Arsip

Arsip
1


__ADS_3

Aku adalah salah satu dari putri kaisar Abelyn. Seperti kaisar sebelumnya, dia menikahi wanita seperti membeli jajan di pasar. Saat ini ada sekitar 10 selir yang di milikinya. Dan ada sekitar 20 anak dari hasil pernikahan itu. Namun anak-anak itu tidak banyak yang bisa bertahan saat mereka dewasa. Yang membuat mereka bertahan hanya ada 2, pertama kasih sayang dari sang kaisar, dan kedua menjadi kuat.


Kasih sayang Kaisar tidak mungkin bisa kudapatkan, karena posisi itu sudah ditempati oleh putri lainnya yang terang-terangan dangat ia cintai. Lalu yang tersisa hanyalah menjadi kuat dan dibutuhkan bagi kaisar. Itu sebabnya anak-anak Kaisar saling menjatuhkan satu Sama lain, sedangkan Kaisar dan putri kesayangannya menonton sambil meminum teh.


Ibuku meninggal saat aku masih berusia 8 tahun, umur yang sangat muda untukku yabg harus menerima takdir sebagai putri kaisar tirani. Dia menikahi ibuku karena cantik, dan segera bosan setelah menemukan wanita yang lebih cantik. Selama ibu sakit, kaisar tidak pernah datang padanya, dan bahkan saat dia sudah meninggal. Kata-kata terakhir yang ia katakan selalu membekas padaku. Suara serak namun lembut membisik di telingaku seperti hembusan angin.


"Di dunia ini, jangan mengharapkan kasih sayang pada seseorang. Jalani hidupmu tanpa perlu menunggu belas kasihan Apalagi cinta oleh orang lain. Karena tidak ada manusia berhati tulus di dunia ini. Lakukan apapun yang kau inginkan, dan tetap hidup anakku. Kau harus hidup untuk dirimu sendiri."


Aku mewarisi rambut hitam seperti kaisar, namun mata singa- sebutan ini orang bermata kuning emas seperti ibuku. Yang tidak diketahui orang lain adalah, aku secara alami memiliki sihir khusus. Dengan inilah aku bisa menjadi yang terkuat, dan terus hidup hingga bisa keluar dari neraka yang orang lain sebut istana ini.


Di hari kematian ibuku, tidak ada seseorang yang datang kecuali aku, pelayan pribadi, dan seorang penggali makam. Semua orang tidak peduli karena sudah terbiasa ada anggota kerajaan yang meninggal. Bahkan ada makam yang belum kering di samping tempat ibuku,itu adalah makam salah satu anak kaisar yang tewas kemarin.


"Mereka memuakan, melihat kematian seperti tontonan yang mengasyikkan sambil minum teh," ucapku yang masih berusia 8 tahun.


Tidak ada yang merespon, mereka yang mendengar pura-pura tidak tahu, walau dengan wajah ketakutan. Karena saat itu aku tersenyum dengan tatapan tajam ketika ibukku mulai terkubur dengan tanah.

__ADS_1


Lalu malamnya aku menyadari kekuatanku yang sesungguhnya. Ketika aku melamun, sebuah tanaman rambat berduri muncul dari lantai. Ku amati mataku bersinar terang lebih dari biasanya. Aku fikir itu tipuan, dan Tamanan tadi menghilang ketika suara gedoran keras menghantam pintu kamarku.


"Saatnya kau menyusul ibumu," ucap seorang pembunuh yang menerbos masuk ke dalam kamar.


Aku bergerak mundur, hingga terpojok ke tembok. Kakiku terasa lemas, dan fikiranku kosong. Saat itu aku berfikir begitu cepat diriku berkahir. Aku memejamkan mata ketika pembunuhan itu menghunuskan pisau ke arahku. Cipratan darah mengenai wajahku, dan saat aku membuka mata, pembunuh itu tertusuk tanaman berduri yang tadi kulihat. Tidak hanya tertusuk, tapi dia melilit tubuhnya hingga hampir lepas.


Bukannya aku ketakutan, namun aku malah tertawa keras hingga menggema ke seluruh kamar. Kata-kata terakhir ibukku benar, tidak ada manusia tulus di dunia ini. Aku harus hidup untuk diriku sendiri. Dan jika aku ingin hidup, aku harus menjadi yang terkuat.


