
Setelah hujan semalaman, keadaan kamar utama sangat kacau. kasu, lantai dan seisi ruangan basah dan lengket dimana-mana.
Ketika Anindita bangun, dia merasa tubuhnya sangat segar dan jauh lebih kuat dari hari sebelumnya. Ketika Anindita mencoba mengeluarkan energi Force nya, terpancar cahaya emas kebiruan terang dari tubuhnya dan membuat seisi rumah bergetar.
Getaran rumah bangunkan Dirga yang tidur di sampingnya.
"Sayang, Kekuatan ku tiba-tiba melompat ke level Diamond!" Anindita memeluk Dirga sambil mengatakan terobosannya. Energi Force yang bercahaya emas kebiruan menunjukan bahwa kultivasi seseorang telah menerobos ke level Diamond.
"Tubuhku terasa sangat ringan dan kuat, aku merasa seperti aku bisa melayang di udara!" Anindita terus mengungkapkan kebahagiaan nya.
"Cobalah, kamu pasti bisa terbang! tapi sebelum itu lebih baik kamu mandi dulu, tubuh mu penuh lumpur hitam yang sangat bau!" Dirga berkata sambil menutup hidungnya, karena Anindita sangat kotor dan berbau busuk.
Lumpur hitam di tubuh Anindita adalah racun dan kotoran yang ada di dalam tubuh Anindita, lumpur itu keluar karena kekuatan Anindita yang tiba-tiba menerobos beberapa level dalam waktu singkat.
Dirga sudah menebak hal ini sebelumnya, jadi dia tidak khawatir dengan keadaan Anindita. Kultivasi ganda yang mereka kerjakan tadi malam sangat bermanfaat bagi Anindita, tidak hanya meningkatkan kekuatan nya tetapi juga memperkuat pondasinya.
Ketika Anindita sedang mandi, Dirga membersihkan seluruh kamar dengan energi spiritual nya. Dirga membersihkan dirinya di kamar mandi lain agar tidak menganggu Anindita.
Untung saja Amanda dan Aqila sudah berangkat ke sekolahnya dan Wulan sudah kembali ke rumah nya, sehingga getaran dari energi Force Anindita tidak membuat panik seisi rumah.
Beberapa saat kemudian Anindita keluar dari kamar dan melihat Dirga menunggu di ruang tengah. Dirga sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Sayang, ayo kita sarapan dulu! aku sudah menyiapkan tonic untuk tubuhmu agar bisa menstabilkan energi di dalam tubuh," Dirga menyiapkan sarapan dari bahan khusu yang dia simpan.
"Seperti nya aku mengalami kebangkitan untuk kedua kalinya!" Anindita berkata sambil tiba-tiba tubuhnya terbagi menjadi dua, dari dua menjadi empat dan seterusnya sampai ada 32 Anindita di ruang tengah.
"Kamu membangkitkan kemampuan Doppelganger, itu memang kemampuan fisik cabang dari elemen cahaya," Dirga memberitahukan tentang kemampuan itu kepada Anindita.
__ADS_1
"Kemampuan ini sangat langka di alam semesta, seseorang yang membangkitkan kemampuan ini memiliki kedekatan khusus terhadap hukum ruang dan waktu, dan berpotensi mencapai ranah Dewa," Dirga terus berkata sambil melihat satu persatu Doppelganger Anindita.
"Luar biasa, setiap Doppelganger tidak memiliki perbedaan sedikit pun dengan Ontologi nya! Sayang, apa kemampuan yang kamu bangkitkan pertama kali?" Dirga bertanya sambil kembali duduk di meja makan.
Anindita menghilangkan semua Doppelganger nya dan ikut duduk di meja makan, " Kebangkitan pertama, aku membangkitkan kemampuan telekinesis berbasis cahaya! Aku bisa menciptakan perisai cahaya, tubuh tembus pandang dan mengerakkan benda melalui cahaya."
"Itu memang kemampuan yang kuat untuk melindungi orang lain dan diri sendiri! Sebenarnya kemampuan kebangkitan seseorang itu, tidak secara acak tetapi karena beberapa faktor.
beberapa faktor utamanya ialah pertama kedekatan seseorang dengan elemen di sekitar nya, kedua keinginan terdalam orang tersebut dan ketiga segala tindakan yang biasa di lakukan orang tersebut dan terekam di dalam sel tubuhnya.
kita ambil contoh misalnya Seseorang yang memiliki kedekatan terhadap elemen logam dan dia sangat berkeinginan memperkuat tubuhnya, dia selalu melatih kekerasan tubuhnya, maka Ketika dia mengalami kebangkitan dia akan membangkitkan kemampuan tubuh berlian. Contoh lainnya, jika seseorang memiliki kedekatan elemen api dan terus melatih jurus atau sihir api maka ketika di dibangkitkan dia akan memiliki kemampuan kontrol elemen api ." Dirga terus menjelaskan tentang kemampuan kebangkitan.
