ASEP SI MANUSIA HARIMAU

ASEP SI MANUSIA HARIMAU
KEPERGIAN BAH BADAR UNTUK SELAMANYA 2


__ADS_3

"Kenapa,Bah....masa kecilku jadi hilang sama seperti masa mudaku," ucap Arda sambil memandang kakeknya dengan kesal.


Abah Badar hanya tersenyum saja,melihat cucunya yang kesal padanya.


"Ketahuilah Sep,...Abah...memang sengaja ,membuat masa muda mu penuh kesengsaraan dan perjuangan,karena Abah percaya kamu adalah laki-laki yang kuat,pasti akan bisa melewati semua rintangan kehidupan ini,buktinya kamu sudah berhasil,sebentar lagi kamu akan jadi pengacara yang hebat,punya kekuatan super dan sebentar lagi kamu jadi milyuner,apalagi yang kamu cari ,Sep?" ucap Abah Badar.


"Abah sengaja melatih mu semenjak dari kecil,dengan berbagai penderitaan,sehingga membuat kamu menjadi kuat,..melatih mu dengan segala ilmu silat terutama gerakan pamacan ini,karena kamu adalah orang yang terpilih oleh sang qodam," lanjut Abah.


"Ini adalah warisan abah yang terakhir," ucapnya sambil mengeluarkan sebuah tongkat kayu sepanjang 50 cm.


"Ini ..apa Bah," tanya Asep penasaran ketika menerima pemberian tongkat pendek tsb.


"Putar saja dengan kedua tanganmu," ucap Abah Badar.


Asep pun,memutar tongkat tsb dengan berlawanan arah,dengan menggunakan ke dua tangannya,...click ,tongkat tsb menjadi 2 bagian,lalu tiba-tiba muncul sinar putih berbentuk pedang di kedua tongkat yang terpisah tsb.


"Itu namanya Pedang bayangan harimau kembar," ucap Abah sambil tersenyum bangga.


Asep sangat terkagum-kagum dengan semuanya ini,sehingga dia lupa dengan rasa kesalnya.


"Kamu juga punya ,tinju bayangan harimau dan tendangan bayangan harimau,kenapa disebut bayangan,karena tinju dan tendangan mu,orang tidak bisa melihatnya kecuali orang yang mempunyai ilmu sebanding denganmu," ucap Abah menerangkan semua kekuatan dari khodam harimau yang telah bersemayam ditubuh Asep.


Asep hanya bisa mengangguk angguk,tanda sudah mengerti.


"Sep,Abah rasa sudah waktunya Abah pergi,tugas Abah di dunia ini sudah selesai," ucap Abah Badar sambil duduk bersila,lalu.mulutnya merapal lagi,tidak lama kemudian Abah badar sudah berubah wujud menjadi seekor harimau,dan sepasang macan kumbang menghampiri sosok Abah ,yang sudah berbentuk harimau,lalu ketiga harimau tsb,memandang Asep,dan mereka menggeram bersama,lalu dengan secepat kilat mereka berlari masuk hutan larangan yang berada dibawah kaki gunung tampomas tsb.


Asep,hanya bisa memandang kepergian semua kakek buyutnya dengan perasaan sedih,sekarang dirinya sendirian.untuk mengarungi kerasnya kehidupan ini.


Lalu Asep,menyatukan kembali Dua pedang harimau kembarnya,menjadi semula.yaitu sebuah tongkat pendek,dia selipkan tongkat tsb dipinggangnya.memasukkan surat bukti pewaris tunggal kekayaan Ayahnya dan semua ijazah sarjananya,karena besok Asep akan.pergi ke Jakarta, meninggalkan kampungnya yang membesarkannya.


Asep,membereskan.pakaian yang akan dibawanya besok,setelah beres Asep pun tertidur .didalam mimpinya Asep bertemu dengan Abah,dan abah terus saja menasehati asep,supaya selalu berbuat baik pada sesama.


Besoknya Asep berangkat ke Jakarta,tetapi sebelumnya Asep berpamitan pada ketua kampung setempat dan menitipkan rumah peninggalan kakeknya pada tetangganya.


Selama.perjalanan ke Jakarta,Asep berpikir apa yang akan dia lakukan,apakah meneruskan cita-citanya menjadi seorang lawyer/pengacara atau tidak bekerja dan hanya mengurus harta warisannya saja.


Tiba-tiba didepannya ada seorang perwira polisi yang menyapanya,Awalnya Asep tidak kenal tapi lama-kelamaan Asep mengenal polisi wanita tsb.

__ADS_1


"Maap ,kamu Asep ya,Asep Pranata kusumah," ucapnya sambil duduk disebelahnya.


"Iya ...benar kamu pasti laras ya Laras setia ningrum,primadona SMA," ucap Asep sangat gembira sekali.


"Laras...kamu pasti masuk akademi kepolisian ya..soalnya Aku lihat pangkat perwira dipundak," ucap Asep penuh selidik.


"Betul Sep..setelah lulus dari SMA..aku langsung daftar Akpol,dan Alhamdulillah aku lulus,sekarang tugasku di Mabes POLRI.," ucap Laras sambil tersenyum manis.


