
Suasana di markas Rahwana,sangat muram, Rahwana saat itu sedang dalam keadaan murka, sudah 2 orang anak buah terbaiknya, mati di bunuh si Manusia harimau.
manusia serigala dan manusia gajah,semuanya mati di bantai si manusia harimau,hal tersebut merupakan kegagalan dan kerugian baginya.
"Sial...sial,kenapa sih kalian tidak becus,cuma disuruh membunuh anak ingusan saja,kalian sampai mampus, sungguh lemah,sial.sial,"ucap Rahwana pada semua anak buahnya.
Semuanya terdiam takut kena marah dari Rahwana.
Matanya dengan liar memandang anak buahnya satu persatu, lalu Rahwana menatap tajam salah satu anak buahnya.
"kalian Bara Biri,aku perintahkan untuk membunuh Si Manusia harimau,aku tidak mau tahu,pokoknya kalian harus berhasil membunuhnya,aku tidak terima dengan kegagalan,kalau kalian gagal lebih baik kalian bunuh diri saja,"perintah Rahwana pada ke dua Anak buahnya.
"Baik Tuanku,kami pasti bisa membunuh si manusia harimau,"ucap keduanya sambil berdiri.
"Sudah pergilah,"jawab Rahwana sambil mengibaskan tangannya, untuk mengusir anak buahnya.
"Kami permisi Tuanku,"ucap mereka sambil berlalu dari hadapan Rahwana.
__ADS_1
Mereka pergi secepat kilat,seketika Rahwana menjadi bangga pada anak buahnya,kali ini dia percaya bahwa anak buahnya akan mampu membunuh Si manusia harimau.
"Semuanya bubar,nanti kita adakan pesta setelah si kembar membunuh si manusia harimau,"ucapnya dengan serius.
"Hore..hore.. selamat panjang umur ketua.ketua yang baik dan terkuat,"ucap mereka menyanjung Rahwana.
"Hahaha"tawa Rahwana menggema di seluruh ruangan.
Sementara itu Asep,sudah merasakan aura bahaya,yang akan menimpanya,tapi dia tidak takut untuk menghadapi mereka.
"Hmm..siapa lagi yang dia kirim,aku pasti bisa membinasakannya,"ucap Asep sambil tersenyum sinis.
Disebuah sudut yang gelap,sepasang mata sedang memperhatikan kediaman Asep,sepasang mata dari dari si kembar,anak buah Rahwana.
Sepertinya mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Asep.
Asep pun sudah merasakan kehadiran mereka,Asep akan berusaha keluar dari rumah, supaya bisa menghadapi mereka dengan tenang.
__ADS_1
"Dek...mas mau keluar dulu,ada musuh di luar yang mau menyerang mas,kamu diam saja di kamar jangan keluar dari sini ya,"ucap Asep pada Dyah dengan tenangnya.
Dyah yang sedang mengerjakan pekerjaannya,yang dia bawa dari kantor,langsung terkejut ketika Asep, menyuruh diam di kamar.
"Siapa mereka mas,apakah mereka komplotan yang menyerang ku kemarin?"tanya Dyah dengan ketakutan.
"Iya.kamu tenang saja , Mas pasti bisa mengalahkan mereka,"jawab Asep dengan tenangnya.
"Mas...kamu harus pulang dengan selamat,hati-hati ya Mas,kamu harus menang,"ucap Dyah yang merasa khawatir pada Asep yang akan menghadapi musuhnya.
Asep hanya tersenyum sambil mengecup bibir Dyah,sedetik berlalu dan Dyah seperti enggan untuk melepaskan ciuman Asep.
Secepat kilat Asep keluar dan berlari menjauh dari rumahnya.
Bara Biri,yang dari tadi mengawasi Asep dari luar,ketika melihat Asep keluar dari rumahnya,mereka langsung mengejar Asep.
"Heh,mau kemana kamu harimau sialan,"ucap Bara sambil mendesis,
__ADS_1
"Ayo..kita kejar kak,jangan sampai harimau itu lepas,"ucap Biri begitu nafsunya untuk membunuh.
Asep berlari sampai ke tempat yang luas dan sepi, lalu Asep berhenti untuk menunggu si kembar suruhan Rahwana.