
"Ras..kamu makin cantik dan berwibawa,dulu aku dulu diam -diam naksir kamu,tapi aku enggak berani,apalagi sekarang kamu semakin hebat,"bisik Asep dalam hatinya.
"Kenapa.. .sep,kok ,kamu lihat aku terus..?naksir ya..!?"ucap Laras dengan senyum yang menggoda.
"Hahaha,..bisa saja kamu Ras,aku hanya kagum dan bangga lihat kamu,itu saja,"ucap Asep berusaha menyembunyikan perasaannya.
Tak terasa bus Primajasa yang telah mereka tumpangi telah sampai di Terminal kampung Rambutan,mereka pun akhirnya berpisah setelah sebelumnya bertukar no WhatsApp.
Dan berjanji akan saling menelpon bila sudah tiba di rumah nya masing-masing.
Jakarta...aku kembali setelah 16 tahun meninggalkanmu,kenangan pahit ketika orangtuaku terbunuh masih aku ingat,"batin Asep sangat marah ketika mengingat kejadian tersebut.
"Aku harus mencari pembunuh orangtuaku,aku harus membalas dendam,yang ku pendam puluhan tahun ini,"batin Asep yang bertekad untuk membalas dendam dengan penuh tekad yang membara.
Asep pun lalu menyetop sebuah taxi,setelah masuk Asep pun menyuruh sopir ke kantor pengacaranya.
Tidak lama kemudian sampailah Asep di kantor pengacaranya,Asep langsung masuk ke dalam kantor.
Ruangan kantor itu sungguh asri dan tenang.
Asep menatap sekeliling ruangan ,untuk mencari ruangan pengacaranya.
Tiba-tiba ada yang menegur Asep,seorang wanita cantik berpenampilan sangat anggun,Asep pikir mungkin ini asisten atau semacam sekretaris pengacaranya.
"Maap..Pak..ada yang bisa saya bantu,"ucap wanita tersebut.
"Saya mau bertemu Pak Heru Wicaksono,apakah anda bisa membantu saya?"tanya Asep pada wanita tsb.
"Bisa pak,perkenalkan nama saya Nadia,saya sekretaris nya ,Pak Heru Wicaksono,"ucapnya sambil tersenyum manis , semanis gula aren.
"Saya ..Asep pranata Kusumah,saya ada perlu dengan Pak Heru,tolong antarkan saya padanya,"ucap Asep sambil menatap tajam wajah Nadia.
"Baiklah Pak,mari saya antar,Pak Heru sudah menunggu anda di ruangannya,"ucap Nadia sambil berjalan didepan Asep menuju ruangan Pak Heru.
Sesampainya di depan ruangan Pak Heru,Nadia mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Tok,tok,tok..
__ADS_1
"Siapa...?
"Saya Pak,Nadia..
"Ada apa Nadia?
"Ada Pak Asep pranata Kusumah..
"Biarkan beliau masuk,kamu kembali lagi bekerja..
"Baik Pak.... silahkan Pak Asep ,..masuk, Pak Heru sudah menunggu anda,"ucap Nadia sambil mengangguk.
"Oh..baiklah, terimakasih mbak Nadia,yang mau menolong saya,"ucap Asep berbasa-basi.
"Sama-sama,Pak...itu sudah tugas saya...kalau begitu saya permisi,Pak!"ucap Nadia.
Setelah Nadia pergi,Asep pun membuka pintu ruangan tersebut,nampak lah seseorang yang sangat berwibawa sedang duduk di meja kerjanya .
"Selamat datang Pak Asep pranata Kusumah di ruangan saya,"ucap Pak Heru sambil berdiri ditempat duduknya menyambut Asep.
"Terimakasih Pak,telah menyambut saya,"jawab Asep.
Asep pun hanya bisa tersenyum ,lalu dia duduk dihadapan Pak Heru.
Setelah Asep duduk Pak Heru pun duduk ditempat duduknya.
"Lama sudah saya tidak melihat anda,Pak....semenjak anda kecil dibawa oleh kakek anda,saya belum pernah melihat anda lagi, sekarang anda sudah dewasa,persis sekali seperti almarhum Ayahmu,ganteng dan pintar.,"ucap Pak Heru sambil menatap Asep.
"Terimakasih kasih Pak,sebaiknya kita langsung saja,tentang apa peninggalan dari kedua orangtuaku "ucap Asep to the points.
"Baiklah,kalau begitu,"ucap Pak Heru sambil mengeluarkan berkas-berkas.
"Orangtuamu mewariskan sejumlah perusahaan,dan hotel serta perkebunan,serta real estate,jadi banyak yang harus anda tanda tangani,"ucap Pak Heru dengan hormat.
"Baiklah saya akan tanda tangani,"ucap Asep dengan semangat.
Setelah semua dokumen di tanda tangani,Asep sudah resmi menjadi pewaris kekayaan orangtuanya.
__ADS_1
"Terimakasih kasih,Pak Heru atas kerjasama nya,saya harap Bapak menjadi pengacara saya untuk selamanya,"ucap Asep dengan puas.
"Terimakasih Pak Pranata,atas kepercayaan Bapak pada saya,"ucap Pak Heru ,,walaupun Asep umurnya dibawah beliau, 25 tahun,tetapi beliau memanggilnya Pak,karena rasa hormatnya.
Asep,sangat bahagia hari ini,karena mendapat warisan kekayaan yang berlimpah dari orangtuanya.
tiba-tiba dia melihat photo seorang wanita yang sangat cantik sekali,Asep langsung jatuh cinta ,walau baru melihatnya pertama kali,dengan berbagai rasa penasaran dia bertanya pada Pak Heru.
"Maap Pak Heru,itu photo siapa yang ada didinding ruangan Bapak,cantik sekali,"ucap Asep merasa takjub.
Pak Heru pun memandang Photo yang ditunjukkan oleh Asep.
Lalu beliau tersenyum ketika melihat photo itu sekilas.
,"Itu photo anak saya yang bontot,gadis yang mandiri ....setiap hari hanya kerja..kerja..dan kerja,banyak lelaki yang tertarik dengannya langsung mundur tanpa ada keberanian untuk memilikinya",ucap Pak Heru hambar.
Asep ,langsung tertarik,dia percaya bahwa anaknya Pak Heru ,akan bisa dia tundukkan.
,"Pak pranata,anak saya namanya Dyah Pitaloka,sekarang dia bekerja sebagai pejabat sementara direktur utama di perusahaan mu,"ucap Pak Heru lagi.
,"Benarkah?"ucap Asep dengan tidak percaya.
"Iya,benar Pak Pranata,nanti saya perkenalkan dengan Bapak,"ucap Pak Heru sungguh-sungguh.
"Baiklah ...kalau begitu,,Besok anda harus mengantar saya ke semua tempat,yang diwariskan oleh orang tua saya.
"Baiklah Pak pranata,sampai bertemu besok.
"Sebentar Pak,orang tua anda pun,meninggalkan sebuah villa mewah dipuncak,dan 2 buah mobil sport,"ucap Pak Heru lagi.
"Lalu siapa yang menjaga villa itu Sekarang?"tanya Asep.
"Ada seorang kepercayaan,dimasa lalu orangtuamu,dia telah bekerja pada orangtuamu sejak lama sekali,"ucap Pak Heru dengan bangganya.
"Baiklah kalau begitu Pak,bisakah anda antar saya hari ini,soalnya saya tidak punya tempat tinggal,"ucap Asep setengah memaksa.
"Baik,Pak pranata saya siap melayani anda,"ucap Pak Heru.
__ADS_1
bersambung.....