"Kamu hebat sekali,Aku bangga jadi teman kamu," ucap Asep sambil menatap Laras.


"Ah kamu,bisa aja,buat hidungku terbang,hehe,"jawab Laras tersipu malu.


"Aku salut sama kamu,Laras...kamu tidak pernah melupakan teman mu,walaupun keadaan kita sekarang sudah berbeda,"lanjut Asep.


"Ya..enggaklah,teman tetaplah teman,jangan sampai di halangi oleh status kita,"ujar Laras dengan bijak.


"Iya,Bu komisaris,"jawab Asep setengah meledek.


"Sep..kamu punya no wa,aku minta ya,nanti kalau kita sudah sampai ke Jakarta,kamu bisa wa ,aku,"tanya Laras pada Asep.


"Ada,"jawab Asep penuh semangat.


Asep,setelah berpisah dengan Laras langsung menuju kantor pengacara Ayahnya yang bernama Heru Wicaksono,seorang pengacara terkenal di negeri ini,


Berbagai kasus perdata,beliau tangani dengan sukses,semua klien memujinya karena berhasil memenangkan peradilannya.


Sedangkan Laras pergi ke mabes polri,tempat dia bertugas.


Sebenarnya Laras ,masih ingin berbincang-bincang dengan Asep,ada kerinduan yang belum terlunasi


Laras , sebenarnya memendam perasaan pada Asep,tapi sayangnya ,Asep tidak merespon nya.


Sekarang setelah bertemu kembali,bunga-bunga cinta itu kembali tumbuh di hati nya.


Dia berjanji di dalam hatinya ,bahwa suatu hari apabila dia bertemu kembali dengan Asep,dia ingin mengatakannya,walaupun rasa nya tidak etis,perempuan duluan bilang suka,tapi no problem bagi dia.ini adalah cintanya bukan cinta orang lain,tidak ada salahnya mengungkapkan daripada tidak sama sekali.


Setelah sampai di kantor Pak Heru,Asep langsung di sambut oleh sekretaris Pak Heru,Asep langsung diantar ke ruangannya Pak Heru,yang sudah menunggunya.

__ADS_1


Setelah sebelumnya Pak Heru berpesan pada Sekretaris nya,bahwa apabila ada seorang yang mengaku bernama Asep pranata Kusumah,harus langsung diantar ke ruangannya


"Selamat datang tuan Asep Pranata Kusumah ditempat saya,silahkan duduk tuan,"ucap Pak Heru dengan hormat.


"Baiklah Pak Pengacara, terimakasih,"ucap Asep sambil duduk di depan Pak Heru


"Anda ..sudah dewasa sekarang,tampan seperti Ayah,anda,"ucap Pak Heru berbasa-basi.


Asep hanya tersenyum saja.


"Langsung saja tuan Asep,saya sudah mempersiapkan segala dokumen penyerahan warisan dari orangtua anda, silahkan anda periksa dan tanda tangan,"ucap Pak Heru dengan serius.


"Baiklah Pak Pengacara,saya akan memeriksa dan menanda tangani dokumen ini,"jawab Asep sambil memeriksa semua dokumen,lalu setelah selesai memeriksa semua dokumen,Asep langsung menandatangani nya.


"Tuan Asep, sekarang anda sudah menandatangani semua dokumen,berarti secara sah secara hukum,anda pemilik semua warisan dari orang tua anda.


"Iya..Pak Pengacara,saya ucapkan terimakasih,karena Bapak,begitu amanah menjaga amanat dari orangtua saya,"ucap Asep sambil memandang Pak Heru ,dengan penuh rasa sukur


"Saya hanya menjalankan tugas saya Tuan,"ucap Pak Heru lagi.


Asep mengangguk tanda setuju,lalu matanya melihat Foto keluarga Pak Heru,yang ada di dinding ,di belakang Pak Heru.


Tampaklah keluarga Pak Heru bersama istri dan ketiga anaknya,Asep sangat tertarik pada salah seorang anak Pak Heru.


Kelakuan Asep,tidak luput dari pengamatan Pak Heru,beliau tahu bahwa Asep tertarik dengan salah satu anaknya.


"Maap,Pak Heru...itu siapa yang paling pinggir,"ucap Asep sambil menunjuk Foto Dyah.


"Oh..itu Dyah,anak bungsu saya,"jawab Pak Heru sambil tersenyum.


"Anda boleh berkenalan dengan anak saya,nanti akan saya perkenalkan,"lanjut Pak Heru.


Asep hanya tersipu malu.


"Baiklah Pak Heru,saya permisi dulu,saya mau pergi ke villa peninggalan ayah saya yang ada di puncak Bogor,nanti saya akan datang ke rumah Bapak,untuk berkenalan dengan anak Bapak,"ucap Asep sambil berdiri dan membawa semua dokumen yang telah dia tanda tangani.


"Oh ..silahkan Tuan,,"ucap Pak Heru.

__ADS_1


Asep pun keluar dari ruangan pak Heru menuju ke villa nya.


__ADS_2