
Sudah 3 bulan,Asep tinggal di rumah, Keluarga Wicaksono berbagai perlakuan dari keluarga Wicaksono sangat buruk sekali,tapi semua itu atas pengetahuan Pak Heru.
Asep sering berbicara dengan Pak Heru,disaat keluarga Wicaksono tidak ada di rumah,Asep selalu menahan kemarahan Pak Heru,Asep berjanji suatu saat mereka pasti akan berubah.
Pak Heru pun bernapas lega,dia takut Asep akan marah pada keluarga nya.
Saat ini Asep,sedang berada di kamar pribadinya ,Asep sering pulang ke Villa dengan alasan pulang kampung.
Apabila Asep pulang kampung,semua keluarga Wicaksono selalu berharap ,Asep tidak kembali lagi.
Malam itu Jumat kliwon, Seperti biasa Asep selalu bersemedi,untuk berlatih menguasai qadam yang ada didalam tubuhnya,tiba-tiba tercium bau melati yang menyebar di seluruh ruangan kamarnya.
Terdengar Geraman halus,lalu timbul asap putih yang tebal,lalu asap putih tersebut lambat lain menghilang,setelah Asap menghilang tampaklah didepan Asep ,...2 ekor harimau kumbang.
"Grrrrr,suara Geraman halus terdengar lagi.
"Aki...Nini(kakek nenek)mengunjungi ku ada kabar apakah gerangan,yang membawa kalian kesini,"tanya Asep dengan hormat.
__ADS_1
"Ketahuilah Cucuku,sebentar lagi musuh-musuhmu akan muncul,aki dan Nini hanya memperingatkan mu saja,"ucap harimau kumbang tersebut.
"Baiklah aki nini,cucumu ini mengucapkan terimakasih atas segala kasih sayang kalian,"ucap Asep sambil memandang kedua harimau.
"Aki..Nini,hanya memperingatkan mu saja,ketika kamu mendapat kesulitan,aki dan Nini akan datang padamu tanpa di undang"ucap Harimau kumbang tersebut,tidak lama kemudian mereka dengan cepat menghilang dari pandangan Asep.
Asep pun melanjutkan semedinya,rohnya berkeliaran di alam semesta,berlatih ilmu batin untuk menyatukan dirinya dengan Qadam nya.
Malam semakin sunyi,suasana dipuncak semakin dingin menusuk kalbu,terdengar lolongan anjing bersahut-sahutan,semakin mencekam.
Di suatu tempat di kegelapan malam,sekelompok manusia tengah melakukan pemujaan,didepan mereka ada sebuah patung seekor Serigala,
Suara-suara itu saling bersahutan,tiba-tiba seseorang,yang mungkin pemimpinnya berdiri diantara mereka,lalu dia mengambil sebotol cairan merah yang kental, seperti darah atau mungkin memang darah.
Lalu cairan kental itu,dia siramkan pada patung serigala,dengan membaca mantra-mantra yang tiada henti,setelah itu mereka terdiam bersamaan memandang pada patung Serigala.
Tiba-tiba,tercium bau darah yang menusuk hidung,pelan tapi pasti patung tersebut berubah hidup,
__ADS_1
Patung itu telah berubah menjadi manusia berkepala serigala,dan para pemujanya menundukkan kepala mereka di hadapan manusia serigala.
lolongan suara serigala bersahutan,penduduk yang tinggal dibawah gunung ketika mendengar suara lolongan serigala,menjadi ketakutan,mereka semua berusaha menarik selimutnya masing-masing dengan penuh kengerian.
Asep yang tertidur langsung waspada,dia bertanya dalam hati,kok ada suara serigala,pertanda apakah itu,apakah itu musuhnya yang akan muncul,? seperti kata Aki dan Nini?,
Suara itu lama kelamaan terdiam ,lalu Asep pun meneruskan tidurnya yang tadi terganggu oleh suara lolongan serigala.
Malam semakin larut,bisikan-bisikan setan semakin menjadi,
"Selamat datang ketua,selamat lahir kembali Ketua,"ucap kelompok orang tersebut.
Manusia berkepala serigala itu,memandang dengan tajam para pemujanya,lalu dia berkata,"
Yah.. aku sudah datang lagi,aku harus menantang si manusia harimau,dulu aku kalah dengannya tapi sekarang dengan kelahiran ku kembali,aku pasti bisa menghancurkan si manusia harimau,"ucapnya dengan percaya diri.
"Ketua hebat,ketua perkasa ,kami percaya kita akan mengalahkan si manusia harimau," ucap mereka sambil menyembah si manusia serigala.
__ADS_1
Bersambung,
.