Arsip

Arsip
15


__ADS_3

Sebuah kotak tua persegi panjang, Valeria memberikannya pada Atarah. Atarah terbengong dan menerima kotak itu. Dari luar dia sudah tahu apa isinya, ini kotak miliknya dulu. Dengan wajah datar Valeria, dia memegang pundak Atarah.


"Kakakku menyimpannya untukmu, terima kasih sudah menjadi Atarahku selama ini. Mulai sekarang aku adalah teman lamamu Kaka," ujarnya.


Atarah nenyengir. "Terima kasih Sia."


Valeria membalik badan, dan berjalan melalui lorong berwarna putih. Tubuhnya semakin kecil, rambut putihnya benar-benar bersinar di terpa cahaya. Dia lalu menghilang ketika berbelok.


Atarah membuka kotak itu, yang ada di dalamnya adalah boneka kelinci tua berwarna putih. Dan debuah kristal yang di dalamnya terdapat bunga mawar. Atarah menghela nafas panjang. Ia menatap kristal itu. Seseorang dulu memberikannya padanya, sebagai kado ulang tahun. Dan boneka ini adalah kado ulang tahun dari orang tunya dulu. Dia kembali mendapat semua ini sebagai hadiah ulang tahu, namun sebagai orang lain. Dilaur daripada itu, ini adalah benda yang dia cari. Dari melihatnya saja, Atarah merasakan energi yang luar biasa di dalam boneka ini.


"Tinggal satu benda lagi. Kira-kira di mana itu? Sepertinya aku harus kembali ke Whisley."


#


Musim panas berlalu begitu saja. Udara dingin mulai menyelimuti dataran Wishland. Pepohan berganti warna, membuat hutan kini berwarna jingga. Di Albany, para petani mulai memanen. Mereka harus selesai memanen sebelum musim dingin datang. Atau setidaknya tumbunan mereka yang mati terlebih dulu mati karena dingin. Kereta-kereta kuda mewah masuk ke dalam Albany, dari bentuk kereta itu sudah ditebak siapa penumpangnya. Para anak bangsawan yang kembali ke Whisley Academy.

__ADS_1


Satu per satu kereta berhenti di halaman Academi, seorang murid bersama pelayannya masuk sambil membawakan barang-barang mereka. Walaupun kebanyakan dari para murid ini bangsawan, tapi Academy melarang pelayan di sini. Apalagi sudah ada banyak Dwarfs yang bekerja di sini, untuk apa perlu pelayan. Ini bukan sekolah bangsawan seperti itu.


Zion dan Xylia berdiri di atas menara, angin dingin membuat mereka harus menggunakan seragam yang berlapis. Hanya mereka berdua yang ada di sana, sedangkan yang lain menunggu di tangga menara. Dari kejauhan burung gagak dari asap hitam mendekati mereka. Lalu hinggap ketika Xylia mengulurkan tangan ke atas. Ketika burung itu menguap menjadi udara, sebuah gulungan kertas dengan pita merah muncul. Xylia memegang gulungan itu, ia melepas pitanya agar ia bisa membaca isi dari kertas itu.


Singkatnya saat musim panas, Zion hanya harus bersama Atarah selama dua minggu. Tepat saat Atarah berulang tahun, Zion di kembalikan ke Albany. Sebagai imbalan dari pekerjaannya, Frassia Valeria memberikan sebuah bukit yang sangat luas di ujung Albany sebagai kediamannya. Kaisar pasti hanya akan memberi wilayah untuk diurus, dan warisan dari Ayah tirinya pasti akan disebutkan suatu saat nanti. Tanah itu akan menjadi harta milik Zion sendiri. Setelah itu Kaisar memberi perintah bahwa akan ada misi selanjutnya sampai dia lulus dari Whisley, dan kali ini dia harus bekerja sama dengan Xylia, putri Svarga.


"Ada para bandit penyihir yang bersembunyi di sekitar Academy, kita harus berburu. Dan jangan mendekati Elf berambut putih, dan apapun yang berkaitan dengan sang Devil. Itu bukan wawena kita. Sepertinya yang terakhir itu untuk anda," tutur Xylia dengan nada khas para bangsawan.


