
"Sep..sep..bangun ,kamu tidak apa-apa kan,"tanya Dyah yang cemas melihat keadaan Asep.
Setelah lama kemudian,Asep.pun siuman,dari pura-pura pingsan nya,karena Asep tidak tahan ketika dia mengintip wajah Dyah,yang begitu mengkhawatirkan dirinya.
"Di mana aku,apa yang terjadi,"ucap Asep pelan pura -pura menahan sakit,padahal hatinya ingin tertawa.
"Kamu tadi dipukulin mereka,kamu terlempar sampai kesini,"ucap Dyah menerangkan.
Lalu digandeng nya Asep,sambil berjalan menuju mobilnya,
Setelah berada dalam mobil,Dyah langsung melanjutkan perjalanan pulang yang tertunda.
"Sep..benar kamu tidak apa-apa,"ujar Dyah sambil melirik Asep.
"Aku tidak apa-apa,hanya agak sakit saja sedikit,"ucap Asep pura-pura meringis menahan sakit padahal tidak sakit,hanya demi bisa dipercaya oleh Dyah,dia akan selalu berpura-pura.
Untungnya Dyah,tidak berpikir apa mungkin seorang manusia biasa ,bisa menahan pukulan para manusia jadi-jadian,Dyah tidak berpikir sejauh itu,yang dia pikir adalah bersyukur sudah lolos dari Kematian.
__ADS_1
"Lalu kemana,para manusia hewan tersebut pergi?"tanya Asep .
"Tiba-tiba ada manusia berkepala harimau yang datang ,menyelamatkan kita,dia membunuh semuanya...semuanya mati menjadi debu,"jawab Dyah sambil membayangkan kejadian yang telah terjadi.
"Oh, syukurlah Tuhan telah mengirim penyelamat bagi kita,seandainya si manusia Harimau tidak ada,mungkin kita berdua sudah mati,"ucap Asep sambil mendesah.
"Apakah kamu tahu siapa dia,"tanya Asep lagi.
"Aku tidak tahu siapa Dia,dia menggeram seperti harimau pada umumnya,lalu dia melompat ke dalam kegelapan,baru setelah semua pergi... aku lalu keluar dari mobil,dan mencari mu."jawab Dyah lagi.
"Iya,aku merasa seperti menonton film-film yang pernah ku tonton di bioskop,semua itu nyata bukan hoax,dan kita menyaksikan dengan mata kita sendiri,"ucap Dyah menambahkan.
"Sudahlah yang penting,kita selamat,mungkin kalau diceritakan pada orang lain,orang lain yang tidak menyaksikan kejadian ini,akan menganggap kita gila,lebih baik jangan ceritakan kejadian ini pada orang lain,"ucap Asep sekedar mengingatkan.
Dyah hanya mengangguk tanda setuju dengan segala ucapan Asep,lebih baik diam dan tidak mengatakan peristiwa atau kejadian itu ,pada orang lain, daripada dianggap gila,mending diam.
Tak lama kemudian,akhirnya mereka sampai di kediaman Pak Heru.
__ADS_1
semua orang sudah tertidur lelap,
Dyah dan Asep,langsung mandi membersihkan diri masing-masing.
Sebenarnya Asep,ingin mandi bersama tapi mungkin itu belum waktunya,soalnya sinyal dari Dyah masih lemot tidak terlihat,dengan terpaksa Asep mandi dikamar mandi yang berbeda.
Tadi waktu dia dipukul si Raja serigala, sebenarnya ..Asep tidak terkena pukulan,tapi pukulan si Raja serigala,di blok oleh pelindung diri nya,sehingga Asep tidak mengalami cedera apapun,ketika Asep terlempar ,Asep sengaja menggunakan tenaga lontaran dari si raja serigala.
Hari ini,Asep merasa lelah juga.....,berperan sebagai Pranata lalu jadi Asep kembali,dan terakhir bertarung menjadi Si manusia harimau.
Menjadi 3 kepribadian lumayan melelahkan juga.
Akhirnya Asep pun tertidur pulas,walaupun satu Asep,tetap tidur terpisah,dia slalu tidur di sofa sedangkan Dyah tidur di ranjang.
Dyah ,belum bisa tidur,dia masih terbayang,kejadian yang menimpanya hari ini,mulai dari Bos nya,yang ingin memperistri dirinya,lalu kedatangan makhluk 2, yang di luar nalar manusia modern,zaman sekarang,akhirnya pandangan mata si manusia harimau,yang terasa tidak asing baginya,... pandangan mata penuh cinta,ada kesamaan dari tiga orang laki-laki yang tidak sama dalam kehidupan nyata.
Semakin di pikir semakin pusing, akhirnya Dyah pun tidur dengan lelapnya.
__ADS_1