ASEP SI MANUSIA HARIMAU

ASEP SI MANUSIA HARIMAU
PENCULIKAN DYAH PITALOKA


__ADS_3

Maap kawan-kawan,saya baru update lagi,soalnya dari pihak Novel ,enggak ada bantuannya untuk beli pulsa.


Tapi enggak apa-apa karena saya senang menulis,ya akan saya lanjutkan menulisnya.


Dyah pitaloka yang berstatus istrinya Asep,alias si Manusia harimau .


Dyah tidak tahu bahwa sebenarnya Asep,adalah juga bos nya di kantor.


Dyah,yang sekarang berbeda jauh dengan Dyah yang dulu,yang slalu memandang hina suaminya.


Sekarang karena dia tahu bahwa,Asep adalah si Manusia harimau pujaannya,Dyah menjadi seorang pecinta,semua dipikirannya adalah ke khawatiran pada Suaminya.


Ketika Dyah berangkat kerja ,biasanya suaminya berangkat ke pasar ,untuk berbelanja.


Padahal tanpa Dyah ketahui,Asep slalu mengikutinya sampai ke kantor Dyah.


kenyataan nya mereka slalu bersama tanpa Dyah sadari.


Asep atau Pranata adalah satu orang yang sama,tapi slalu sengaja untuk menutupi kerahasiaan nya,agar musuh-musuhnya bisa di kelabui.


Hari ini kebetulan Asep, sedang berada di villa nya, yang ada di puncak.


Asep sedang melatih dirinya,supaya ketika ada serangan musuh dia sanggup menghadapi nya. Sedangkan Dyah,sedang berada diperjalanan menuju ke kantor nya.


Dyah yang berwajah sangat cantik,yang bisa membuat kaum lelaki gafok alias gagal fokus,


hari menyetir sendiri ke kantornya,tanpa dia sadari di belakangnya ada 2 buah motor yang mengikuti nya.


setelah berada dijalan yang agak sepi, tiba-tiba kedua motor tersebut,mendahului mobilnya Dyah.


Dyah kaget dan langsung mengerem maap mobilnya,karena dia lihat ke dua motor tersebut,berhenti didepan mobilnya sambil mengacungkan pistol.


Mereka ada 4 orang berjaket hitam,dan muka mereka ditutup oleh helm.


Untungnya Dyah masih tenang walaupun dia gugup karena ketakutan.


"Berhenti,cepat buka pintu,"ujar mereka sambil menodongkan pistol pada Dyah.


mereka berteriak sambil menggedor-gedor pintu mobil Dyah .

__ADS_1


Dyah yang ketakutan lalu mencoba menelpon Asep,suaminya.


Tidak lama kemudian telpon Dyah diangkat oleh Asep.


"Halo Mas....kamu dimana...tolong aku mas,banyak orang jahat yang menodongkan pistol padaku,mas...aku takut ...cepat kesini,"ucap Dyah sambil ketakutan.


"Dyah...Dyah...tenang sayang,mas akan kesan secepatnya,kamu dimana?,"tanya Asep dengan kalut,takut terjadi apa-apa dengan isterinya.


"Cepat buka,kalau tidak saya tembak kamu,"ucap mereka lagi.


"Mas...Dyah di perempatan jalan menuju kantor"jawab Dyah dengan gemetar.


"Baik,Mas...kesan,"ucap Asep dengan sekali berkelebat dia sudah jauh meninggalkan villa nya.


"Mas...cepat .. Dyah takut,"ucap Dyah lagi.


"Kamu tahan sebentar,jangan buka pintunya,Mas akan datang secepatnya,"Jawab Asep dengan lari seperti terbang.


Dengan ilmu Asep sudah sampai ditempat Dyah diserang.


Ternyata benar saja Dyah sedang dikepung oleh 4 orang yang berjaket hitam.


ketika mereka mendengar ada yang berteriak pada mereka dengan menyebut bangsat serta menyuruh melepaskan istrinya,awalnya mereka kaget dan takut.


Tapi ketika melihat Asep yang hanya seorang diri tanpa membawa senjata,mereka langsung tertawa menghina.


"Hahaha,"mereka tertawa begitu senangnya dengan pandangan mengejek.


"Kamu siapa?...bocah..apa kamu tidak takut dengan pistol yang bisa membuatmu terbunuh!?"ucap mereka dengan sombong.


"Aku tidak takut,aku bisa membunuh kalian dengan Gampang,"jawab Asep dengan bangganya.


"Hahaha,. sungguh lucu ada orang yang mau jadi pahlawan,ngaku -ngaku wanita cantik ini istrinya,sungguh tidak tahu malu,dasar bocah bau,"ucap mereka sambil tetap menghina Asep.


"Karena kalian tidak percaya,baiklah aku akan bunuh kalian semuanya,"ucap Asep sambil mengeluarkan pedang harimau kembar.


Sebelum ke 4 orang tersebut berkata lagi,pedang harimau sudah menyayat leher mereka semua, kejadian tersebut secepat kilat ,tanpa ada yang sadar bahwa nyawa mereka sudah hilang,mata mereka melotot diantara ketidak percayaan mereka.


Tubuh mereka semua jatuh,dengan tanpa kepala,karena kepala mereka langsung hancur oleh pedang harimau kembar.

__ADS_1


Ketika Dyah melihat para penyerangnya sudah mati semua serta di lihatnya Asep yang membunuh mereka, Dyah merasa lega.


Dyah langsung membuka pintu mobil dan berlari menuju Asep.


Dyah langsung memeluk Asep,dengan eratnya


seakan-akan takut untuk dilepaskan.


"Mas...kamu enggak apa-apa kan,"ucap Dyah sambil memeluk Asep.


"Lihatlah suamimu...mana ada yang bisa melawan suamimu,"ucap Asep sambil balas


memeluk Dyah .


"Kamu memang hebat Mas..,"ucap Dyah lagi


"suami siapa dulu dong, pasti suami kamu,"jawab Asep dengan senangnya.


"Mari kita pulang yang,"ucap Asep


"Tapi bagaimana dengan mereka,mayat mereka semua tanpa kepala,pastinya polisi akan gempar , melihat mayat tanpa kepala,nanti kamu ditangkap Mas"ucap Dyah mencemaskan suami nya.


"Tenang saja Dek,Mas akan membuat mayat mereka musnah,"ucap Asep dengan yakin.


"Iya ..mas,"Dyah takut kalau sampai mereka menculik Dyah,,"jawab Dyah.


Asep,hanya tersenyum untuk menenangkan isterinya.


Tiba-tiba keluar api dari kedua tangan Asep, lalu api yang ada ditangan Asep langsung menghanguskan keempat tubuh orang yang telah menyerang istrinya.


Tubuh mereka hangus tidak tersisa ,yang tinggal hanyalah debu.


Dyah yang melihat kejadian didepan matanya langsung,menjadi semakin kagum pada Asep.


Hatinya sangat terharu dan bangga pada suaminya.


"Dek... ayo kita pergi ke kantormu,"ucap Asep sambil menarik dengan lembut tangan halus Dyah.


"Iya Mas,"balas Dyah sambil mengikuti Asep,masuk ke mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2