
Dyah Pitaloka,adalah seorang wanita karir jebolan sebuah universitas ternama di negeri ini, seorang sarjana di bidang bisnis dan manajemen...Dengan keahliannya dia di percaya menjadi Direktur utama oleh ayahnya yaitu Pak Heru,karena sebelum Asep datang untuk mengambil haknya pada perusahaan tersebut,maka selama ini semua aset peninggalan dari keluarga Pranata,Pak Heru Lah yang mengelola.
Jadi selama ini Pak Heru menjabat sebagai presiden direktur nya.
Setelah Asep datang mengambil hak atas warisan orang tua nya, otomatis Asep Lah yang menjadi Presdir nya .
Dyah,sangat terobsesi untuk menjadi orang yang sukses dalam bidangnya sampai-sampai dia lupa akan statusnya Yang masih jomblo alias sendiri.
Semakin tinggi status seseorang semakin tinggi juga level pasangan yang di inginkan.
Banyak dari laki-laki muda ,anak orang kaya mencoba mendekatinya ,tapi sayang semua mundur dengan teratur, karena mereka merasa tidak sanggup berjuang untuk mendapatkan cinta sang direktur utama.
Hari itu setelah melakukan meeting dengan para kolega nya,Dyah bersiap siap akan pulang kerumahnya,tiba -tiba suara handphone nya berdering.
Terlihat dilayar nama Ayahnya,lalu Dyah mengangkat telpon dan menyapa Ayahnya.
"Hello..Pah,selamat sore
"Hello ,selamat sore juga
__ADS_1
"Ada apa Pah,...enggak biasanya Papah nelpon Dyah..
"Memangnya enggak boleh yah!nelpon Anak Papah yang cantik..
"Pah...to the points saja,pasti ada berita penting ya?..
"Duh,Bu Dirut,tegas banget sikapnya,haha
"Papah,...Dyah tutup telponnya kalau masih menggoda Dyah,"ucap Dyah pura -pura merajuk.
"Jangan dong,aduh anak Papah,bawaannya marah mulu....
begini Nak,kamu tahu kan ,Papah jadi Presdir cuma sementara sampai kedatangan anak pemiliknya!.. Sekarang anak pemiliknya sudah datang,dan sudah mengambil semua haknya,jadi tugas Papah sudah selesai...Besok Pak Pranata,pemilik yang sebenarnya akan datang melihat perusahaan yang kamu kelola,jadi Papah harap kamu harus mempersiapkan penyambutan Pak Pranata,kamu siapkan?..tanya Pak Heru .
"Baiklah..sampai bertemu besok,"ucap Pak Heru sambil menutup Telponnya.
Dyah hanya termangu sambil berharap cemas,atas kedatangan sang pemilik besok,dia harus mempersiapkan yang terbaik untuk menyambut sang pemilik besok.
Asep yang masih diperjalanan menuju villa ,hanya tersenyum mendengar bahwa Dyah akan menyambutnya besok di Perusahaan nya.
__ADS_1
Untungnya arah menuju villa nya ,dijalan tolnya lancar lancar,sehingga tidak lama kemudian Asep telah sampai di depan villa nya.
Pintu gerbang Villa sudah terbuka,mungkin karena sebelumnya sudah di beri tahu oleh Pak Heru.
Penjaga villa,adalah seorang laki-laki yang berumur sekitar 55 tahun,badannya masih energik,itu yang Asep tahu berdasarkan keterangan dari Pak Heru.
Nama penjaga villa itu adalah mang Jaka,mang Jaka menjaga villa bersama istrinya yaitu Bik sopyah,
"Selamat datang Den Pranata,"ucap Mang Jaka setelah Asep turun dari mobil.
"Selamat jumpa Pak Heru,"ucap mang Jaka lagi.
Asep hanya tersenyum pada mang Jaka sambil mengangguk ,begitu juga Pak Heru.
"Semua sudah dipersiapkan mang?"tanya Pak Heru.
"Sudah Tuan,semua sudah siap"ujar mang Jaka,yang slalu menyebut Tuan pada Pak Heru kalau datang ke villa.
"Mari masuk Den,"ajak mang Jaka pada Asep.
__ADS_1
"mari Tuan,Bik sopyah sudah masak kesukaan Tuan,"ucap mang Jaka,sambil masuk ke dalam Villa.
Bersambung.