ASEP SI MANUSIA HARIMAU

ASEP SI MANUSIA HARIMAU
PERTARUNGAN DENGAN SI MANUSIA GAJAH.


__ADS_3

"Hai...Bu Direktur,selamat berjumpa kembali,anda semakin cantik saja,saya bisa benar-benar jatuh cinta pada Anda,"ucap Asep,sambil memandang wajah Dyah dengan kagum.


Ada semburat malu di wajah Dyah,tapi dia juga merasa bahagia atas pujian Asep padanya,rasanya dia ingin memeluk Asep,tapi rasa gengsi yang tinggi,dengan cepat menghalanginya.


"Apa-apaan kamu..ngomong seenaknya,malu..tahu,didengar sama orang lain...,"ucap Dyah tersipu malu sambil menghampiri Asep.


"Iya...iya...maafkan saya,yang telah lancang menggoda Ibu,"jawab Asep dengan cengengesan.


"Sudah... ayo kita pulang,"ucap Dyah sambil menarik tangan Asep dengan keras.


Asep kaget,biasanya Dyah tidak mau bersentuhan apalagi sampai memegang tangan sambil menarik dirinya,sungguh anugrah bagi Asep,karena bisa merasakan betapa halusnya,kulit wanita secantik Dyah.


Sepanjang perjalanan pulang,Asep hanya bisa mencuri-curi pandang pada wajah Dyah yang cantik,betapa sempurnanya Dyah,Dimata Asep.


"Hei,jangan curi-curi pandang,fokus ke jalan,nanti kamu nabrak,"hardik Dyah.


"Iya...Bu,"ucap Asep sambil tetap melirik Dyah.


"Ibu..ibu..memang aku ini ibumu ya!!,aku ini istrimu bukan ibumu,panggil aku Dyah kalau kita sedang berdua,"ucap Dyah lebih berani sekarang.

__ADS_1


Asep pun,merasa senang sekali.


"Dyah....kalau kita sedang berdua....lalu..kalau dirumah atau di kantor ,bagaimana?"tanya Asep.


"Kalau di kantor tetap,kamu panggil aku dengan sopan,soalnya aku belum siap,tapi kalau dirumah enggak apa-apa,kamu panggil aku Dyah,"jawab Dyah,malu-malu.


"Baiklah Dyah,apapun yang membuat kamu bahagia ,akan aku lakukan,"ucap Asep dengan penuh rasa cinta.


"Sudah ..sudah..enggak perlu baper deh,"ucap Dyah dengan wajah yang datar.


Tiba-tiba ada mobil yang menyalip mobilnya Asep bersama Dyah,serta berhenti di depan mobil , replek Asep, mengerem mobilnya dengan mendadak,


Dari dalam mobil yang berhenti di depan mobil Asep,keluarlah 5 orang laki-laki yang bertubuh besar,dan ada yang paling besar ,pastinya itu adalah pemimpinnya.


Mereka menghampiri mobil Asep,dengan muka yang bengis.


"Hai,kamu keluar ,berikan istri kamu yang cantik,untuk kami biar menemani kami bersenang-senang,haha,"ucap salah satu dari mereka.


Asep sangat marah sekali,mendengar mereka mau melecehkan istrinya,kenapa orang yang tidak dia kenal sama sekali,mau melecehkan istrinya.

__ADS_1


"Sep..ayo kita pergi dari sini,Dyah takut,"ucap Dyah sambil memegang tangan Asep,


"Tenang,aku akan menghadapinya,"ucap Asep percaya diri.


"Kamu bisa melawannya,...enggak mungkin dulu saja kamu hampir mati, dilempar si manusia serigala,"ucap Dyah dengan rasa yang ketakutan.


"Dyah.. sebenarnya ini rahasiaku,nantinya apapun yang terjadi,aku pasrah kamu mau menerimaku atau meninggalkanku,"ucap Asep.


"Apa maksudmu?"tanya Dyah dengan keheranan.


"Aku akan keluar,menghadapi mereka,"ucap Asep yang langsung keluar menghadapi mereka dengan meninggalkan pertanyaan di benak Dyah.


"Siapa kalian,berani-beraninya ingin melecehkan istriku,"ucap Asep dengan marah.


"Hahaha,akhirnya keluar juga kamu,aku kira kamu pengecut,yang berlindung di ketiak wanita,hahaha,"ucap orang yang bertubuh paling besar.


Orang itu adalah Darto ,namanya,dia ikut sang pemimpin semenjak kecil,semenjak kecil dia terkena penyakit kaki gajah,yang menyebabkan kedua kakinya besar,dia diusir dari kampungnya,setelah kedua orangtuanya meninggal,


Sampai akhirnya ditemukan sang pemimpin, dilatih menggunakan penyakitnya menjadi senjata yang mematikan.

__ADS_1


__ADS_2