
Svarga merupakan sebuah daratan yang melayang di atas tanah Wishland. Dahulu tempat ini di beri prisai sehingga sihir tidak bisa masuk, lalu di kembangkan hingga hanya Nox yang tidak bisa masuk. Dan kini segala sihir bisa masuk ke Svarga setelah bergantinya sistem Demokrasi menjadi Monarki, di pengaruhi oleh pintu dimensi dunia Wishland ke dunia luar tertutup. Penjetus pertama monarki adalah raja Frassio Varellio pertama, kekuasaan diperkuat karena dirinya adalah tunangan dari Violet Grande, Ratu wanita pertama Ethopia. Walau sampai akhir hayat mereka tidak pernah menikah atau bersama, hubungan mereka hanya sebatas teman politik. Ada mengatakan karena Raja Svarga waktu itu mencintai wanita lain, namun dia terlanjur bertunangan dengan Ratu Ethopia, dan pertunangan itu tidak bisa di putus hingga salah satu mati. Sudah hampir 5 abad keluarga Frassio menjagi keluarga kerajaan.
Foto-foto lama tergantung di dinding. Di tengah terdapat figuran terbesar yang berisi foto Frassio Varellio, lalu di sekitarnya terdapat foto dengan figur kecil, yang merupak foto-fotonya di masa muda. Atarah menatap salah satu foto di sana, ketika Frassio Varellio masih di Academy Whisley. Dia tersenyum bersama dengan 5 temannya yang lain.
"Mereka adalah orang-orang hebat ketika dewasa," ujar Xylia yang mendekati Atarah.
Atarah mengangguk. "Aku tahu itu."
Violet Grande, setelah Ethopia di serang ia kehilangan seluruh keluarganya, dan langsung menjadi Ratu di usia ke 15 tahun. Frassia Valeria, kini memiliki jiwa abadi dan menjadi tetua yang sangat di hormati di Wishland. Lalu Gleen Philips, sahabat dan tangan kanan Frassio Varellio hingga akhir hayat. Dia juga merupakan pemimpin pasukan garis depan saat perang besar bersama istrinya. Keyra Akeyna, dia di sebuah pahlawan besar wanita yang tanpa ragu di barisan pertama walau saat itu dia masih sangat muda. Namanya berubah menjadi Keyra Philips setelah menikah dengan Gleen Philips, dan karena usahanya kini manusia dan makhluk Wishland bisa hidup rukun. Naficy Crystal adalah anak dari Thea Crystal sang pengkhianat Ethopia dan pemimpin pasukan Blackmoon. Dia tewas satu tahun setelah foto ini diambil. Karena pengorbanannya ibu Gaia bangkit dan membuang para pengkhianat keluar Ethopia. Lalu yang terakhir, Karlysia Harika, semua orang Wishland tahu siapa dia. Sebutannya adalah anak Alan, dia yang mengalahkan Nyx dan mengakhirinya perang besar. Namun setelah itu dia menghilang bersama Alan. Ada yang mengatakan ia kembali ke asalnya di luar Wishland, dan yang lain percaya ia memunggu waktunya ketika Nyx kembali bangkit dan mengalahkannya lagi.
"Mereka sangat hebat," gumam Atarah.
Karlysia Harika, terkadang dia lupa bahwa dulu orang-orang memanggilnya dengan nama itu. Rambut kemerahan dan mata coklat terang, seperti warna teh yang diseduh. Anak lugu dan polos yang sangat bahagia saat pertama di bawa ke Wishland. Namun berakhir pengecut karena kabur dari takdirnya. Dan saat dia berusaha kembali, dia pergi ke tempat yang tidak tepat sendirian.
Xylia menatap Atarah dengan bawa mata bengkak karena terus menangis. "Walaupun terlambat, terima kasih sudah menyelamatkan saya. Atas nama Frassio saya akan berutang budi pada anda," ujarnya sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku datang karena ada urusan."
Gaun hitam dikenakan Xylia, acara pemakaman Enver Redhodt baru saja selesai. Beberapa murid Whisley datang untuk berduka cita, yang semuanya adalah anggota BS. Perwakilan kekaisaran Albany seperti Zion dan Vim juga datang. Selain pemakaman Enver, ini juga menjadi pemakaman tanpa jazad untuk 19 murid Wishland yang menghilang, dan satu murid yang tubuhnya sempat hancur sebelum diperbaiki Atarah. Atarah sendiri kemari karena ada hubungannya dengan ia yang berhasil melukai Devil, dan menyelamatkan 3 anak lain.
