
Dika,Daniar ,Dyah beserta Pak Heru dan Bu Tantri sudah berada di ruang makan,menanti kedatangan Bos Pranata.
Semua menjadi tegang kecuali Pak Heru yang santai.
Sedangkan Asep,dari tadi sore berpamitan akan ke rumah temannya,Bu Tantri sangat bahagia sekali melihat Asep pergi,akan tetapi Dyah merasa tidak tenang ada perasaan kehilangan,ketika Asep berpamitan tapi karena melihat mata Ibunya yang melirik nya dengan tajam,Dyah tidak berani menghalangi kepergian Asep.
Selama 6 bulan bersama Asep,Dyah pelan-pelan merasakan sesuatu yang tidak di percayai nya,bahwa ada suatu perasaan kangen apabila tidak melihat Asep,waktu dia pulang dari kantor,Asep yang selalu menemaninya tidur walau tidak seranjang tapi membuat Dyah merasa tenang.
yah,walaupun dia merasa Asep,tidak selevel dengan dia,tapi Dyah merasakan ketulusan cinta Asep padanya.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga,Pranata sudah hadir di ruang makan tersebut, yang sangat sibuk adalah Bu Tantri,segala makanan dia tawarkan pada Pranata,demi mencari simpati Pranata,
"Nak, Pranata....maap Ibu lancang,kenapa anda tidak membuka masker anda,bagaimana caranya anda bisa makan ,kalau memakai masker,"tanya Bu Tantri dengan hormat,beda banget perlakuannya sama Asep.padahal kalau dia tahu orangnya itu-itu juga.
"Oh ,iya Bu,hampir saya lupa,"ucap Pranata sambil membuka masker nya.
Awalnya semua orang ,kecuali Pak Heru.., masih bertanya-tanya dengan heran bagaimanakah rupa Bos besarnya ini,karena Dika maupun Daniar sama-sama bekerja diperusahaannya,Pranata walaupun beda perusahaan nya dengan Dyah,tapi Bos besarnya tetap Pranata Kusumah.
Apalagi Bu Tantri,yang ingin sekali tahu,bagaimana wajah dari Pranata Kusumah.
Pranata Kusumah membuka maskernya,Dyah langsung shock,awalnya Dyah menyangka itu adalah Asep,suaminya... tapi ternyata berbeda,Asep itu klimis tidak berjanggut dan berkumis,sedangkan Pranata berjanggut dan berkumis seperti orang-orang barat sana,atau seperti orang Arab sana,walaupun sama-sama ganteng.
Dika dan Daniar pun kagum,melihat wajah Bosnya,Dika kagum...sedangkan Daniar langsung menyukai Bosnya.
Sedangkan Dyah masih bingung,walaupun dia pun merasa tertarik tapi itu tidak mungkin,karena dia sudah bersuami.
"Ternyata Nak Pranata,tampan sekali,*ucap Bu Tantri keceplosan.
Pak Heru pun kaget,sejak kapan Asep berjanggut,anak ini ada-ada saja kelakuannya,"batin Pak Heru sambil tersenyum.
__ADS_1
Daniar yang dari tadi hanya diam saja,langsung merespons dengan cepat,duduknya pun sengaja pindah dekat Pranata.
Walaupun dia sudah bertunangan tapi dia belum menikah,pikirnya sah-sah saja,dia beralih hati.
Daniar pun,mencoba untuk menarik hati Pranata,tapi mata Pranata tetap memandang Dyah,Dyah jadi tersipu malu ,karena di pandang terus oleh Bos nya.
"Ayo,kita makan dulu,"ucap Pak Heru untuk memecahkan suasana.
"Iya,Nak Pranata,mari makan dulu,"ucap Bu Tantri dengan hormatnya.
Akhirnya mereka semua makan malam dengan tenang.
Setelah makan malam selesai,dilanjutkan dengan ngobrol bersama di ruang santai,kalau orang kaya biasanya ada taman di dalam rumahnya yang sering dipake untuk ruang santai keluarga.
