
Sesuai janji yang telah disepakati,Asep mendatangi kediaman Pak Heru dengan mengendarai motor,dia berpakaian seperti orang biasa,dengan memakai kaos oblong,celana jin kucel serta sepatu olah raga,walaupun berpakaian seperti itu,Asep tetap kelihatan tampan dengan badannya yang sispack,menambah kegagahannya.
Sementara di rumah Pak Heru,semua orang dari keluarga Pak Heru,dimulai dari Pak Heru ,istri Pak Heru serta kedua kakak Dyah sedang menunggu kedatangan Dyah untuk makan malam.
Tidak lama kemudian ada Suara klakson mobil dari luar rumah.
Pak Heru langsung menyuruh pelayan untuk membukakan pintu gerbang rumahnya.
Setelah pelayan membuka pintu gerbang,lalu masuk masuklah sebuah mobil mercy keluaran terbaru yang di tumpangi oleh Dyah.
Setelah mobil masuk ,lalu supir pribadi Dyah,membukakan pintu mobil,Dyah pun turun dari mobil ,sebelum masuk ke rumah,Dyah melihat seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor,berhenti di depan rumahnya.
Dyah tidak perduli pada pemuda tersebut,dia langsung masuk ke dalam rumah sambil menyuruh pelayannya untuk menutup gerbang rumahnya.
Asep yang berdiri didepan rumah Dyah,hanya memandang Dyah dengan tersenyum nakal.
"Mbak..apakah betul rumah ini,rumahnya Pak Heru Wicaksono,"tanya Asep pura-pura tidak tahu.
"Betul Mas,ini rumahnya Pak Heru Wicaksono,"ucap pelayan tersebut.
"Ada..apa ya mas,"lanjutnya.
"Tolong,bilangin Pak Heru,saya Asep ingin ketemu,"ucap Asep sambil memohon.
Awalnya pelayan itu ragu,tapi setelah melihat Asep,akhirnya pelayan itu setuju untuk menyampaikannya pada Pak Heru.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini,mas,saya akan kasih tahu Bapak dulu,"ucapnya sambil menutup pintu gerbang.
Tak lama kemudian,pelayan tersebut kembali dan mempersilahkan Asep,untuk masuk ke rumah Pak Heru.
Asep pun menuntun motornya serta mengikuti pelayan masuk ke rumah Pak Heru,setelah sebelum nya menyimpan motor di halaman rumah Pak Heru.
Rumah besar bercat putih ,berlantai tiga,sungguh megah sekali,Asep kagum di buatnya.
Asep pun masuk ke ruang tamu, Pak Heru langsung menyambutnya.
"Oh ..kamu sep,apa kabarnya,bagaimana keadaan orang tua mu dikampung,"tanya Pak Heru,yang pura-pura baru ketemu dengan Asep.
"Orang tua saya,sudah meninggal Pak,tapi sebelum meninggal orang tua saya,... menyuruh saya.. menemui Bapak kesini,"ucap Asep sambil pura-pura sedih.
"Oh ,iya ...gimana kalau kita makan malam dulu,sekalian Bapak kenalin kamu,dengan keluarga Bapak,"ucap Pak Heru lagi.
"Ah... sudahlah jangan malu-malu,anggap saja rumah sendiri,"ucap Pak Heru sambil
menggandeng lengan ,Asep.
Asep pun dengan malu-malu, mengikuti Pak Heru,ke dalam ruang makan.
Sesampainya di ruang makan,semua orang memandang heran pada Asep,yang digandeng Pak Heru,karena mereka tidak kenal sama sekali dengan Asep.
lalu Pak Heru berkata,"Sini Nak,kamu duduk dekat Bapak.
__ADS_1
"Terimakasih kasih Pak,"ucap Asep sambil duduk di kursi dekat Pak Heru.
"Semuanya perkenalkan,ini Asep anak dari teman Papah,dia datang dari kampung,."ucap Pak Heru dengan bangga.
Semua orang yang ada di meja makan,hanya mengangguk sambil tersenyum dipaksakan.
Dyah ,merasa pernah melihat pemuda tersebut,lalu ditatap nya Asep dengan penuh selidik.
Dyah,ingat bahwa pemuda tersebut adalah pemuda yang dijumpainya tadi didepan rumahnya,ada perasaan jijik dihatinya karena melihat pemuda yang kucel ini.
Pak Heru berkata lagi,"Sekarang mari berdoa dulu sebelum makan.
lalu mereka semuanya berdoa, setelah selesai berdoa ,mereka pun makan malam bersama.
Setelah makan pertemuan dilanjutkan diruang keluarga.Asep disuguhi berbagai macam makanan,Asep pun tak me nyia-nyiakan makanan tersebut,maklum, dia jarang makan enak selama ini,hidupnya banyak di habiskan untuk bekerja keras,untuk membiayai hidupnya serta kuliahnya.
Semua memandang Asep,dengan pandangan aneh,ini orang rakus banget ,kayak orang kelaparan sih.
Pak Heru,hanya tersenyum lalu berkata,"
Nak Asep,perkenalkan ini istri Bapak,namanya Tantri,..anak saya yang sulung namanya Dika Wicaksono,ini adiknya namanya Daniar Wicaksono,dan ini yang bontot namanya Dyah Pitaloka Wicaksono.
Asep hanya mengangguk pada mereka semua ,lalu Asep menyalami mereka satu persatu.
Pak Heru pun,menerangkan pada Asep, bahwa mereka semua sudah bekerja,serta mempunyai kedudukan yang tinggi diperusahaannya nya,masing- masing.
__ADS_1
Asep,mengangguk -angguk tanda kagum,padahal dihatinya dia ,ketawa kalau saja mereka tahu siapa pemilik tempat mereka bekerja ,pastinya mereka akan sangat menghormati Asep,tapi untuk saat ini,Asep tidak mau mereka mengetahui nya.