
Sudah seminggu Asep,pergi dari rumah Pak Heru Wicaksono,Bu Tantri sangat bahagia sekali,karena tidak melihat orang yang di bencinya..tapi tidak dengan apa yang Dyah rasakan,rasanya seperti merasa kehilangan,Asep yang selalu menyambutnya dengan senyuman yang sabar,walaupun perlakuan dia pada Asep, sangat buruk,akan tetapi Asep, selalu memperlakukan dia ,dengan baik.
Di kantor pun,Dyah seperti orang yang kehilangan gairah,hatinya selalu tertuju pada Asep,ingin dia menelpon Asep,tapi gengsi,dimana harga dirinya kalau sampai dia yang duluan menelpon.
Lama dia pandangi hp nya,tapi ternyata rasa rindunya tidak bisa dia tahan,
Dyah pun dengan cepat mengambil hp nya, ketika Dyah akan mencoba untuk menghubungi Asep,mendadak dia mengurungkan niatnya,hp tersebut ,Dyah letakkan kembali di meja kerjanya.
"Ah,kenapa Aku selalu memikirkan suami tidak berguna itu,biarkan saja dia pergi selamanya,"ucap Dyah dalam hatinya.
Tiba-tiba handphone Dyah, berdering,tanda ada seseorang yang memanggilnya,dengan cepat Dyah mengangkat telpon lalu menjawab panggilan telpon tersebut.
"Hallo,ada yang bisa saya bantu,"sapa Dyah pada penelpon.
"Hallo,sayang..ini...aku suamimu,kamu pasti kangen ya,hehehe,"ucap Asep dari balik telpon,berusaha menggoda Dyah.
__ADS_1
"Oh kamu,kemana saja,sekalian saja tak usah pulang lagi,"ucap Dyah sambil tersenyum dalam hatinya.
"Duh,kejam banget sih,suami tidak berharga mu,kan punya rasa kangen juga,Lo,"balas Asep,pura-pura kecewa.
"Kamu,ya...dikasih hati minta jantung,ya sudah cepat pulang,Si Papah,nanyain kamu terus,...kok Asep belum pulang ya,"ucap Dyah ,sambil memeragakan kata-kata Ayahnya.
"Masa sih,...hmm...bukannya kamu yang rindu sama aku,iya kan,hehe,"jawab Asep.
"Sorry ya,aku rindu sama kamu,enggak guna kali,"Dyah menjawab dengan bibir tersenyum.
"Ngarep banget sih ,kamu,Papah tuh yang rindu sama kamu,Aku sih ,no why,"jawab Dyah,pura-pura jutek.
"Kamu ini ya,ngeselin banget sih,berhari-hari pergi,enggak ngasih kabar,Papah kan jadi kuatir,takut kamu kenapa-kenapa,"ucap Dyah,masih memakai topeng ayahnya,maksudnya sebenarnya dia yang kangen tapi ,berdalih ayahnya yang kangen.
"Iya,Bu Direktur,saya akan pulang,nanti sore,bilangin ke Papah ya,"ucap Asep agak serius.
__ADS_1
"Baiklah ,kalau begitu ...aku jemput ya !!sepulang kantor,"ucap Dyah dengan begitu bahagia,dia seakan lupa pada kepura-puraan nya.
"Tuh..kan,pasti kamu enggak sabar ingin ketemu aku,"ledek Asep lagi.
"Ah, sial aku keceplosan,"batin Dyah,dia jadi malu sendiri.
"Ya..sudah jemput aku,di terminal kp.rambutan ya,mau kan Bu direktur yang cantik?,"ucap Asep yang tidak henti-hentinya,menggoda Dyah.
Dyah,yang tersipu malu,wajahnya mendadak bersemu kemerahan,wajahnya yang cantik semakin mempesona, sungguh beruntung Asep bisa mendapatkan cinta Dyah,wanita yang mendekati kesempurnaan.
Sore menjelang malam,Dyah memacu mobilnya menuju ke Terminal kampung Rambutan, untuk menjemput Asep,suami yang tidak berguna, serta tidak tahu diri,tapi paling beruntung karena bisa , mendapatkan cintanya Dyah,sang idola dunia,hehe.
Tak lama kemudian ,sampailah Dyah,ke Terminal,setelah lama mencari akhirnya Asep pun di temukan,sedang menunggu Dyah .
Setelah lama,berpisah yah sekitar seminggu,kelihatannya Aura Asep makin berwibawa,makin macho,badannya kelihatan sangat sispack,ketika dia berdiri,Dyah menjadi pangling,Apakah benar itu suaminya yang tidak berguna?
__ADS_1
.