"Bagaimana jika saya mengajak anda berjalan-jalan di Svarga, anda pasti baru pertama ke sini," tawar Xylia yang berusaha tersenyum ramah. Walau pasti sangat sulit karena ia baru saja kehilangan seorang temannya. Walau di BS kehilangan rekan adalah hal biasa
Atarah menatap keluar jendela, di sini ia bisa melihat sekilas Svarga yang penuh bangunan tinggi berwarna silver. Seperti kota industri modern dalam game atau film, itu menurutnya. "Benar ini pertamakali aku ke sini. Seseorang berjanji padaku mengajakku ke sini. Tapi kami terlanjur berpisah sebelum aku sempat ke sini," ujar Atarah.
"Apa itu kekasih anda?"
Sebuah langkah mendekati mereka. Nampak pria bertubuh tingga dan kekar mendekati mereka berdua. Rambut peraknya terselip di belakang telinga runcing itu. Lalu sorot mata emas menatap Atarah, dengan senyum datar pada bibirnya. Dua orang pemuda juga berjalan di belakang mereka, masing-masing dari mereka memakai seragam Whisley, yang sama dikenakan oleh Atarah. Mengenali siapa yang datang, Xylia langsung membungkuk hormat. Hanya Atarah yang masih berdiri tegak dengan wajah datar.
Kaisar Keyler membungkuk hormat pada Atarah, membuat orang-orang yang melihatnya terheran, dan mulai mempertanyakan siapa gadis itu sampai-sampai seorang Kaisar membungkuk hormat padanya. Zion yang tahu bahwa Atarah adalah anak dari Frassia Valeria tidak menyangka orang ini akan seperti ini, bahkan Zion tidak pernah melihat Kaisar memberi hormat di depan Frassia Valeria.
"Salam atas nama Alan," ujar Kaisar berbarengan dengan mengangkat tubuhnya.
__ADS_1
"Kau tak perlu melakukan itu di depan mereka," ujar Atarah.
"Kurasa itu pantas untuk seseorang yang telah menyelamatkan anakku," arah tangannya mengarah ke arah Zion. Sorot mata Atarah sesaat menatap Zion yang masih berani menatapnya walau Kaisar saja membungkuk padanya. "Lalu aku senang kau sudah berpihak pada kami," lanjutnya dengan suara riang.
"Hanya kebetulan, dia mengambil barang pemberian ibuku. Padahal ibuku bersusah payah membuatnya."
"Tapi kau akan memburu Devil bukan. Kalau begitu aku berikan dua anak padamu." Zion dan Vim terkejut mendengarnya.
Melihat ekpersi mereka berdua yang tidak setuju dengan keputusan kaisar, Atarah langsung menolaknya. "Aku bekerja sendiri. Lagipula aku sangat mengenali bedebah itu." Atarah tersenyum dengan sorot mata tajam ke arah Kaisar.
Kaisar mengelum senyum, bahkan sampai sekarang anak ini selalu membuatnya emosi. Sangat disayangkan dia bahkan tidak boleh menyentuhnya sedetikpun. "Benar juga, kalian berasal dari tempat yang sama."
Atarah hanya tersenyum lebar. Tidak memberi jawaban iya atau tidak secara kalimat. Sorot mata Kaisar mengarah ke foto-foto di dinding. Lalu berfokus pada sebuah foto yang tadi di lihat Atarah.
"Kalau begitu aku pergi dulu. Jika kau ingin berburu makhluk itu, aku ada di pihakmu," lanjut Kaisar yang sekali lagi membungkukkan badan.
__ADS_1
Atarah tetap tersenyum tanpa suara, bahkan ketika Kaisar melewatinya. Sorot mata emas tajam tanda kekesal sempat mengarah ke dirinya. Namun dia mengabaikannya. Begitu pula dua sorot mata yang berjalan di belakangnya. Ketika kaisar menjauh dari tempat Atarah berdiri, gantian Xylia yang menatapnya dengan penuh tanya. Sekaan dari ekpresinya bertanya, 'Kau ini siapa?'