Zion tersenyum dan menyipitkan mata. "Jangan khawatir saya tuan putri."


"Maaf membuat anda harus menerima misi rendahan seperti ini."


Xylia tidak suka melihat cara Zion tersenyum. Dia merasa kesal karenanya. Xylia berjalan meninggalkan Zion, ke arah tangga turun menara. "Kalau begitu kita bertemu besok malam," ucapnya sebelum menuruni tangga.


Bandit penyihir adalah sebutan bagi mereka yang menggunakan sihir hitam. Nox adalah sihir dari penguasa kegelapan Nyx yang tertinggal di Wishland. Tidak semua Nox bersifat menghancurkan atau berdampingan buruk, sedangkan sihir Hitam adalah sihir terlarang yang di ciptakan oleh makhluk hidup. Sihir ini sangat membahayakan bukan hanya pada orang lain, juga penggunaannya. Hampir semua sihir hitam harus mengorbankan jiwa seseorang dalam prakteknya. Para bandit penyihir ini berkelompok, dan tak jarang mereka bekerja sama dengan para pengikut Nyx atau sebagian dari mereka adalah pemuja Nyx. Dan rumor yang beredar, bandit hitam saat ini di bawah naungan Devil, walau itu hanya sebatas rumor tanpa bukti.

__ADS_1


Mata Zion menatap ke arah bawah. Seorang Elf berambut putih berjalan masuk sendirian dengan koper di tangannya. Berbeda dari yang lain, dia tidak datang membawa kereta atau seorang pelayan yang mengikutinya. Karena itulah tidak ada yang akan tahu dia adalah anak dari seorang tetua keluarga besar Frassio. Tatapannya datar, menatap lurus ke jalan di depannya.


Zion mendapatkan perintah agar tidak mendekati gadis itu. Tapi entah mengapa rasa penasaran terus muncul pada Atarah. Mereka menghabiskan setengah musim panas bersama. Tapi tak banyak yang dilakukan selain melihatnya membaca buku, atau berjalan-jalan di kota Ethopia. Dia nampak seperti gadis biasa saat itu, walau terkadang mengatakan kata-kata yang cukup aneh. Bahkan saat pertama kali mereka bertemu di Ethopia, Atarah menangis di depan makam orang lain.


#


Suara hewan melolong membising membangunkan para serangga yang tidur di dalam hutan. Hewan-hewan kecil masuk ke sarang mereka agar tidak di mangsa oleh para predator. Hentakan langkah mengarah ke salah satu pohon besar di sana. Obot dari api biru bersinar di gelapnya hitam. Orang-orang mengenakan jubah merah darah berbaris, lalu berhenti di depan pohon itu.


Di atas potong seseorang berjubah merah, yang ujung jubahnya banyak sekali robekan, dan beberapa bekas terbakar. Jubah itu menutupi hampir seluruh tubuhnya, hanya nampak sekilas kemeja Putih yang ia kenakan, dan celana pendek hitam yang ia kenakan. Di antara yang lain, jubah merah yang ia kenakan lenih mereka terang. Hanya nampak bibir pucat tipisnya, sisanya terhalang oleh tudung, dan topeng srigala berwarna hitam. Sehelai rambutnya pun tak pernah nampak.


Orang-orang itu menancapkan obor mereka di depan. Lalu bersujud bersamaan menghadap orang yang memakai topeng itu. Sujud mereka membuat orang bertopeng tadi tersenyum puas.


"Hormat kami pada sang Iblis!" Seru mereka serentak.


"Ahahaha, ahahaha!" Gelagak tawa terdengar keras di dalam hitam. Mengagetkan hewan-hewan yang tak sengaja lewat di sana. Senyumannya semakin lebar, lalu ia mengangkat tangannya ke depan. "Selamat datang para pengabdiku. Sebentar lagi kalian akan berburu untuk mencari kekuatan yang lebih besar dari milik penguasa malam."

__ADS_1


__ADS_2