
"Tapi.Bah,Apa yang akan terjadi pada Asep ,nantinya," tanya Asep pada Abah Badar.
Bah Badar hanya tersenyum pada Asep cucunya,lalu dia bergumam sebentar seperti merapal mantra atau memanggil seseorang.
tiba-tiba dihadapan Asep,ada asap yang tebal sekali,tapi lama kelamaan asap itu hilang menjadi sepasang harimau hitam(macan kumbang),mata kedua pasang harimau itu menatap tajam pada Asep,sedangkan Asep yang ditatap oleh kedua pasangan harimau itu,menjadi ketakutan,Asep pun beranjak dari tempatnya duduk,segera mendekati kakeknya.
"Bah..kenapa ada sepasang macan kumbang disini,?siapa mereka?," tanya Asep sambil memegang tangan kakeknya.
"Hahaha,kamu jangan takut....ketahuilah mereka adalah para pengawal kamu,mereka adalah kakek buyut mu juga,mereka sudah menjaga setiap generasi keturunan kita,keluarga kita...mereka akan hilang bersama.hancurnya dunia ini kelak,itu adalah sumpah dan perjanjian mereka dengan sang maha pencipta," ucap Bah Badar sambil mengangguk hormat kepada kedua pasangan macan kumbang tsb.
"Oh,gitu ya.. Bah,ucap Asep sambil menghampiri kedua kakek buyutnya yang berwujud harimau hitam/macan kumbang.
setelah sampai didepan kedua macan kumbang tsb,Asep memeluk mereka dan menciumi mereka dengan kasih sayang,sebaliknya kedua pasangan macan kumbang tersebut menjilati Asep sambil menggeram.
" Asep,.kemarilah....dan berdirilah dihadapan Abah,"ucap Bah Badar memerintahkan Asep.
"Baik,Bah," ucap Asep sambil berjalan menghampiri Bah Badar dan dia berdiri dihadapan kakeknya.
__ADS_1
"Coba kamu usap satu kali saja,cincin harimau di jarimu itu," ucap Bah Badar dengan serius,wajah tuanya menampakkan ketegasan.
Asep lalu mengusap cincin harimau nya,tiba-tiba badan Asep,merasa menjadi ringan,kepercayaan dirinya semakin tinggi,matanya bisa melihat dengan terang walaupun dalam.keadaan gelap,telinganya mampu mendengarkan apapun walau dari kejauhan,
"Bah,mengapa Asep.seperti menjadi orang yang sangat kuat," ujar Asep keheranan.
"Ketahuilah sep,khodam.harimau yang Abah wariskan padamu....sekarang sudah menyatu denganmu,kamu sekarang adalah manusia terkuat di bumi ini,akan tetapi nantinya akan banyak musuh yang akan mengincar ,kamu harus hati-hati,," ucap Bah Badar mencoba menasehati cucunya.
"Baik,Bah....Asep mengerti," jawab Asep .
Lalu Asep memandang pohon besar tersebut.
"Coba kamu kedip kan matamu sambil.. melihat pohon besar itu,"ucap Bah Badar memberi perintah pada Asep.
Asep pun mengedipkan matanya pada pohon tersebut.,tiba-tiba dari mata Asep mengeluarkan cahaya merah yang sangat panas yang langsung menghantam ,pohon besar tersebut sampai tumbang..
Asep merasa takjub dengan kekuatannya dan masih tidak percaya,lalu dia mengedipkan matanya lagi ke pohon yang lainnya,dan sama seperti kejadian tadi,pohon tsb langsung tumbang dan terbakar.
__ADS_1
" Sudah,sudah.. kamu mau menghancurkan.hutan ini..ya,"ucap Bah Badar sambil pura-pura marah.
"Maap,Bah," ucap Asep lagi.
"Ingat,Sep...pergunakanlah kekuatanmu, ini untuk menolong orang yang membutuhkan.pertolonganmu,Jangan kamu gunakan kekuatanmu sembarangan,dan ingat di atas langit masih ada langit,kamu jangan menjadi orang yang sombong....jadilah manusia yang selalu merendah," ucap Bah Badar lagi.
"Baik,Bah...asep akan slalu ingat apa kata Abah," ucap Asep sambil menatap kakeknya.
"Sep...Abah rasa sekarang sudah waktunya Abah pergi...ingat selalu pesan Abah ya," ucap Abah sambil mengeluarkan sebuah surat dari balik bajunya.
"Ini,adalah surat tanda bukti bahwa kamu adalah satu-satunya pewaris yang sah dari Ayahmu,yaitu Hardi pranata kusumah yang terbunuh 25 tahun silam,kamu akan mewarisi semua harta kekayaan dari kedua.orangtuamu,nanti bawa saja ke jakarta,lalu cari pengacara kedua orangtuamu Almarhum,yang bernama..Pak Heru wicaksono." ucap abah sambil memandang haru dan bangga cucunya.
Asep sungguh terkejut mendapati bahwa dirinya adalah orang kaya,
"Bah,kenapa Abah baru sekarang bilang bahwa sebenarnya Asep,mewarisi kekayaan orangtua asep,jadi Asep enggak usah bersusah payah mencari uang selama ini," ucap Asep agak protes pada kakeknya.
Bersambung....
__ADS_1