
Jodoh itu jorok,maksudnya tidak ada yang tahu pada siapa kita berjodoh.
Seperti yang telah di janjikan sebelumnya Asep datang ke rumah nya Pak Heru,untuk berkenalan dengan keluarga besar Pak Heru.
Pak Heru menyambut Asep dengan Antusias,Asep pun diperkenalkan dengan semua anggota keluarga nya. Dan..
Ketika melihat Asep memandang Dyah Pitaloka dengan antusias,maka Pak Heru berkeyakinan bahwa,Asep atau pranata adalah orang yang cocok,yang bisa menaklukkan hati anaknya.
Pak Heru berharap ,Pranata ,bisa menjadi menantunya.
Pak Heru lebih suka memanggil Pranata ketimbang memanggil dengan Asep,mungkin itu seleranya.
Setelah makan malam selesai,Pak Heru dan Asep,berbincang-bincang seputar masalah warisan yang sepenuhnya telah dimiliki Asep dari almarhum orangtua nya.
"Nak Pranata,bolehkah bapak bertanya pada anda,"tanya Pak Heru,dengan menyebut nama Asep langsung,supaya lebih akrab.
"Boleh Pak,ada yang bisa saya jawab,"ucap Asep.
"Nak,Pranata seperti nya tertarik dengan Dyah...anak saya,betulkah,,"tanya Pak Heru sambil menatap Asep.
Asep langsung terkejut dan gugup dengan pertanyaan Pak Heru,yang langsung menembak dirinya,tanpa persiapan sama sekali,untuk sementara Asep terdiam ..bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Karena Anda diam,berarti anda setuju dengan pertanyaan saya,"ucap Pak Heru sambil tersenyum.
"Kalau begitu maukah,nak Pranata menjadi menantu saya,"tanya Pak Heru lagi.
Asep yang belum hilang dari rasa kagetnya langsung terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.
"Pak Heru,jujur saya suka dan langsung jatuh hati kepada Dyah,akan tetapi bukankah pernikahan itu untuk selamanya,bukan untuk sementara,seharusnya kami harus saling mengenal dulu,setidaknya berpacaran lah,"ucap Asep sekedar bernegosiasi.
"Menurut Bapak,tidak perlu berpacaran yang takutnya menjurus ke zinah,kalau mau saling mengenal dan berpacaran nanti saja kalau sudah menikah,"ucap Pak Heru dengan percaya diri.
Setelah mendengar keinginan Pak Heru,Asep tidak bisa menolaknya karena Jasa Pak Heru pada keluarga nya,begitu besar.
Satu-satunya cara membalasnya dengan menyetujui keinginan Pak Heru.
kecantikan abadi yang bisa meluruhkan hati setiap pangeran cinta.
"Baiklah Pak,....saya setuju dengan perjodohan ini,tapi saya punya syarat,"ucap Asep.
"Syarat...apakah itu Nak Pranata?"tanya Pak Heru.
"Saya akan datang menjadi menantu Bapak,tapi bukan sebagai Asep Pranata Kusumah sang pemilik,tapi sebagai seorang yang tidak punya apa-apa,"ucap Asep sambil tersenyum.
__ADS_1
"Maksudnya...Bapak tidak mengerti Nak,"tanya Pak Heru keheranan.
"Begini Pak....besok saya akan datang ke Perusahaan sebagai Presiden direktur yang baru,saya akan memakai masker supaya saya menjadi orang yang misterius dimata semua orang,hanya Bapak yang tahu rahasia saya.....Saya akan menjadi orang yang sombong dan angkuh....supaya Dyah membenci saya ,sekaligus mencintai saya...maksudnya setelah saya berbuat sombong ,saya akan mencoba mendapatkannya dengan cara saya sebagai orang kaya,lalu saya akan datang ke rumah Bapak,sebagai anak dari sahabat Bapak,lalu Bapak dengan kuat menikahkan saya dengan Dyah,walaupun Dyah menolak dengan keras ,Bapak harus tetap menikahkan saya dengan Dyah..
intinya saya cuma ingin kenal dan mencobanya,apakah Dyah cocok menjadi istri saya,bagaimana apakah Bapak setuju dengan syarat dari saya?"ucap Asep sambil menatap tajam Pak Heru.
"Bapak setuju Nak!"jawab Pak Heru dengan penuh keyakinan,dia percaya diri..bahwa anaknya pasti cocok menjadi istri tuan Asep Pranata Kusumah.
"Baiklah Nak Pranata,Besok Bapak tunggu di Perusahaan.
"Baiklah Pak,saya akan datang ke Perusahaan besok pagi,"ucap Asep dengan bangga.
"Kalau begitu Bapak ,pulang dulu,"ucap Pak Heru sambil berdiri.
"Silahkan Pak,semoga selamat sampai tujuan,"ucap Asep sambil menjabat tangannya.
Lalu tidak lama kemudian Pak Heru meninggalkan villa.
Sepeninggal Pak Heru,Asep langsung pergi ke kamar pribadinya yang sudah disiapkan oleh mang Jaka,pelayannya.
Asep pun bersiap untuk tidur,sebelum tidur Asep, berlatih sebentar supaya badannya selalu terjaga,selesai latihan ,Asep pun pergi mandi.
__ADS_1
setelah mandi ..Asep lalu pergi tidur.
bersambung