ASEP SI MANUSIA HARIMAU

ASEP SI MANUSIA HARIMAU
MATINYA SI MANUSIA SRIGALA


__ADS_3

"Maukah Ibu,berjanji pada saya ,bahwa menantu Ibu,yang tidak berguna itu,menceraikan Dyah,agar saya bisa menikahi Dyah,"tanya Pranata pada Bu Tantri.


"Itu pasti Nak Pranata,"jawab Bu Tantri dengan penuh keyakinan.


"Mah...kenapa harus Dyah..."protes Daniar pada Ibunya.


"Kamu,sudah punya tunangan sayang,lagian tunangan mu itu,anak orang kaya,jadi kamu enggak bakalan miskin kalau kamu menikah dengannya,sedangkan Dyah, dia punya suami yang tidak punya apa-apa,"jawab Bu Tantri dengan sombongnya.


Pak Heru,hanya bisa menggelengkan kepalanya,saking tidak menyangka nya,atas kelakuan istri nya,ibarat sudah di kasih danau tapi dia menginginkan lautan.


"Mah....kenapa mamah, ngotot sampai ingin memutuskan perkawinan anak sendiri,demi harta Mamah rela,menghancurkan cinta mereka,"ucap Pak Heru agak kesal atas ulah istrinya.


"Sudah...Papah diam saja,ini urusan Mamah,"jawab Bu Tantri dengan suara yang ketus.


"Bagaimana ...Dyah,bukan kah kamu tidak suka akan perkawinan ini,dan kamu bilang tidak mencintaimu suami mu?"tanya Bu Tantri pada Dyah.


Dyah,hanya diam sesaat,memang betul dia tidak mencintai suaminya,tapi dia merasa tidak mungkin untuk bercerai dengan suaminya,Dyah ingin memberikan kesempatan pada Asep,untuk bisa meraih cintanya.


Akhirnya Dyah mengambil sebuah keputusan,lalu dia berkata pada Ibunya,"


Maafkan Dyah,,Mah....Pak Pranata adalah laki-laki yang hebat,kaya raya,tampan..Dyah rasa,gampang sekali bagi Pak Pranata,untuk mendapatkan seorang istri yang lebih segalanya,dari Dyah, sedangkan ...suami Dyah,dengan segala keterbatasannya,tidak akan mungkin bisa seperti Pak Pranata,Maap Dyah menolak dengan segala hormat.


Bu Tantri,ketika mendengar keputusan Dyah,dia sangat marah sekali,akan tetapi Daniar sangat bahagia sekali, kesempatan untuk mendapatkan cinta Bos besarnya terbuka lebar.


Daniar percaya.. dengan kecantikannya,dia bisa memiliki Pranata.

__ADS_1


Pak Heru,merasa bangga dengan keputusan Dyah,dia percaya sekali dengan sifat baik anak bungsunya.


Dika abstain,hanya sebagai penonton saja,tidak mau menjadi provokator dalam masalah ini,cuma ada rasa kecewa pada Dyah,Dyah lebih memilih si badut Asep,yang kere daripada si jutawan.


Baiklah Dyah,saya akan memberi Anda waktu untuk berpikir,selama 3 bulan ini,saya rasa kamu akan memilih saya daripada suami mu yang tidak berguna itu,"ucap Pranata sambil tersenyum penuh misteri.


"Baiklah ..karena waktu sudah larut malam,saya permisi untuk kembali ke kediaman saya,besok saya ada rencana ke Sumatra,ada perkebunan kelapa sawit di sana ,yang harus saya tinjau,,"ucap Pranata,sambil beranjak dari tempat duduknya,lalu dia menyalami semua orang anggota keluarga Pak Heru.


Daniar pun,mencoba dengan mencari kesempatan untuk menarik perhatian Pranata,dengan menawarkan dirinya,untuk mengantarkan Pranata.


Pranata tidak menolak,dengan sengaja tersenyum mesra pada Daniar,sehingga membuat Daniar ,besar kepala.


Sepeninggal Pranata,Bu Tantri masih tetap membujuk Dyah, untuk menceraikan Asep,tetapi Dyah,tetap tidak tergoda,sampai akhirnya Dyah pergi ke kamarnya untuk menghindar dari Ibunya.


Bukan Dyah,tidak suka pada Pranata,tapi itu hal yang mustahil,kalau dia harus berpisah dengan suaminya ,demi orang yang tidak dikenal,walaupun dia,bos besarnya.


Saat itu Dyah baru teringat,suaminya dari sore kok, belum pulang juga,kemana dia?..Dyah pun bertanya-tanya dalam hati.


Lalu diambil hp nya, untuk menelpon Asep.


Tidak lama kemudian,telpon nya tersambung,


"A...kamu dimana,kenapa kamu belum pulang, cepat pulang ,sudah larut,"ucap Dyah menyuruh Asep pulang.


"Aku,masih dirumah teman,motorku mogok,maukah kamu menjemputmu?..

__ADS_1


eh.. enggak biasanya kamu peduli kepadaku,kamu pasti kangen ya,"ucap Asep sambil menggoda Dyah dari balik telpon.


"Huh,..jangan GeEr ya,siapa yang peduli dengan kamu,aku hanya mengkhawatirkan kamu saja,kamu kan tidak ada siapa-siapa di kota ini,"jawab Dyah yang mencoba berdalih.


"Iya,deh...tolong jemput aku ya,nanti aku pijitin kamu gratis,_mau kan!!!lagi-lagi Asep menggoda Dyah.


"ya ,sudah kirim alamatnya,nanti aku jemput,"ucap Dyah agak kesal dengan godaan Asep.


Asep pun,mengirim alamat temannya,melalui aplikasi WhatsApp.


Setelah Dyah,mengetahui alamat Asep,Dyah pun langsung mengeluarkan mobilnya untuk menjemput Asep.


Ditempat lain,saat itu para manusia serigala,sedang menuju tempat Asep,Dimana Saat yang bersamaan ,Asep sudah ada dalam perjalanan menuju rumah Pak Heru,setelah sebelumnya dijemput oleh Dyah.


"Sep...kamu itu,besok-besok jangan pergi jauh-jauh,kalau motor kamu mogok seperti ini lagi,kan aku yang repot untuk menjemputmu."ucap Dyah dengan muka ditekuk.


"Iya..Bu direktur yang cantik bagai bidadari yang turun ke Bumi,saya tidak akan mengulanginya lagi ,"jawab Asep yang memandang Dyah dengan rasa cinta,Asep percaya sebentar lagi,dia pasti akan menaklukkan Dyah.


Dyah hanya diam, perhatian dia hanya ke pada jalan yang sepi,karena kebetulan teman Asep,berada dipinggiran kota.


Tiba-tiba saja,dari depan mobil Dyah,banyak manusia-manusia yang berjubah hitam,Dyah kaget, spontan dua mengerem mobilnya ,dengan mendadak,mobil pun telah berhenti,disaat tak satupun mobil yang lewat, Dilihatnya muka orang-orang itu,sangat menakutkan,muka mereka bukan muka manusia,tapi seperti wajah anjing,Dyah sangat ketakutan sekali,sampai dia lupa untuk memegang lengan Asep, sekuatnya.


"A...siapa mereka,aku takut sekali,"ucap Dyah ketakutan


Asep pun, memandang orang-orang itu dengan marah,sialan mereka mengganggu ku,aku lagi asik berdua ,mereka malah mengganggu,dasa tidak tahu diri,"batin nya

__ADS_1


__ADS_2