"Normalnya setiap orang yang menerobos ke level Diamond dia akan membangkitkan kemampuan bawaannya sendiri, tanpa perlu bantuan energi eksternal!"
"Berarti kebangkitan anak-anak mengunakan kristal tanaman ketika test bakat tidak perlu dilakukan?" Anindita bertanya.
"Bukan hanya tidak perlu tetapi tidak boleh! itu akan merusak potensi mereka," mendengar itu Anindita memikirkan sesuatu.
"Sebenarnya bukan hanya aku tetapi ketua dan beberapa petinggi Workshop Alliance. kebetulan aku ingin bertemu ketua di markas Alliance siang ini! Sayang, kamu ikut saja! sekalian kita membicarakan pembentukan negara baru dengan ketua,"
"Sebelum itu, mumpung masih pagi. Ayo kita berduel, untuk melatih kontrol dari kekuatan baru mu yang meningkat!"
"Aku akan membatasi kekuatan ku agar tidak menyakiti mu!" Dirga mengajak Anindita berduel.
"Oke siapa takut!" saut Anindita.
Mereka langsung menuju ruang dojo dibawah tanah, Anindita menyiapkan ruang dojo agar bisa menahan energi pertarungan mereka.
__ADS_1
Anindita juga menyiapkan pakaian lindung lapis kulit. Setelah itu mereka langsung memakai Armor Nanobot mereka masing-masing.
Mereka siap berhadapan satu sama lain.
"Ayo kita Mulai!" Dirga memulai aba-aba.
Tanpa basa-basi Anindita langsung menggunakan kemampuan Doppelganger untuk menyerang Dirga dari segala arah.
Dirga membatasi kekuatannya setara dengan Pejuang level Diamond, untuk mengimbangi kemampuan Anindita.
Awalnya Dirga mampu menghindari setiap pukulan Doppelganger Anindita dan membalas setiap serangannya, namun lama kelamaan Dirga semakin kesulitan walaupun dia sudah mengeluarkan semua kemampuan dasarnya.
Kemampuan Doppelganger Anindita tidak bisa diremehkan, setiap Doppelganger memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama dengan tubuh asli. Anindita bisa menjadi tidak terkalahkan di level yang sama, apalagi dia mampu mengeluarkan 32 Doppelganger dalam waktu yang bersamaan.
Dirga sama saja harus melawan 33 orang dalam waktu bersamaan, ini sama saja dengan pengeroyokan. Walaupun sedikit kewalahan, Dirga masih mampu melakukan perlawan. Pengalaman selama jutaan tahun bukan hanya ancungan jempol belaka, apalagi Dirga banyak menguasai teknik dasar.
Dengan setiap pukulan dan tangkisan dari Dirga, Anindita seperti mendapatkan pencerahan tentang setiap pukulan dan lingkungan sekitar. Ternyata Doppelganger nya tidak hanya membantu dalam pertempuran tetapi juga membantu memahami jurus dan kemampuan yang di keluarkan, Anindita sama saja memiliki 32 otak tambahan yang membantu berpikir.
Melihat keadaan pencerahan Anindita, Dirga tersenyum, "Akhirnya kamu akan menerobos teknik gerakan tubuh Sempurna!" Dirga berkata dalam hatinya.
Setelah pencerahan, gerakan Anindita jadi jauh lebih baik dan efisien. Ada kehalusan dari setiap gerakan yang membuat serangan jadi lebih kuat. Dirga juga tidak tinggal diam, dia terus meningkat kekuatan serangan nya.
Gerakan pertempuran mereka sangat cepat, mata orang biasa tidak mampu mengimbangi gerekan mereka. Hanya bayangan hitam mereka yang bisa dilihat orang biasa.
Pertarungan berlangsung selama 15 menit sampai Anindita terkena serangan Dirga karena kelelahan. Stamina nya terkuras habis termasuk energi Force yang di gunakan untuk mengeluarkan kemampuan Doppelganger.
Tidak ada tanda-tanda kelelahan dari Dirga, berkeringat pun tidak dan nafasnya berhembus normal seperti tidak melakukan olahraga apapun.
__ADS_1
Dirga mengeluarkan beberapa kristal tanaman, dan memberikan nya kepada Anindita, "Gunakan itu untuk mengisi kembali energi dan stamina mu, Sayang !"