Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta

Ayahku, Manusia Terkuat Di Alam Semesta
Bab.40 Bangsa Forerunner, Ur-Deda'


__ADS_3

10 Tahun yang lalu, Dermaga Elevator ruang angkasa, Kota Batam.


Sekar sebagai salah satu kepada teknisi di dermaga elevator ruang angkasa, sedang mengecek statistik mesin peluncuran roket di dalam elevator.


Tiba-tiba seluruh lampu peringatan di dermaga menyala, sistem kecerdasan dermaga mendeteksi ada gangguan elektromagnetik di dalam dermaga, para pekerja diminta untuk evakuasi keluar dermaga.


Melihat lampu peringatan, Sekar dan staff lainnya mulai mengevakuasi diri mereka masing-masing, namun Sekar harus keruangan nya sendiri untuk mengambil tas dan beberapa berkas penting. Ketika Sekar berada di ruangannya, tiba-tiba terjadi gempa yang membuat Sekar ketakutan dan tidak berani keluar ruangan.


Setelah gempa mulai berhenti, muncul percikan listrik di dalam ruangan Sekar. Percikan itu mulai membesar menjadi bola cahaya seukuran pintu yang memiliki kekuatan tarik yang sangat kuat dan mulai menarik semua benda di dalam ruangan, masuk kedalam bola cahaya itu.


Sekar yang sedang bersembunyi di bawah meja pun ikut ditarik kedalam bola cahaya. Sekar sangat ketakutan dengan tarikan itu, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, sampai akhirnya dia menutup mata dan pasrah melayang ke dalam bola cahaya.


Setelah beberapa waktu yang tidak diketahui, tiba-tiba perasaan tarikan itu menghilang dan Sekar mencoba membuka mata. Dia melihat lingkungan sekitar yang berbeda dari ruangannya sebelum nya.


Dia berada di tengah-tengah taman yang di kelilingi gedung-gedung aneh yang belum pernah Sekar lihat sebelumnya, dia melihat ada beberapa mahluk tanpa hidung berjalan di sekitar taman.


Beberapa mahluk itu memiliki ekspresi aneh melihat Sekar. Beberapa saat kemudian, muncul mahluk yang memakai Armor berjalan mendekati Sekar dan memasangkan bandana di kepala Sekar.


Sekar tidak berani bergerak sedikit pun. Karena dia sadar, dia pasti di teleport ke planet lain oleh cahaya aneh tadi. Sebagai seorang ilmuwan dia lebih mudah beradaptasi dengan hal ini dari pada orang biasa.


Setelah memakai bandana aneh itu, Sekar tiba-tiba mendengar suara dari pikiran nya. "Siapa kamu? Dan apa tujuan mu datang ke Planet kami?" suara itu berasal dari mahluk ber-armor di depannya.


"Aku Sekar Ras Manusia! Aku tidak tahu apa-apa, tiba-tiba saja aku dibawah ke sini oleh cahaya aneh" ucap Sekar dengan sedikit khawatir.


"Kami juga Ras Manusia, mau kah kamu mengikuti kami, untuk di interogasi," Melihat Sekar bisa di ajak berkomunikasi dengan tenang, pria ber-armor itu mengajak Sekar dengan sopan.

__ADS_1


Ini saat pertama kali sekar terjebak oleh retakan. Dia tersesat di planet dengan peradaban tingkat tinggi, sehingga lebih mudah berkomunikasi. Setelah beberapa hari disini, Sekar akhirnya tahu, dia berada di salah satu planet koloni peradaban tingkat keempat kekaisaran Forerunner.


Kekaisaran Forerunner adalah salah satu cabang Ras Manusia yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Bentuk mereka sangat mirip manusia di Bumi, hanya saja mereka tidak memiliki batang hidung dan tinggi mereka sekitar 2,5 meter yang sedikit lebih tinggi dari manusia bumi.



Karena kecerdasan Sekar yang tinggi, Sekar di izinkan untuk masuk ke akademi mereka. Selama beberapa bulan di sana, Sekar terus mempelajari ilmu pengetahuan mereka.


Sampai akhirnya Sekar memutuskan untuk fokus mempelajari teknologi Mecha mereka dan ikut dalam penelitian-penelitian Mecha di akademi mereka.


Tanpa di sadari dua tahun telah berlalu, Sekar sering merindukan bumi, dia tidak tahu kapan dia bisa kembali ke bumi. Sampai suatu hari ketika Sekar baru kembali ke kamarnya dan ingin beristirahat, tiba-tiba kilatan cahaya itu muncul lagi di dekat Sekar.


