
Pagi itu di lereng Gunung Tampomas,Asep sedang berlatih ilmu bela diri,Asep.digembleng dengan ilmu silat yang terkenal dengan ilmu silat pamacan,Asep dilatih oleh kakeknya setiap malam tiba,..
"Ya, semenjak orangtua Asep meninggal,Asep diasuh oleh kakeknya,kakeknya sangat dikenal di daerah tersebut dengan nama Abah Badar.
Abah Badar memberikan semua ilmunya kepada Asep,dengan harapan jikalau Asep sudah besar ,Asep akan mempergunakannya untuk menolong sesamanya.
Selain diajari ilmu silat ,Asep juga disekolahkan di sekolah Formal,supaya dia bisa bergaul.didunia modern ini juga.Usia Asep sekarang sudah berusia 23 tahun,Asep sudah menyelesaikan pendidikannya,disebuah universitas ,Asep mengambil jurusan hukum pidana.dengan gelar SH.Asep Bercita-cita menjadi seorang penuntut umum atau jaksa,sehingga Dia bisa mengadili para penjahat.
Kematian kedua orangtuanya sangat membekas di hati Asep,Para penjahat bisa lolos begitu saja karena para jaksa disogok dengan uang.Asep ingin jadi seorang jaksa yang tidak bisa di sogok atau disuap dengan uang .Disaat suatu negeri sedang kacau pastinya akan datang seorang penyelamat,yang akan membebaskan negara dari para penjahat.
Asep adalah seseorang yang terpilih dari keturunan sebelumnya,kakeknya Asep,yang merupakan seseorang yang terpilih dari sebelumnya, merasa sudah waktunya memberikan tanggung jawab yang besar ini kepada Asep,yaitu khodam harimau,yang apabila menemukan pewaris yang terpilih diantara keturunan sang pemilik,maka khodam tersebut akan segera berpindah pada pemilik baru,khodam harimau diwariskan secara turun temurun di keluarga Asep,Asep yang memang terpilih untuk mendapatkan khodam tersebut,mau tidak mau harus menerimanya,serta menjaganya dan kelak pun akan ada keturunan dari Asep,yang akan mendapatkan khodam harimau tersebut.
Saat itu dimana sedang malam purnama,suasana kampung sangat sepi kebetulan malam itu Asep,sedang berlatih ilmu pamungkas,dari ilmu harimau ,walaupun Asep kerja di kota B,Asep sering pulang kerumahnya,karena Abah Badar yang semakin tua,dan akhir-akhir ini sering sakit-sakitan,dan selalu terbaring di ranjang nya.
__ADS_1
Setelah sholat isya,Asep berlatih sendirian karena Abah Badar sedang sakit.
Setelah selesai latihan,Asep Pun masuk ke dalam rumah terus langsung ke kamar Abah Badar,dilihatnya Abah sedang duduk di ranjang tempat tidurnya.
"Assalamualaikum, Abah....Abah sudah sehat," tanya Asep pada Bah Badar.
"Alhamdulillah Asep,..Abah agak mendingan,," ucap Abah Badar sambil menatap Asep tajam.
"Nak..Abah merasa ...Abah sudah waktunya untuk pergi.....tugas Abah rasanya sudah selesai untuk menjagamu,Abah ingin mewariskan sesuatu padamu....dan kamu harus baik-baik menjaganya," ucap Abah lagi.
"Abah jangan main-main,memangnya Abah mau kemana?,enggak mungkin Abah mau merantau ke kota melihat keadaan Abah begini,lagian kan Asep tiap kamis pulang kesini," ucap Asep heran.
"Abah bukan mau merantau,tapi Abah mau pergi jauh..jauh sekali dan tak bisa kembali," ucap Abah Badar dengan muka sedih.
__ADS_1
"Maksud Abah!?" tanya Asep.
"Abah mau pergi menghadap sang pencipta,tapi sebelumnya Abah ingin mewariskan khodam Harimau, yang ada di cincin Abah ini,kepadamu.....karena Abah yakin,bahwa kamu adalah pewarisnya. Abah,sudah menunggu sekian lamanya,kamu harus menggantikan Abah,dan kamu harus menjaganya baik-baik," ucap Abah badar dengan muka serius.
Lalu Abah Badar melepaskan cincin nya....yang berwarna hitam pekat tapi memantulkan cahaya,
"Terimalah cincin bersama Khodam didalamnya ini,jagalah dan bersabarlah dengan Dia.
Ketika kamu menerima cincin ini,dan memasukkan ke jarimu maka kamu sudah menyatu dengannya,kamu tidak bisa menolaknya," ucap Abah Badar serius.
'Baiklah Bah....Asep akan menerima nya dan menjaganya,tapi......
Bersambung
__ADS_1