Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta

Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta
Bab.13 Sudah Waktunya Dia Istirahat


__ADS_3

"Sayang, ayo kita pulang! Aqila pasti menunggu kita," Dirga memandangi wajah cantik Anindita.


"Iya, kita sudah terlalu lama terbang di atas awan. Aku sudah merasa sedikit dingin!" Anindita memeluk Dirga semakin erat.


"Maaf, aku membuat Sayang kedinginan!" Anindita senang, Dirga masih lembut seperti sebelumnya.


"Di mana arah rumah kita?" Dirga bertanya.


"Di kompleks Villa dekat Patung seribu. Disana terlihat jelas dari sini!" Anindita menunjukkan arah timur dari pusat kota.


***


Setelah beberapa saat mereka sampai di depan Villa. Dirga langsung membawa Anindita turun di depan pintu Villa.


Dirga melihat Anindita terus memegang jam tangan itu," Apakah sayang ingin aku memasangkan nya?"


"Iya, sudah lama aku tidak memakai jam tangan dan aku ingin memakai jam tangan ini selama nya!"


"Jam tangan ini sudah aku isi dengan beberapa energi spiritual, jadi dia tidak akan rusak," Dirga berkata sambil memasangkan jam tangan tersebut.



"Bagaimana? Apakah terlihat cantik?"


"Iya sangat cantik, seperti dulu!"


Ketika Dirga dan Anindita masih asyik saling merayu, tiba-tiba ada suara riang dari arah pintu.


"Ayah, mau sampai kapan kalian mau saling merayu diluar rumah! kami sudah mengantuk menunggu kalian," Aqila berkata sambil berpura-pura marah.


"Kenapa Aqila belum tidur? ini sudah hampir jam 1 pagi!" Dirga menggendong Aqila ke dalam rumah.


"Kak Nana, ini beneran kamu? kenapa kak Nana jadi sangat kurus seperti si cungkring!" Wulan berlari dari ruang tengah dan langsung bergelantungan di bahu Dirga.


Wulan memiliki tinggi sekitar 173cm-175cm, cukup tinggi untuk ukuran perempuan Asia. Namun dia masih bisa bergantung di bahu Dirga. Tinggi Dirga sebelumnya adalah 177cm namun sekarang sekitar 190-195cm.


"Si Cungkring? Maksud mu Aji, bagaimana keadaan nya sekarang?" Dirga mengingat-ingat adik laki-laki nya itu, kalau tidak salah 10 tahun yang lalu dia bekerja di Perusahaan China Foxconn & Gogoro di kota Batam.

__ADS_1


"Apakah proyek Elevator ruang angkasa berhasil mereka selesai kan?" Projects itu sangat revolusioner pada waktu itu, karena menjadi Mega proyek terbesar dalam 1 abad, yaitu membangun Elevator yang mampu mengangkut manusia dan barang dalam jumlah besar ke ruang angkasa tanpa pesawat roket.


"Aji sekarang menjadi peneliti senior di Workshop Alliance dan menjalin hubungan dengan Putri satu-satunya CEO Foxconn, seorang jenius kimia dan farmasi," jawab Wulan.


"Elevator ruang angkasa selesai tepat sebelum bencana, dan menjadi salah satu faktor pendukung komunikasi manusia di seluruh dunia. Waktu itu federasi langsung mengirim 400.000 satelit keseluruhan dunia melalui elevator ruang angkasa, Makanya kota Batam menjadi Kota Pangkalan manusia yang paling penting." Wulan terus menjelaskan.


"Bagus lah kalau kalian hidup baik-baik saja selama ini," Dirga duduk santai diruang tengah.


"Sudah larut, waktu nya tidur! Wulan kamu menginap di sini saja malam ini," Anindita membawa Aqila ke kamar sambil menyuruh Wulan tidur di kamar tamu.


Beberapa saat kemudian Anindita kembali sambil membawa dua cangkir teh hangat dan duduk di samping Dirga


"Sayang, Ada yang ingin aku tanyakan. Tetapi aku tidak enak bertanya kepada Wulan," Dirga berkata sambil merangkul pinggang tipis dan berisi Anindita.


" Aku tahu, kamu pasti ingin bertanya tentang kedua orang tua kita kan!" raut wajah Anindita agak sedih.


