
Besoknya ,Asep sudah berada lagi dirumah,Pak Heru, seperti biasa dia bekerja seperti TK kebun,yang merawat halaman rumah Pak Heru,juga suka membantu Asisten rumah tangganya Pak Heru.
,yah karena status di rumah itu ,Asep hanyalah menantu yang pengangguran.
Tiba-tiba Bu Tantri,memanggil Asep menyuruhnya pergi ke pasar untuk berbelanja.
Asep pun menurut,dia pergi ke pasar dengan hati yang riang gembira.
Hari ini rencananya dia mau pergi ke perusahaan nya,dia kangen sekali sama istrinya,walaupun selama ini dia belum mendapatkan hati istrinya,tapi dia percaya bahwa Dyah adalah perempuan yang baik hatinya.
Setelah kembali dari pasar,Asep meminta izin pada Ibu mertua nya ,untuk pergi,dengan alasan disuruh Pak Heru,untuk menemuinya di kantor.
"Mih...saya mau minta izin,tadi Bapak , menyuruh saya ,untuk menemuinya di kantor,"ucap Asep pada ibu mertuanya.
"Mau ,ngapain kamu ke sana,masih banyak pekerjaan di rumah,yang belum kamu selesaikan,dasar pemalas,"ucap Bu Tantri dengan pandangan menghina.
"Dasar mantu tidak berguna,sering banget kamu pergi,entah kemana,kenapa tidak pergi sekalian dan selamanya,"lanjut Bu Tantri dengan sinis nya.
__ADS_1
Asep yang sudah terbiasa mendengar hinaan dan cacian dari mertuanya,hanya tersenyum saja dan tidak banyak melawan.
"Kalau sudah beres,nanti juga saya cepat kembali,saya janji Mih,..saya ..akan cepat menyelesaikan pekerjaan saya,....tapi Mih..bukankah di rumah ini,banyak Art nya,"jawab Asep,agak kesal.
"Ya..sudah sana cepat pergi..
"Baik ,Mih...saya pergi,"jawab Asep sambil pergi meninggalkan kediaman mertuanya.
"****,gua harus sabar,menghadapi mertua gua,tapi rasanya eneg juga kali tiap hari gua dihina terus,"batin Asep merasa kesal juga dengan segala perlakuan mertuanya,kalau tidak demi melihat kesungguhan pribadi Dyah,rasanya sudah malas datang lagi ke rumah mertuanya.
."Siang juga,Ada apa Pran...,menelpon Papah,Adakah yang bisa saya bantu,"ucap Pak Heru dengan hormat .
"Saya mau ,membeli apartemen yang dekat dan mobil baru,rasanya kalau harus mengambil mobil ke puncak,sangat jauh kalau dari rumah Papah,jadi lebih baik cari apartemen yang terdekat,"ucap Asep.
"Kenapa harus membeli,bukankan anda punya apartemen yang mewah,bukankah Rasuna Kusumah park,adalah milik anda,Pran..,"ucap Pak Heru dengan heran.
"Saya tidak mau,saya takut rahasia saya terbongkar,musuh-musuh orangtua saya,belum saya dapatkan,jadi alangkah lebih baik,anda membelikan saya apartemen dengan nama orang lain,"ucap Asep dengan tegas.
__ADS_1
"Baiklah,Pran..Papah akan secepatnya mengusahakan,nanti anda tinggal datang saja ke sana,Papah akan langsung menelpon pengelola apartemen,dan mobil akan diantarkan langsung sekarang,"ucap Pak Heru.
"Terimakasih,Pah,"ucap Asep lagi.
"Anda bergurau ..Pran... bukan kah itu semua uangmu?hehe..
"Tapi semua ini,kalau tidak Papah yang menjaganya dengan baik,mana mungkin Pranata bisa mengambilnya,"jawab Pranata dengan rasa terima kasihnya.
"Ya...sudah.. anda tunggu saja di apartemen,"ucap Pak Heru.
"Baik..saya sudah berada di apartemen,dan mau masuk,"ucap Asep lagi.
"ok,"jawab Pak Heru diseberang telpon
Asep pun menutup percakapannya di telpon dengan Pak Heru.
Selanjutnya dia masuk ke lobby Apartemen tersebut.
__ADS_1