Arsip

Arsip
9


__ADS_3

Zion menaiki tangga menuju atas menara. Tangannya terus meraba tembok tua yang ditumbuhi tanaman. Dia tiadak peduli ujung jarinya yang menghitam karena debu dan tanah yang menempel di sana. Tempat ini jelas sangat jarang tidak di datangi orang. Dan para Dwarfs tidak pernah membersihkan tempat ini.


Langkah Zion berhenti ketika melihat sebuah gambaran yang tersembunyi di balik tanamam rambat. Ia dengan brutal langsung mencabut tanamam itu, dan membersihkan sisa tanah, agar gambar itu terlihat jelas. Mata Zion langsung terbelangak saat melihatNya.


Sebuah gambar bulan sabit besar berwarna hitam, ini adalah lambang dari organisasi Blackmoon. Tidak hanya itu, di dalam bulan itu terdapat tulisan yang menggunakan bahasa Nyx.


'Nox tidak ada di sini, semua sudah dicuri sang iblis. Cari dan tangkap dia'


Zion menggigit sebagai bibirnya, tangannya menggenggam erat. Kepalakya menengok ke tangga atas, semua langkah menuruni tangga ini, semakin lama, semakin dekat. Zion menatap jendela menara yang ada di sampingnya. Dia melompat keluar dari sana. Ketika kakinya sudah menatap di atas tanah, ia langsung berlari cepat menuju kastil, sembunyi di salah satu tembok di sana.


Matanya memguntip dari balik tembok, sekilas ia melihat seseorang berdiri di jendela tempat ia keluar tadi. Dia melihat ke tembok tadi. Sadar seseorang mencabut tanaman rambat, dan melihat gambar itu, ia langsung berlari turun. Agar tidak ketahuan, Zion berjalan biasa, berbaur dengan beberapa orang yang sedang berjalan di lorong.


#


Aku duduk di atap menara itu. Sengiran ku berikan pada orang-orang yang berbaring di bawah. Mereka memakai seragam Whisley, namun dengan keadaan yang berantakan. Sebuah tangan berlumur darah, di lengannya terdapat tato bulan sabit berwarna hitam. Warna darah yang sama melekat pada pedangku.


Pelan-pelan darah mereka membakar tubuh mereka. Mungkin kata yang lebih tepat adalah menguapkan, membuat tubuh orang-orang itu menguap dan bersatu dengan udara malam. Bau amis darah juga terbawa bersamanya. Harusnya mereka di panggil Bloodmoon, bukan Blackmoon. Orang itu tidak pandai memilih nama.


"Apakah kalian percaya iblis?"


Iblis awalnya hanya dongeng dari anak-anak diluar Wishland yang tidak sengaja masuk. Namun keberadaan iblis tidak pernah ada di Wishland. Bahkan sosok Nyx tidak pernah di sebuh Iblis di Wishland. Tapi bersamaan dengan sistem baru, sosok iblis kini muncul di Wishland.


Iblis dikenal sebagai mahkluk dunia lain yang mengacau di dunia itu. Mereka memiliki kekuatan khusus untuk membuat kekauacan di dunia, entah itu hanya sebuah keisengan, untuk memenuhi tujuan tertentu, atau ingin menguasai dunia. Iblis di Wishland juga sama. Dia datang dari dunia lain dan membuat kekacauan di Wishland ini. Itulah aku….


"Kau membunuh mereka lagi?" Tanya seseorang yang baru datang. Sorot mata merahnya menatapku tajam. Rambut putihnya tersapu angin malam. Menampakan telinga panjang itu.

__ADS_1


Aku terkekeh melihat penampilannya sekarang. "Maaf aku hampir lupa, kau berbeda sekali di sini Kaka."


"Sudah tidak ada yang memanggilku dengan nama itu," ia menatapku dengan sengiran itu.


"Mau bagaimana penampilanmu, kau tetap anak lugu yang suka bermain dengan temanmu," tuturku. "Bagaimana, kau merindukan teman-tamanmu? Bagaimana rasanya terdampar di sini sendirian?"


Tatapannya makin tajam padaku. Tangannya mengeram, lalu muncul sebuah pedang, pedang perak yang tak asing bagiku. Dia langsung melompat, dan mengayunkan pedang itu ke arahku. Gerakannya sangat cepat, jika aku tidak segera melompat, pasti pedang itu berhasil memenggalku.


