
Seperti diceritakan sebelumnya,Di Kota Sumedang banyak hal-hal unik, seperti banyaknya tempat tempat misteri ,yang sering di kunjungi banyak orang,apalagi kalau lagi datang bulan Maulud,atau di daerah timur dengan istilah malam satu suro,banyak orang ngalap berkah di tempat-tempat kuburan orang-orang dahulu yang terkenal,ke musyrik kan yang merajalela.
Di Sumedang banyak juga peninggalan-peninggalan penjajahan Belanda,masih banyak rumah-rumah bekas ,Belanda tempo dulu.
Ada juga makam pahlawan dari Aceh,yaitu makam cut nyak Dhien,sekarang rumah tempat tinggal beliau pun masih ada,dan di jaga kelestariannya.
Ada juga pemandian air panas dan air tawar,air yang langsung keluar dari Gunung Tampomas,Air yang dingin/tawar di jadikan air minum,sedangkan yang panas bercampur belerang,biasa dipake untuk mandi,biasanya bagi orang-orang yang punya penyakit kulit, reumatik banyak yang sengaja mandi di sana,di tambah lagi,bendungan terbesar di Jawa barat yaitu Bendungan jati gede,yang bisa mengairi daerah di hilirnya.
kembali ke kesenian Buhun yang saya ceritakan tadi,kesenian itu terkenal dengan nama Tarawangsa.
Kesenian Tarawangsa,hanya menggunakan dua alat musik,rebab atau semacam biola, dengan kecapi,banyak orang yang mendadak kesurupan,apabila sedang menari,makanya di perlukan iman yang kuat,supaya para makhluk gaib,tidak menguasai tubuh kita. selain Tarawangsa ada kesenian kuda renggong atau kuda yang pandai menari yang sering diiringi musik asli Sunda,biasanya kalau ada khitanan anak,baru mereka ada pertunjukkan.
Dan masih banyak yang lainnya,Sumedang juga terkenal dengan ubi jalar cileumbu,ubi yang terkenal sangat manis kalau dibakar.
__ADS_1
so kalau mau di ceritain tentang kota Sumedang,Takan habis-habisnya.
Kembali ke cerita,sampailah Asep ke rumah peninggalan Abah nya,rumah itu tidak terawat selama Asep,tinggal di Jakarta, keadaan di dalam rumah,masih seperti keadaan waktu Asep pergi ke Jakarta.
Untungnya Asep,sampai ke rumah itu ,masih siang jadi ada waktu untuk bersih-bersih.
Setelah selesai bersih bersih...malam pun tiba,,lalu Asep masuk rumah dan mandi, seperti yang sering dia lakukan dulu,dia masak nasi dengan lauk seadanya,.. yang dia beli tadi, dari warung dibawah rumahnya.
Banyak warga bertanya kemana saja selama ini,Asep hanya menjawab hanya seadanya,tanpa membuat warga curiga.
Malam semakin larut,membuat suasana semakin mencekam,mungkin saat ini para warga sudah tertidur semua..kecuali Asep . Dia sengaja bersemedi untuk memanggil para leluhurnya.
Asep semakin tenggelam dalam.pikirannya,seakan arwahnya melayang ke suatu tempat,tempat di mana semua arwah leluhur nya berkumpul.
__ADS_1
Tempat itu luas,tempat alam gaib,yang hanya bisa di jangkau oleh alam pikiran Asep.
ketika melihat semua leluhurnya berkumpul,Asep berkata sambil menunduk,"Sampurasun aki nini,semuanya....cucu mu datang dengan tidak sopan ,hanya ingin mencurahkan perasaan cucu ,yang sedang bingung,cucu ingin mendapat petunjuk yang benar dari kalian semua.
Mereka semua tersenyum penuh dengan kebijaksanaan.
"Selamat datang ,,Asep. cucu kebanggaan kami,sekarang kamu adalah penerus penerima wasiat kami,kami selalu memperhatikan mu,Nak,memang ..semua itu adalah pilihan,ketika kamu menerima Qodam tersebut mungkin kamu dalam keadaan terpaksa ,akan tetapi semua sudah menjadi takdirmu,kamu harus rela menerima nya, begitu pula keadaan yang menimpamu sekarang,menurut kami,...kamu harus siap dengan segala resiko yang akan kamu tanggung kelak...jadi hadapilah semua kenyataan yang akan terjadi,"ucap salah satu dari para leluhurnya tersebut.
Asep menjawab,"Baiklah cucu...akan selalu mematuhi apa yang dikatakan eyang semuanya,kalau begitu cucu ,pamit undur diri,
"Pergilah,jaga Kodam mu,jangan sampai dia pergi dari tubuhmu,"ujar mereka serentak.
Arwah pikiran Asep pun kembali ke tubuhnya, Sekarang Asep penuh semangat,bahwasanya apapun yang akan terjadi,dia siap menghadapinya.
__ADS_1