Melihat ini Sekar sangat bersemangat, tidak seperti sebelumnya, saat ini Sekar langsung berinisiatif melompat ke dalam cahaya itu, dia ingin segera kembali ke bumi.


Setelah beberapa waktu yang tidak di ketahui, Sekar akhirnya muncul kembali ke dermaga elevator ruang angkasa, namun banyak keadaan telah berubah. Di kejauhan Sekar melihat tembok baja yang tinggi mengelilingi seluruh kota, banyak bangunan baru sedang di bangun. Pada saat itu manusia baru mengalami gelombang pertama monster mengamuk.


Setengah kota itu jatuh di Barat Daya kota Batam dan berjarak sekitar 20.000 kilometer dari kota Batam. Setengah kota itu berpenduduk hampir 1,5 juta jiwa, mayoritas penduduk di sana adalah anak-anak dan para akademisi, karena planet koloni tempat kota itu berada adalah planet tempat kekaisaran Forerunner mendidik keturunan mereka, dan setengah kota itu adalah wilayah pendidikan dasar di planet koloni mereka.


***


Masa kini, Pemukiman penduduk Forerunner


Sudah delapan tahun mereka berada di planet yang tidak di kenal ini, mereka tidak memiliki banyak teknologi canggih untuk menyelidiki lingkungan sekitar. Jadi mereka berpindah ribuan kilometer untuk mencari lembah yang aman untuk mereka jadikan pemukiman.


Walaupun mayoritas adalah anak-anak, tetapi ada beberapa guru dan penjaga keamanan yang ikut terbawa bersama mereka, sehingga mereka bisa membangun pemukiman yang nyaman di lembah itu.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba di pagi hari, mereka melihat Benteng besar berdiri beberapa puluh kilometer dari pemukiman mereka dan menghambat sumber air mereka. Mereka juga terkejut melihat benteng baja itu karena mereka pikir, mereka terdampar di planet primitif.


Selama delapan tahun ini mereka belum melihat satu pun peradaban mahluk cerdas, karena mereka hanya melihat hutan lebat dan monster ganas yang sering menyerang mereka.


Para tetua di pemukiman, menyuruh pasukan keamanan dan remaja-remaja pria yang kuat untuk menyerang Benteng itu dan mengambil alih kontrol benteng itu.


***


Ur-Deda' sebagai kepala keamanan memimpin pasukan menyerang Benteng Pangkalan Hunter. Setelah 8 tahun, ini pertama kalinya dia melihat teknologi peradaban lain, dia sangat bersemangat untuk masuk kedalam Benteng. Jika Sekar ada disini saat ini, dia pasti akan mengenali Ur-Deda', karena pria ini lah orang pertama yang menemuinya ketika pertama kali terdampar di planet koloni Forerunner.


Beberapa saat kemudian dia melihat sebuah pesawat penjelajah mendekati mereka dan seseorang melayang keluar dari dalam pesawat . Ur-Deda' memerintahkan untuk menghentikan serangan.


"Hallo Ras Manusia lainya, Selamat Datang di Bumi!" Gerhana menyapa dengan konyol, dia menggunakan energi spiritual untuk berbicara langsung kedalam pikiran Ur-Deda' dan anak buahnya.


"Hallo, namaku Ur-Deda', kami sudah 8 tahun berada disini. Kami tidak tahu kalau ada Ras Manusia lainya disini," Ur-Deda' membalas sapaan Gerhana.


"Perkenalkan namaku Gerhana, aku adalah Ras Manusia yang berasal dari planet Bumi ini! Jika kalian berkenan, aku mengundang kalian untuk tinggal di kota kami, alam liar sangat berbahaya untuk kalian jadikan tempat tinggal," Gerhana tanpa basa-basi langsung mengundang mereka menjadi penduduk nya.


Ur-Deda' terkejut dengan ke terus terangan dan keramahan Gerhana. "Sungguh manusia yang aneh," pikir Ur-Deda', Namun dia mendengar nama yang cukup familiar ditelinga nya. "Kalau tidak salah, dia menyebutkan nama planet bumi ... Bukankah Bumi adalah planet asal Sekar." Sebagai salah satu Ras Manusia tercerdas, Ur-Deda' memiliki ingatan yang kuat.


...*****************************...


nb: author terinspirasi dari game HALO series sebagai referensi untuk menulis bab ini.


...Author hanya ingin mengingatkan, jangan lupa like komen dan share ke teman-teman yang lain, jika menurut teman-teman reader novel ini bagus dan cukup seru untuk dibaca. Sebelumnya author mengucapkan terima kasih kepada para reader setia....

__ADS_1


Rekomendasi lagi novel seru karya teman author Aveeiii, novel roman CEO yang seru untuk dibaca teman-teman reader.



__ADS_2