"Kedua orang tua ku tidak ada yang selamat ketika terjadi gempa, waktu itu keadaan Jawa tengah sangat kacau. Tanah terbelah dimana-mana, gunung meletus dan terjadi Tsunami.


Sedangkan untuk kedua orang tua mu, Bapak dan ibu masih selamat dari gempa. Tetapi ketika kami akan di evakuasi ke kota benteng yang baru di bangun waktu itu, terjadi gelombang pertama monster mengamuk.


Karena kecerobohan ku, Bapak dan ibu mengorbankan diri untuk menyelamatkan Aqila. Maafkan aku, Sayang!" Anindita menyenderkan kepalanya ke bahu Dirga dengan wajah sedih.


Seorang ibu muda membawa anaknya yang berusia sekitar satu setengah tahun, harus berjuang melindungi ratusan ribu orang bermigrasi puluhan kilometer jauhnya.


Anindita mengambil tanggung jawab melindungi banyak orang karena dia terbangun dengan kemampuan supernatural yang sangat kuat, apalagi dia memiliki hati yang sangat baik maka dia tidak akan pernah melepaskan tanggung jawab ini.


Sebelum Bencana jarak Palembang ke Tanjung Pinang hanya sekitar kurang lebih 700 kilometer menyeberang lautan. Tetapi setelah Bencana ukuran bumi bertambah 100 kali lipat, jadi jarak yang mereka tempuh menjadi 70.000 kilometer.


Untungnya terjadi perubahan pada geografis bumi, seluruh kepulauan teluk Singapura bergeser ke selatan dan lautan di sekitar nya menjadi daratan kosong yang luas.



(ilustrasi geografis Indonesia tahun 2066)


Sehingga pengungsi dari Sumatera Selatan dan Jambi hanya menempuh jarak 30.000 kilometer menuju ke Tanjung Pinang, namun mereka harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 22 Minggu atau sekitar 6 bulan.


Bisa di bayangkan betapa Sulit keadaan saat itu.

__ADS_1


Setelah 10 menit kemudian, tidak ada suara dari Anindita. Hanya terdengar suara lemah dari nafasnya.


"Sepertinya dia sangat kelelahan, sudah waktunya dia istirahat" Dirga menggendong Anindita ke kamar dan meletakkan nya di sebelah kiri Aqila.


Dia sendiri berbaring di sebelah kanan.


Dirga mengingat kejadian tadi sore.


"Siapa pria tadi sore yang berani merayu istri ku, akan ku tanya Wulan besok pagi," Dia sangat marah dengan perkataan Henry Ford tadi sore di depan lobby hotel.


Dirga melihat semua kejadian itu dari energi spiritual nya walaupun dia berada ribuan kilometer jauhnya, Dia bisa merasakan niat buruk dari Henry Ford.


***


Keesokan paginya, jam 10 pagi.


Dirga terbangun oleh cahaya matahari dari pintu balkon villa. Terlihat pemandangan kota yang Mega dari kejauhan, Dunia begitu cepat berkembang, baik secara teknologi dan model bangunan.



Seingatnya dunia belum sefuturistik sekarang walaupun teknologi sudah sangat berkembang.


Ketika Dirga masih asik melamun, tiba-tiba Aqila masuk dan langsung melompat ke pangkuan Dirga," Ayah, sarapan sudah siap! Ayo kita sarapan bersama,"


Ketika Dirga dan Aqila turun ke ruang makan,Disana sudah ada Wulan yang duduk menghadap mini bar sedangkan Amanda dan Anindita sedang menyusun makanan di atas meja.


"Hore! Akhirnya aku bisa sarapan bersama Ayah dan Ibu!" Aqila meloncat kegirangan.


Semua orang di ruang makan ikut tersenyum bahagia.


Dirga mengelus Kepala Aqila," Mulai sekarang kita akan terus sarapan bersama setiap hari,"


"Janji, Ayah!" Aqila mengukur jari kelingking nya.


"Iya, Ayah janji! Ayo kita sarapan dulu," Dirga mengaitkan jari kelingking Aqila.


Pagi itu mereka sarapan dengan Bahagia.

__ADS_1


"Kak Nana, Cerita apa yang terjadi padamu selama ini? Apa benar ini bukan Ontologi (Tubuh Asli) mu seperti yang di cerita Aqila?" Wulan penasaran dengan keadaan kakaknya, Wulan dan Anindita pun sangat ingin tahu apa yang Dirga alami selama ini.


__ADS_2