
Shadow House, tempat ini adalah neraka kenikmatan di dunia ini. Pemiliknya adalah keluarga bangsawan tua, Duke Beal yang menguasai daerah pegunungan utara. Sejak ribuan tahun mereka terkenal sebagai pembuat racun dan obat-obatan terbaik di kekaisaran. Juga sebagai sosok iblis nyata yang hidup di bumi. Memiliki sistem sendiri di mana yang terkuat adalah pemenang. Dan mereka juga makhluk kejam yang tidak segan membunuh seseorang.
Wanita, kasino, obat-obatan, penyiksaan, pembantaian adalah hal biasa di dalam Shadow House. Yang sudah masuk ke sini, tidak akan bisa bertahan lebih dari 3 bulan. Mereka akan di perlakukan seperti mainan oleh anak-anak shadow House, lalu mati karena tidak tahan menahan sakit. Anak-anak shadow House juga tidak segan saling membunuh satu sama lain, karena begitulah sistem tempat inu
Mayat pertama yang kulihat adalah milik saudara kembarku. Dia di geret oleh saudaraku yang lain seperti binatang dengan rantai di leher. Tangan kakinya patah, dan semua organ keluar dari perutnya. Kedua matanya hilang, dan masih terlihat ekpesi kesakitan dari mulutnya.
Lalu mayat kedua yang kuliat adalah saudaraku yang menggeret saudara kembarku itu di hadapannku. Aku merobek perutnya, mengeluarkan semua organisasi dan kuberikan ke anjing liar, juga kedua matanya. Lalu tubuhnya ku gantung seperti hiasan di kamar ibunya. Aku masih berusia 10 tahun saat benar-benar melepas kemanusiaanku dengan cara seperti itu. Lagipula menjadi iblis adalah jalan hidup anak-anak Shadow House.
Lalu tahun-tahun yang mengerikan berjalan di Shadow House. Aku melupakan rasa kemanusiaan yang dulu kunjungan di kehidupan sebelumnya, dan sekarang menjadi iblis yang harus melumuri darah di tangan jika ingin hidup. Setiap hari aku berdoa agar seseorang datang dan menghancurkan neraka ini.
##
Ada banyak anak yang lahir di sini, kebanyakan merupakan hasil dari hubungan kepala keluarga Duke Roth Beal, dengan wanita yang di bawa ke SH (Shadow House). Sisanya adalah silsilah dari anak-anak lain. Walau kebanyakan tidak sampai dewasa karena pembunuh antar saudara. Wanita yang dapat melahirkan anak Roth akan mendapatkan tempat khusus, kedudukan mereka akan naik jika anak itu menjadi kuat. Tapi jika lemah dan mati, wanita itu juga akan di bunuh oleh Roth.
Lalu ada sistem rangking untuk menentukan yang terkuat, 3 rekor tertinggi akan diperlakukan seperti putri dan pangeran di SH. Dan yang terendah akan diperlakukan selayaknya pelayan. Mereka diperlakukan seperti mainan oleh saudaranya sendiri. Itu sebabnya banyak yang memutuskan untuk bunuh diri, daripada hidup menderita.
"Dia melakukan bunuh diri juga," seru Vlad yang berdiri di sampingku. "Menurutmu setelahnya siapa Yasha?" dia bertanya padaku.
"Siapapun aku tidak peduli," jawabku acuh.
"Jelas saja kau tidak, kau menduduki rangking kedua sekarang," sambung Amaya dengan angkuh.
__ADS_1
Vlad dan Amaya, mereka berada di rank sama, yaitu 3. Mereka satu ibu, dan hanya berjarak 1 tahun dengan Amaya yang tertua.
"Dia hanya cemburu padamu Yash," Vlad menepuk pundakku. Amaya merengut kesal.
Aku tersenyum tipis. "Daripada berebut posisi kedua, kenapa kaliam tidak menginginkan posisi pertama."
Keduanya tertawa secara bersamaan, memandangku dengan tatapan bodoh. "Cukup bercandanya, kau tau kan merebut posisi Azriel tidak mungkin," ujar Gadis berambut kritang kemerahan itu.
