
Pak Heru berkata dengan serius"Dulu Ayahnya Asep dengan Papah ,adalah kawan baik,kami bersahabat semenjak dari SD,sampai SMA,kami sama-sama berasal dari kampung,cuma mungkin nasib kami yang berbeda,Papah meneruskan kuliah di Jakarta,sedangkan Ayah nya Asep,merantau ke luar negeri..
Kami pernah berjanji jikalau nanti kami sudah berkeluarga dan mempunyai anak,kami harus menikahkan anak-anak kami,supaya persahabatan kami tetap langgeng....Sekarang Asep,sudah hadir disini,Papah akan menepati janji Papah padanya.......Papah hanya punya 2 orang gadis,Daniar sudah bertunangan,sedangkan yang belum hanya Dyah,...jadi yang akan menjadi istri Asep adalah Dyah.
Dyah,yang sedang menonton TV,langsung kaget.
"Apa..!!ini enggak mungkin,masa Dyah harus menikah dengan orang yang belum Dyah kenal,Papah jangan main-main,"ucap Dyah yang merasa kecewa.
Bu Tantri pun merasa kecewa dan tidak rela,dengan keputusan Pak Heru suaminya.
"Papah ini, gimana sih..seenaknya saja menikahkan anak gadisnya dengan orang yang baru dikenal,"ucap Bu Tantri yang memprotes keputusan Pak Heru.
Dika hanya diam saja melihat Ayahnya.
Sebenarnya dia tidak begitu peduli,soal perjodohan adiknya.
__ADS_1
Sedangkan Daniar merasa tidak mengerti dengan keputusan Ayahnya.
Pak Heru berkata lagi,"keputusan Papah sudah final,kamu Dyah sebagai anak berbakti harus menuruti keputusan Papah,kamu tidak boleh menolak.
"Tapi Pah,kenapa harus memaksa,"ucap Dyah yang sungguh merasa kecewa.
"Maap,Pak Heru..menurut saya,Bapak tidak usah menepati janji pada Ayah saya, kalau sekiranya Dyah,tidak menjadi istri saya,Saya akan pulang kampung lagi,"ucap Asep pura-pura menolak.
Bu Tantri melihat Asep,dengan jijik dan benci,kenapa Suaminya sampai mau menikahkan anaknya dengan seorang pengangguran,anak kampung lagi,huh tidak bermartabat sekali,anaknya yang seorang direktur utama sebuah perusahaan terkemuka,menikah dengan seorang pemuda pengangguran,sungguh memalukan.,.... apa kata teman-teman sosialitanya,sungguh Bu Tantri merasa jiwanya sangat teraniaya.
Asep dan Dyah,ibarat langit dan bumi jauh sekali kalau harus bersanding.
Akhirnya semuanya dengan terpaksa harus menerima keputusan dari Pak Heru,dengan berat,mereka semua.membenci Asep,walaupun didalam hati.
Singkat cerita Asep dan Dyah menikah di kantor KUA,dihadiri hanya oleh keluarga Pak Heru saja,orang lain hanya tahu bahwa Dyah sang primadona sudah menikah,dan suaminya hanyalah seorang pengangguran,semua orang sangat menyayangkan dan iri,kenapa harus menikah dengan laki-laki yang tidak selevel,iri melihat keberuntungan Asep.
__ADS_1
Malam pengantin pun tiba,Asep sudah siap-siap akan bertempur dengan istrinya.
Tapi di lihatnya Dyah sedang menangis,Asep jadi tidak tega melihatnya.
"Dyah....Aku minta maap,kalau kamu merasa terpaksa menerima perjodohan ini,aku janji aku tidak akan memaksamu,tapi izinkanlah beri aku waktu, untuk bisa meraih hatimu,"ucap Asep pelan.
Dyah tetap menangis tapi tidak seperti tadi,tangisannya mereda,lalu dia duduk dipinggir ranjang.
"Aku memang kecewa dengan keputusan Papah,tapi aku tidak mau disebut anak yang tidak berbakti,Aku akan memberimu waktu,apakah kamu bisa membikin aku jatuh cinta atau membuat aku membencimu,kurasa kita jalani dulu pernikahan ini,akan tetapi aku punya syarat jangan jamah tubuhku,sebelum aku jatuh cinta padamu,"ucap Dyah dengan tegas.
"Baiklah Dyah aku setuju dengan syarat mu,tapi aku harus tidur dimana?"tanya Asep pura-pura bodoh
"kamu tidur saja di sofa atau dilantai,jangan tidur di ranjang bersamaku,"ucap Dyah sambil melemparkan selimut dan bantal pada Asep.
"Duh..nasib,"batin Asep .Diapun memunguti bantal dan selimut,lalu diapun merebahkan tubuhnya di sofa lalu tertidur.
__ADS_1
Sedangkan Dyah, tidak dapat tidur,Dyah masih memikirkan nasibnya yang terhina ini,tapi apa mau di kata semua keputusan Ayahnya tidak bisa ia tolak,
"Kamu tidak akan menyesal kalau kamu menikah dengan Asep,kamu pasti akan bahagia,"itulah ucapan Ayahnya yang selalu membuat jiwanya sakit hati,bahagia bagaimana menikah dengan seorang pengangguran?..