Daniar sangat agresif untuk menarik perhatian Pranata,karena dia pikir dirumah ini tidak ada saingan,Dika enggak mungkin,sedangkan Dyah sudah bersuami.
"ok, bagaimana perusahaan kita apakah baik-baik saja,"ucap Pranata sambil memandang ketiga anak Pak Heru,yang menjadi bawahan nya,di Perusahaan.
Daniar yang menempel kayak prangko,pada Pranata langsung berkicau dengan mulut cantiknya,untuk memberitahukan bahwa di tempatnya bekerja pun, perusahaan dalam keadaan baik-baik saja.
"Baiklah kalau begitu,saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama kalian,"ucap Pranata sambil melirik Dyah.
Yang di lirik,menjadi gugup dan salah tingkah.
"Sama-sama Bos,kan saya di gajih sama Bos, jadi saya harus bekerja dengan baik,demi kemajuan Perusahaan,"ucap Dyah sambil tertunduk.
Dyah masih memikirkan Asep,kemana kok bel pulang juga,padahal hari sudah larut.
"Nak Pranata,boleh saya bertanya dengan anda?"tanya Bu Tantri.
__ADS_1
"Boleh ...silahkan Bu,"jawab Pranata.
"Apakah Nak Pranata sudah punya istri atau pacar barangkali,?"tanya Bu Tantri lagi.
"Hmm...saya belum punya istri apalagi pacar,saya ini kurang pergaulan,hidup saya selama ini susah,tapi untungnya Pak Heru sebagai pengacara orangtua saya,sangat amanah menjaga warisan yang dititipkan orangtua saya padanya,sehingga saya bisa mengambil kembali warisan orangtua saya,"ucap Pranata sambil mengangguk sopan pada Pak Heru.
"Itu sudah kewajiban saya sebagai pengacara keluarga anda,"jawab Pak Heru sambil tersenyum.
"Saya ...sebenarnya mau jujur,dengan anda Pak... kedatangan saya hari ini,saya ingin melamar salah satu anak Bapak,untuk saya jadikan permaisuri saya,"ucap Pranata sambil memandang Dyah.
Dyah yang selalu di pandang oleh Pranata,langsung kaget ,rasanya dia mau pingsan,dia tidak menyangka bahwa Kedatangan Pranata akan melamar salah seorang antara dia dan kakaknya.
Bu Tantri ketika mendengar perihal tersebut,merasa senang sekali,inilah kesempatan untuk bisa menyingkirkan menantunya yang tidak berguna.
"Nak Pranata,pilih saja Dyah...bukankah dia sangat dekat sekali dengan anda di kantor,Dyah kan bekerja sebagai Direktur diperusahaannya,Nak Pranata,"ucap Bu Tantri.
Daniar langsung cemberut,dia bingung kenapa Ibunya ,menunjuk Dyah yang sudah bersuami,bukan dia yang cuma tunangan.
"Mah....itu enggak mungkin,Dyah.kan sudah menikah,.masa dia punya suami dua...Mamah ..jangan ngaco,"ucap Daniar sambil cemberut.
"Dyah...apakah benar kamu sudah menikah,"ucap Pranata menatap tajam Dyah.
Dyah hanya diam pasrah,sambil mengangguk lemah
"Oh...sayang sekali,padahal saya suka sama kamu,waktu pertama kali kita bertemu.,"ucap Pranata pura-pura menyesal."
"Nak Pranata,jangan takut kamu.pasti bisa memiliki Dyah,saya yakinkan Nak Pranata,bahwa sebentar lagi Suami Dyah ,akan menceraikannya,Dyah belum tersentuh sama sekali,"ucap Bu Tantri berusaha meyakinkan Pranata.
"Sial,nih mertua gua, sadis amat,"batin Asep alias Pranata.
__ADS_1
"Benarkah itu Bu?"tanya Pranata.