"Kau berhasil mendapat pedang itu," tunjukku pada pedang yang ia pegang.


"Bagaimana, kau suka? Terima kasih karena semua Nox telah kau curi, jadi mudah bagiku mendapatkannya lagi," ujarnya.


"Hmm, sayangnya aku tidak bisa mendapatkannya."


"Kalau begitu sampaikan permintaan maafanku padanya. Aku permisi dulu."


Aku mengurai diriku menjadi angin, dan terbang menjauh darinya. Aku tidak percaya bertemu lagi dengannya seperti ini. Saat ini dia masih lemah karena kekuatannya belum pulih, walaupun begitu aku tidak bisa melawannya. Alan ada bersamanya, aku bisa terlempar dari dunia ini jika melawannya. Selama aku membiarkannya dia tidak akan mengerjarku. Karena tujuannya adalah kembali bertemu dengan teman-temannya, dan bukan di masa ini. Jika aku adalah Devil, dia adalah Angel di dunia ini.


#


Suasana Whisley nampak tegang pagi itu. Karena ada 20 murid Whisley dari berbagai kelas menghilang tampa jejak. Mereka keluar kamar setelah jam malam, namun tidak pernah kembali. Terakhir para Dwarfs melihat sekelompok anak masuk ke dalam menara barat. Saat para guru mengeceknya, tidak ada siapa-siapa. Berita ini tidak bisa disembunyikan dari para murid. Demi keamanan pembelajaran dihentikan sementara.


"Aku kemarin di sana, tapi tidak ada apa-apa. Yang kulihat hanya gambar di tembok dan seseorang menuruni tangga. Aku langsung kabur saat mendengar langkahnya," jelas Zion dengan wajah serius.


"Gambar? Apa yang kau lihat. Apa kau juga melihat orang itu?" Tanya Xylia.

__ADS_1


"Lambang Blackmoon," tatapan serius mengarah ke Zion. "Ada kata-kata di sana, 'Nox tidak ada di sini, semua sudah dicuri sang iblis. Cari dan tangkap dia'. Dan aku tidak melihat orang itu. Dia memakai jubah," jelas Zion.


"Jelas itu pesan untuk Blackmoon. Bukan pesan, tapi perintah. Bukannya mereka ke sini untuk mencari Nox? Jika Nox terlebih dulu di curi, mereka pasti mengejar orang yang mencurinya," sahut Enver.


"Siapa itu iblis? Tunggu dulu kenapa kau ke sana Zion?" Tanya Vim.


Zion berdecak. Entah mengapa dia merasa ragu mengatakan bahwa Atarah yang memberitahunya. "Seseorang memberitahuku.


"Siapa? Katakan siapa dia. Dia mungkin kunci masalah ini." Vim terus membujuk Zion mengatakan siapa orang itu, namun Zion hanya diam dan terus mengalihkan pembicaraan.


Xylia menatap Zion. Dia lalu melirik Enver, Enver menggeleng kepalanya. Xylia mengerti apa yang dimaksud Enver. Dia harus mengalihkannya.


"20 murid hilang, lalu perintah untuk Blackmoon bahwa Nox di curi. Sepertinya 20 murid itu para Blackmoon yang mengejar si iblis," turur Xylia.


"Aku mengecek menara itu tadi pagi. Gambar itu menghilang. Tapi bekas tanaman rambat yang kucabut masih ada," Sahut Zion.


"Wajar saja. Mereka kelompok yang bersih. Mungkin orang yang kau lihat di menara itu yang menghapusnya," lanjut Xylia.


"Tunggu, tunggu apa yang terjadi pada 20 orang itu?" Tanya Vim.


"Mereka mati," sela Seren yang tadi hanya diam. "Sama seperti yang terjadi pada orang yang tertangkap itu."


Vim terbelangak mendengar itu, ia ingat apa yang terjadi pada orang yang tertangkap waktu itu. "Saat ia mengatakan sesuatu, dia terbakar dan menghilang tanpa jejak. Jadi itu juga yang terjaga pada 20 murid itu. Mengerikan."


Xylia berdiri. "Kita tidak tahu yang sebenarnya. Tapi dengan ini kita bisa memberi laporan dan tidak pulang tangan kosong." Dia tersenyum lebar. "Kalau begitu selamat menikmati musim panas kalian."

__ADS_1


__ADS_2