
Pagi-pagi sekali Asep,bersiap untuk kembali ke rumah Pak Heru,tiba -tiba hp nya berdering,ternyata ada pesan Wa,dari Dyah,yang bertanya tentang kesediaan Asep ,untuk bertemu dengan pimpinan daerah,yaitu bertemu dengan Pak
walikota,Asep pun membalas ,Bahwa dia setuju untuk bertemu dengan wali kota.
karena tadinya bermaksud untuk pergi ke rumah Pak Heru,Asep hanya memakai baju seadanya.
Setelah ada pemberitahuan melalui wa,dari Dyah,...Asep pun mengganti pakaian nya dengan pakaian resmi.
Asep tetap memakai masker pelindung,supaya dia tidak dikenali orang.
"Mang Jaka,tolong bersihkan halaman belakang ya,saya mau pakai untuk latihan,"ucap Asep pada mang Jaka,pembantu setia nya.
"Baik ,den..nanti mamang bersihkan,"jawab mang Jaka.
"Baguslah kalau begitu,mang Jaka,jangan kaget kalau ada apa-apa,nanti malam,mamang tidur cepat saja ,ya"ucap Asep sambil berlalu dengan mobil Ferrari nya.
Mang Jaka ,hanya memandang kepergian mobil merah tersebut, sambil bertanya-tanya,apa yang akan terjadi nanti malam,majikannya hanya menyuruh dia,cepat tidur.
"sudahlah yang penting kerja dulu,"batinnya.
Selama diperjalanan,Asep sudah merasakan bahaya,yang akan dihadapinya,tapi dia sudah siap dengan segala kepercayaan dirinya yang tinggi,siapapun itu musuhnya dan sekuat apapun musuhnya,Asep tidak akan mundur.
Tidak lama kemudian,sampailah Asep di gerbang masuk perusahaannya,para sekuriti,menyambut Asep,sang Presdir,Bos utama mereka.
"Selamat pagi,Bos besar,Bu Dyah dan Pak wali kota sudah menunggu anda di ballroom,"ucap Seorang sekuriti senior.
Asep pun turun dari mobilnya.
Asep hanya mengangguk sambil menatap mereka,dia menatap satu persatu petugas sekuriti nya,mengukur kekuatan dari mereka semua,mereka semua sudah dilatih di tempat pendidikan sekuriti ,Asep percaya mereka bisa diandalkan.
__ADS_1
"Silahkan masuk Bos,"
Asep sambil tersenyum langsung masuk dan menuju ballroom.
Sesampai di ballroom,nampaklah Dyah bersama Aspri nya(asisten pribadi),dan seorang laki-laki yang seumuran dengan Asep,dan setelah makin jelas rupa laki-laki tersebut,ternyata dia kawan SMA-nya,lama sudah tidak berjumpa,baru sekarang dia bisa berjumpa lagi.
"Hebat,si Agus sudah jadi walikota,"batin Asep.
Setelah Asep berada di ruangan, semua orang berdiri ,menyambut Asep.
"Selamat datang Pak Presdir,"ucap Dyah sambil menganggukkan kepalanya tanda hormat,begitu juga yang lainnya.
Lalu Dyah memperkenalkan semua orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan tersebut intinya ,Pak walikota ingin mengenal pimpinan perusahaan yang baru,sebagai pemimpin,di wilayah tersebut,tentunya Pak walikota harus mengenal pemimpin perusahaan yang ada di wilayahnya.
Setelah acara pertemuan selesai dilanjutkan dengan acara makan-makan,tentu saja Asep tidak mau rahasianya terbuka,jadi dia,meninggalkan acara tersebut dan masuk ke ruangannya.
Pak walikota sangat penasaran sekali, seperti nya dia sudah pernah melihat mata yang tajam menatapnya,jadi ketika Asep masuk ke ruangannya,diam-diam Pak walikota pun , mengikuti Asep.
Lalu diketuknya pintu ruangan Asep,Asep tahu bahwa Agus,sang walikota ,mengikutinya.
"Silahkan masuk,pak,"ucap Asep sambil membuka maskernya.
Ketika membuka masker,Asep sudah mematikan cctv ,yang ada di ruangannya.
Pak Walkot langsung masuk dan menutup pintunya.
Dilihatnya Presdir,sedang membuka maskernya.
__ADS_1
Lalu nampaklah wajah itu,wajah sahabat karibnya,diantara percaya dan tidak,Pak Walkot sangat terkejut sekali,Asep sahabat baiknya,ternyata adalah orang terkaya di negeri ini,padahal dulu dialah yang slalu membantu Asep.
"Selamat bertemu Pak walikota ,sahabat terbaikku,"ucap Asep sambil tersenyum.
"Gus,kenapa lo bengong,kaget ya,haha,"Asep ketawa sambil merangkul sahabatnya.
Agus sang walikota,langsung menangis terharu,karena bisa bertemu kembali dengan sahabatnya.
"Gua, enggak nyangka Lo bisa jadi begini,padahal Lo kan,cowok paling bokek disekolah kita dulu,"ucap Agus,sambil memandang dengan kagum.
"Hebat Lo dah,..bisa jadi wali kota,tapi enggak heran sih,Lo kan tamatan IPDN,"ucap Asep.
"Tapi Bro,yang gua heran,kenapa kita kagak pernah ketemu,ya,"tanya Agus.
"Kan,gua kuliah di Bandung sedangkan Lo,kuliah di Sumedang (pinggiran kota Bandung).,"Jawab Asep.
Lalu Asep menceritakan apa semuanya,tentang keadaan dia ,sampai bisa jadi seperti sekarang ini,karena warisan dari orang tuanya.
Agus ikut prihatin,mendengar kematian orang tua , Asep sejak kecil.
Pantas saja Asep,begitu berat kehidupannya,sejak dulu.
"Tapi tolong bro,rahasiakan dulu tentang gua,soalnya musuh-musuh,orangtua gua masih hidup, gua ingin memenjarakan mereka,gua harus balas dendam,atas kematian kedua orang tua gua,"ucap Asep sambil menatap Agus.
"Ok,bro...Lo tenang saja,rahasia Lo aman,sama gua,"ucap Agus sambil menepuk pundak Asep.
"Terimakasih,Bro"ucap Asep sambil memeluk sahabatnya.
"Ok,bro..gua mau kunjungan ke daerah pinggiran kota,ada yang harus gua resmikan,ntar kita ketemuan lagi ya,"ucap Agus.
__ADS_1
"Ok,bro...selamat bertugas,"ucap Asep sambil menutup maskernya lagi.