Duri-duri itu mengikuti perintahku, mereka muncul dan pergi sesuai dengan apa yang aku fikirkan. Ini kekuatanku sesungguhnya, dan dengan ini aku bisa menjadi yang terkuat untuk bertahan hidup. Tidak masalah jika aku harus menjadi penjahat, karena di dunia ini tidak ada orang baik yang benar-benar suci.


10 tahun berlalu sejak kekuatanku muncul do hari kematian ibuku. Sudah banyak orang yang mencoba membunuhku, walau akhirnya mereka tewas sebelum menyentuhku. Aku tidak berniat menyerang anak-anak lain, karena tanpa di serang pun mereka akan mati. Lalu tak terasa hanya tersisa 3 anak kaisar saat ini. 1 putri kesayangannya, dan 2 orang yang bertahan sebagai yang terkuat.


Gadis yang sedang bercengkrama riang bersama Kaisar Midas adalah Rena, putri kesayangan Kaisar. Dia berambut hitam ikal dengan mata seperti mutiara hitam yang besar. Sifatnya yang ceria, wajah cantik, dan ibunya merupakan selir tercinta kaisar, membuat posisi anak kesayangan langsung disematkan padanya. Menuruku dia ular berbisa, dia tersenyum riang bagai malaikat sambil melihat saudaranya meninggal satu per satu. Sekalipun dia berbuat kesalahan, Kaisar akan langsung memaafkannya karena sifat polosnya yang dibuat-buat. Dia juga selalu menyalahgunakan posisinya sebagai putri kesayangan Kaisar untuk menindas yang lebih lemah.


Lalu kakak tertuaku, Isac, dia menggunakan kemampuan pedangnya untuk menebas saudaranya Sendiri agar bisa tetap hidup. Bisa dibilang dia tirani kedua setelah kaisar, sangat psikopat dan menikmatinya setiap kali dia mengiris baguan tubuh seseorang. Isac jarang berbicara padaku, walau kami dalam kubu yang sama. Kenapa begitu? Sama sepertiku, dia benci ular berbisa, Rena. Apalagi Rena berusaha selalu menempel padanya, tentu saja bukan dengan alasan yang baik.

__ADS_1


"Senyumannya memuakan," bisiknya pelan sambil membunyikan sendok.


Hanya aku mungkin yang bisa mendengar suara Isac, aku tersenyum sambil memotong daging di atas piring. "Selesaikan makankmu kakak, agar bisa pergi dari sini."


"Jangan terlalu banyak makan Suri, bisa saja dia meletakan rancun ke makananmu."


"Kita sama-sama tahu, bahwa kira berdua kebal dengan racun."


Baik aku maupun Isac, tidak, semua anak kaisar sengaja diberi minum racun sejak bayi. Alasannya agar mereka kebal dengan racun-racun yang diletakan pada minuman dan makan mereka oleh saudaranya sendiri. Namum sebenarnya ibuku tidak pernah memberiku racun saat bayi, aku kebal karena sihir yang kupunya. Jika ada racun masuk ke dalam tubuhku, maka duri-duri ku akan meresapnya, dan justru racun itu akan berada di ujung duri mereka. Dengan begitu hanya Dengan sentuhan, orang akan meninggal karena menyentuh duri milikku.


Ini kehidupanku sebagai putri dari kaisar Abelyn Menjali hidup di mana seseorang akan senang tiasa menusukku dari belakang dan mendoakan kematianku segera datang. Walaupun begitu akan kupastikan mereka tidak akan bisa menyentuhku.


Ular berbisa itu melirikku sambil tersenyum, seperti sedang bahagia melihat adik kecilnya. Dengan wajah itu dia menipu banyak orang, bahlan kaisar. Memasang wajah malaikat yang berwujud iblis. Dia seperti sedang menargetkanku untuk hal yang jelas tidak menyengakan.


Tidak hanya hubungan antara saudara yang kacau di sini, namun kehidupan dalam istana yang tak kalah kacau. Contohnya kaisar sering melakukan penculikan orang-orang yang melawannya. Lalu di istana, mereka di siksa pelan-pelan dan mati karena sudah tidak tahan dengan penyiksaan. Wanita-wanita cantik juga keluar masuk untuk melayani penghuni istana, bahkan pria-pria tampan juga dipanggil untuk para Lady bahkan Rena. Judi, obat-obatan terlarang adalah hal lumrah di dalam istana. Karena kekaisaran Abelyn adalah neraka kenikmatan yang nyata di dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2