


"Aku sudah cukup besar, itu sebabnya aku tidak ingin mengganggunya. Kudengar dia baru membelikan hadiah ulang tahun untuk anak tirinya. Padahal dia lupa hari ulang tahun anak kandungnya," aku tersenyum mengatakan hal menggelitik seperti ini. "Lagipula aku punya mana sebesar wanita itu."


Vlad sudah kehabisan kata, lagipula dia yang paling tahu keadaanku. "Baiklah kau akan lulus tahun depan, dan bebas menjadi penyihir liar."

__ADS_1


"Haa ...? Baiklah jika aku harus bersama gadis-gadis itu."


"Tidak Yash, satu tahun ini kau akan masuk ke sayap tengah. Tempat yang harusnya kau masuki dari awal."


Ada tiga pembagian kelas di HA (Haven Academy), sayang kanan untuk para anak biasa, sayap kiri kebanyakan untuk mereka yang memiliki mana sedikit, dan sayap tengah untuk murid khusus. Isinya pemilik mana besar, dan kebanyakan merupakan para bangsawan. Itu yang tidak kusuka di sana, dan memberontak masuk ke sayap kanan.


"Ah, aku tidak-"


"Satu tahun di sana, atau kau harus lulus 3 tahun lagi."


"Tidak, setengah tahun. Atau aku akan kabur sekarang," kami saling memotong dan berdebat.


Aku memasang senyum kesenangan. "Apa aku juga mendapatkan fasilitas seperti mereka?"


"Notabenenya kau adalah bangsawan, tentu iya."


Fasilitas di sayap tengah sangat VIp, tentu saja, bahkan Pangeran dan putri masuk ke sana. Dalam segi fasilitas memamg sangat nyaman. Walaupun begitu aku tidak suka dengan orang-orang yang menganggap mereka unggul dari liannya.


"Hanya perlu mengikuti kelas, tugas, dan mengerjakan tugas saja kan? Aku tidak perlu mengikuti ekstrakurikuler atau bergaul dengan mereka kan?"


"Di Sayap kanan saja kau tidak melakukan, apalagi di sayap tengah. Walaupun tidak kaget jika kau membuat keributan." Vlad memperingaiku.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan lulus dengan tenang. Jika aku membuat masalah bukannya nama baik Selir akan hancur. Aku akan diam kali ini," aku tertawa kecil. Menertawakan hidupku yang lucu ini.


Vlad menatapku dengan iba, tatapan yang ratusan kali ia lontarkan padaku. Dia yang membawaku ke sini ketika ibuku sudah tidak ingin merawatku. Aku tidak membencinya, hanya saja aku tidak ingin melihatnya lagi. Dan kurasa dia pun sepemikiran.


"Aku akan mengurus semuanya besok, ini kunci kamarmu," dia memberiku kunci yang harusnya sejak awal kumiliki. Tempat itu sampai sekarang belum menjadi milik orang lain.


"Kalau begitu sampai jumpa Guru."


Aku mengubah diriku menjadi kupu-kupu yang terbuat dari kumpulan angin berwarna kuning, dan terbang keluar jendela. Angin adalah sihir yang jarang dimiliki, ini satu-satunya hal yang kuwarisi dari dia.


Rambut hitam dengan bola kata coklat gelap, semua sama seperti milik ayahku, seorang penyihir liar yang kulupa wajahnya. Mungkin sekarang dia juga melupakanku. Aku berharap semua orang hanya menganggapku sebagai angin lalu, sehingga aku tidak perlu berfikir bagaimana tanggapan mereka padaku.


###


Satu kamar untuk seorang diri, berbeda dengan sayap kanan di mana kau harus membagi kamat. Kasur di saka juga tudak selembut dam sehalus sekarang. Ada jendela besar sehingga tempat ini terang dan memiliki siklus udara yang bagus. Kurasa hanya ini yang kusukai dari sayap tengah. Sayangnya hanya 6 bulan waktuku menikmati kasur lembut ini.


Aku melihat seragam yang harus kugunakan, benar-benar berbeda dari seragam Sayap kanan, lebih mewah dan dengan kualitas barang bagus. Makanan di sini di kirim sesuai jam oleh pelayan, belum lagi beberapa servis yang bisa di dapatkan. Wajar saja banyak orang yang ingin masuk ke sayap tengah.


Andai aku bukan putri dari wanita itu, mungkin sejak awal aku bersedia masuk sini. Kudengar pangeran kedua dan putri ketiga masih di Academy, anak tiri yang wanita itu sayangi. Aku tidak ingin melihat mereka sehingga membuatku bertemu dengan wanita itu lagi.


Penyihir liar hanya alasanku untuk keluar dari sini. Biasanya jika anak mengatakan akan menjadi penyihir liar, dia akan langsung di keluarkan. Namun Vlad menahanku sampai sekarang. Aku tidak berniat menjadi penyihir liar seutuhnya. sejujurnya aku ingin keluar dari Academy dan menjadi orang biasa. Aku tidak ingin menjadi penyihir dan hidup damai di rumah kecil, dan mungkin punya keluarga normal yang bahagia. Itu adalah hal yang ingin kulakukan.

__ADS_1


__ADS_2