ASEP SI MANUSIA HARIMAU

ASEP SI MANUSIA HARIMAU
MENDIRIKAN KANTOR FIRMA HUKUM


__ADS_3

INDONESIA TUMPAH DARAHKU ,TANAH AIRKU ,DISINI AKU DILAHIRKAN DAN DI BESARKAN,AKU MENCINTAI NEGERIKU.


Sekarang negeri ini disibukkan dengan berbagai macam kemiskinan,pengangguran,perdebatan antar elit politik,antar agama saling menyerang.


Di saat seperti inilah seharusnya tampil seorang pemimpin yang hebat dan bisa di terima semua kalangan ,mendamaikan semua pertikaian,karena yang jadi korban adalah rakyat kecil ,bukan mereka kaum berduit.


Para anggota MPR/DPR,sibuk memperkaya diri,sedang rakyat dibawah hanya bisa pasrah dengan ketidak keberdayaan,hanya mengharap datang nya seorang pangeran kebenaran,atau pahlawan yang bisa menolong mereka dari harapan yang hampir pupus.


Hari ini Mr.Pranata,sedang berkunjung ke kantor pengacara ,Pak Heru.


Suasana kantor sangat sibuk, seperti nya hari ini,para pengacara banyak job.


Mr.Pranata Kusumah atau Asep,datang dengan mengendarai mobil sport mewahnya.


Mobil Ferrari buatan dari negeri Italia,mobil Supercar seharga milyaran lebih.


Setiap orang pasti terpesona dengan mobil mewah ini,karena jarang orang punya, kecuali kalangan pengusaha, selebriti terkenal,serta para pejabat yang hobi korupsi.

__ADS_1


Tentu saja Mr.Pranata Kusumah,sebagai pewaris kekayaan yang banyak dari orangtuanya,perusahaannya pun,dimana-mana.


Bisa dengan mudah memiliki mobil sports tersebut.


Asep disambut oleh Pak Heru,dan langsung,diajak masuk ke ruangan nya.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan Pak Heru.


"Bagaimana kabarmu., nak...kamu kok lama sekali di kampung,"ucap Pak Heru mengawali pembicaraan mereka.


"Abah Badar memang hebat,Beliau mendidik mu menjadi sekarang ini,dengan tujuan supaya kamu bisa berhasil dalam hidup ini,"balas Pak Heru,mengamini perkataan Asep.


"Nak...Papah ,lihat kamu sudah berhasil menaklukan Dyah, kamu hebat Nak,"puji Pak Heru pada Asep.


"Iya..Pa...akhirnya saya bisa memenangkan hatinya Dyah,makasih Pa,..atas dukungannya,"ucap Asep bahagia sekali.


"Begini Pa,Cita-cita saya dari kecil adalah mencari siapa pembunuh ke dua orang tua saya,Saya ingin tahu kenapa mereka membunuh orang tua saya,apa salah orang tua saya sehingga mereka tega membunuh mereka...makanya saya masuk ke fakultas hukum,karena saya ingin menjadi pengacara yang akan menghukum mereka,"ucap Asep dengan raut muka sedih.

__ADS_1


"Oleh karena itu ..saya ingin mendirikan Firma hukum,saya ingin menjadi pengacara bagi orang-orang miskin,yang sedang dalam perkara hukum,saya ingin membela orang-orang miskin yang tertindas,"ucap Asep dengan tegas.


Pak Heru , memandang Asep dengan bangga dan terharu,ternyata dia tidak salah pilih,menantu kaya yang dermawan.


Saat ini,jarang seorang kaya raya,yang peduli pada orang miskin,Pak Heru menjadi malu sendiri,selama ini dia selalu,menerima job,hanya untuk orang-orang kaya yang sanggup membayarnya.


Negeri ini sangat membutuhkan orang-orang seperti Asep,kepedulian terhadap sesama adalah juga bagian dari pengamalan dari dasar negara ini,yaitu Pancasila.


Warga negara yang tahu akan cita-cita luhur para pendiri bangsa ini,yaitu Pancasila.


Rakyat yang berketuhanan yang esa,yang beragama,selalu adil dalam tingkah lakunya,sehingga terjaga persatuan di seluruh rakyat,tanpa ada perpecahan antar anak bangsa,ketika terjadi masalah selalu bermusyawarah,sehingga menimbulkan kemufakatan bersama dan akhirnya terciptalah keadilan sosial.


"Papah,sangat mendukungmu nak,kalau perlu Papah akan berikan Firma Papah,untukmu,"ucap Pak Heru terharu.


"Maap Pa,bukan saya menolak pemberian Papah,Firma Papah bergerak di Perdata sedangkan Firma yang akan saya dirikan di Pidana,jadi lebih baik kita berjalan masing-masing,"jawab Asep lagi.


"Ok lah,Papah ikut kamu ,Papah akan selalu mendukungmu,"ucap Pak Heru bijaksana.

__ADS_1


__ADS_2