"Dan lagi kurasa Azriel yang akan membuat Roth dan menjadi kepala keluarga beberapa tahun lagi," lanjut pemuda dengan warna rambut sama itu. "Karena Yasha juga tidak tertarik dengan posisi itu kan?" Vald cukup tahu aku.
"Aku ingin hidup tenang tanpa kalian yang berisik," jawbaku.
"Roth beruntung menemukan wanita yang bisa menggunakan sihir," ujar Vald yang merujuk pada ibuku.
Ibuku berasal dari suku pedalaman yang memiliki kemampuan untuk menggunakan sihir alam. Aku menuruni darahnya, sehingga bisa memilki kekuatan ini. Ibuku bisa mengendalikan tumbuhan mawar yang sangat indah berwarna merah, sedangkan aku mawar hitam dengan duri racun. Berkat ini aku bisa hidup sampai sekarang. Sayangnya sejak kematian saudara kembarku, Yush, dia menjadi gila dan terkurung di kamarnya sendiri.
Hanya ada 2 anak SH yang bisa mengendalikan sihir. Pertama aku dengan kekuatan ini, dan kedua adalah Azriel. Dia sama seperti Roth yang memiliki darah iblis kental, sehingga memapu mengendalikannya bayangan. Kekuatan asli milik keluarga Beal yang hanya di turunkan ke salah satu anaknya. Aku berusia 18 tahun sekarang, dan Azriel berusia 20 tahun. Hubungan antar saudara sudah biasa di SH. Sehingga banyak yang menjodohkanku untuk menjadi pasangan resmi Azriel.Tantu saja aku sangat menentangnya.
Suara peluit terdengar keras, kami langsung naik ke atas tembok pembatas antara SH dan dunia luar. Dari sini kami bisa melihat rel yang mengitari pegunungan utara tandus. Kerta melaju di antara pegunungan, dan berhenti di depan gerbang Shadow House.
"Mainan baru datang," ujar Amaya.
__ADS_1
Satu persatu orang baik wanita atau pria bahkan ada anak kecil keluar dari sana. Mereka adalah orang-orang yang di culik oleh orang Beal untuk di jadikan mainan. Mainan bisa dalam artian ***, atau hanya sebatas penghibur dengan menyiksa mereka. Beberapa di culik secara random karena cantik atau menarik perhatian. Dan kebanyakan adalah mereka yang membuat masalah dengan anak-anak Beal. Seringnya bukan pelaku utama yang di bawa kesini, melainkan Anggota keluarga mereka sehingga membuat penderita menjadi berkali-kali lipat. Karena tidak pernah ada orang yang bisa hidup setelah masuk ke dalam SH.
"Mainanku kemarin hanya bertahan seminggu, aku ingin meminan yang lebih kuat," seru Vlad.
"Akupun ingin mencarikan tangan baru untuk Darlingku. Tangannya sekarang tidak sama dengan warna kulitnya," sambung Amaya.
Percakapan mengerikan yang sudah biasa kudengar. Karena mereka sudah bermain memotong dan menjahit tubuh seseorang secara utuh sejak berusia 5 tahun.
"Sayangan Yahsa tidak tertarik dengan mainan," oceh Amaya.
"Itu karena aku suka ketenangan. Mendengar mereka merintih, menangis, dan mengutukku sangat memuakan."
"Padahal seru jika kita bisa bermain boneka-boneka bersama." Dan yang menjadi boneka adalah manusia asli, jangan harap aku mau melakukannya.
"Ada banyak anak di sini, bermainlah bersama mereka." Sulit sekali membuat anak berusia 14 tahun ini mengerti. Setidaknya Vlad yang lebih besar paham.
"Jangan begitu, Yahs sendiri sudah sibuk dengan tugas dari Roth dan banyak anak yang ingin membunuhnya. Kurasa dia cukup bermain dengan tidak langsung membuat mereka mati."
"Kau begitu lembut Yahs," sambung Amaya.
Neraka mengerikan yang di isi banyak iblis, sampai kapan aku bisa keluar. Aku tidak bisa pergi dari Shadow House karena orang itu mengikat bayanganku di sini. Aku ingin hidup normal seperti kehidupan sebelumnya. Apa dosaku sampai aku di masukan ke sarang iblis ini.
__ADS_1