
Kota Pangkalan Bilbao, Eropa.
Kota kedua Federasi Manusia yang terhubung langsung dengan lautan. Secara geografis kota Pangkalan Bilbao berada di lereng Pegunungan tinggi yang terhubung dengan muara sungai Estuary yang mengalir langsung ke Teluk Biscay.
Kota ini memiliki pertahan alami karena di kelilingi pegunungan di ketiga sisi dan salah satu sisi mengarah langsung ke Teluk Biscay. Kota Bilbao menjadi markas Guild Ji han sido entrenados por mucho tiempo sólo para este momento Atau di singkat Gremio Ji ( klan Ji) Spanyol.
Karena Dunia barat menggunakan konsep Sihir, maka mayoritas Guild di Eropa terdiri dari penggunaan Sihir dan Shaman, dan Gremio Ji adalah penggunaan Shaman terkuat di Eropa. Ketua Gremio Ji adalah Shaman king yang satu langkah lagi mencapai tingkat Gold.
Altar bawah tanah, Markas Gremio Ji.
Terlihat puluhan pria bertelanjang dada menggunakan mantel Sisik ular, memegang tombak tulang dan bertato tiga mata di dada mereka masing-masing sedang melakukan tarian aneh di sekitar altar.
Altar lingkaran dengan Diameter 10 meter, terdapat tungku api yang di atasnya diletakkan kuali besar. Di kedua sisi kuali terdapat meja yang di atasnya diletakkan berbagai tumbuhan laut, telur monster dan beberapa kristal tanaman.
Sesaat kemudian Shaman king dari Gremio Ji menaiki altar, di belakang nya tiga orang mengikuti. Satu Pria paruh baya dari Petinggi Federasi dan dua orang pria kekar berkostum Shaman membawa seekor gadis dari Ras Mermaid.
Pria paruh baya itu mendekati Shaman king, "Yang Mulia Shaman king Erasmus Bartolome, Federasi sudah membantu menangkap Seekor Mermaid! Setelah anda membuat ramuan peningkatan dan meningkatkan kekuatan mu, anda harus bergabung menjadi Pengawas Federasi."
"Tenang Alfredo, Setelah aku menerobos level Gold dan menguasai kekuatan dewa Leviathan, aku tidak akan mengecewakan mu dan Federasi! Kamu tunggu saja di belakang dan lihatlah kekuatan Shaman king," Bartolome sangat bahagia melihat Mermaid, akhir ramuan Leviathan bisa di buat.
Bartolome mulai memasukan tanaman laut kedalam panci dan mencampurkannya dengan telur monster laut yang dipercaya sebagai telur Leviathan. kemudian di menyuruh pengikut nya memotong kepala gadis dari Ras Mermaid dan menuangkan darah nya kedalam panci sedangkan dia sendiri menghaluskan kristal tanaman, baru kemudian memasukkan nya ke dalam panci.
Ramuan di dalam panci yang awalnya berwarna merah kehitaman perlahan berubah menjadi ungu keemasan.
"Akhirnya aku berhasil menciptakan ramuan peningkatan Kekuatan, dan akhirnya aku akan menjadi Shaman king yang sesungguhnya!" Bartolome tertawa bahagia.
Bartolome mengambil ramuan itu dengan cangkang telur sebelumnya dan langsung meminum ramuan tersebut.
Tiba-tiba energi kuat mengalir ke dalam tubuh Bartolome, terjadi perubahan pada tubuhnya. Muncul sisik ikan di sekitar tangan, pundak dan kaki. Di kepala nya tiba-tiba muncul tanduk di tengah jidat, kulit nya berubah menjadi biru kehitaman.
Energi Force nya meningkatkan ke level Gold tingkat menengah, tidak lama kemudian muncul samar-samar Bayangan monster gurita raksasa di atas kepala Bartolome. Terdengar Raungan monster dan deru gelombang laut.
__ADS_1
"Hahaha ... Akhirnya aku mencapai level Gold dan menjadi Shaman king yang sesungguhnya nya dengan kemampuan pengendali ombak lautan," suara tawa Bartolome menggelegar di ruangan bawah tanah.
Erasmus Bartolome awalnya bukan orang yang membangkitkan kemampuan, tetapi dia berasal dari keluarga Shaman kuno dan di memiliki bakat yang tinggi menyerap energi Force sehingga dia menjadi Shaman terkuat. Setelah meminum ramuan tersebut Bartolome membangkitkan kemampuan nya.
"Selamat Yang Mulia Bartolome, anda berhasil menjadi Shaman king!" Pria paruh baya itu tersenyum kepada Bartolome.
"Tidak usah terlalu sopan sahabat ku Alfredo, cukup panggil seperti biasa. semua ini berkat bantuan mu!"
"Bagaimana dengan ramuan itu, bolehkah kami meminta resepnya?" Alfredo meminta tanpa basa-basi.
"Bukan tidak mungkin memberikan resepnya, tetapi ramuan itu hanya cock untuk kami parah Shaman."
Alfredo tahu ada makna tersembunyi dari perkataan Bartolome, jadi dia tetap bernegosiasi dengan nya, "Kami menggunakan nya hanya untuk penelitian, lagi pula kami bisa membantu mu mengumpulkan beberapa Mermaid lagi," Alfredo menjulurkan tangan nya.
"Baiklah, sepakat," Bartolome menyambut tangan Alfredo.
Sesaat kemudian, Bartolome menyuruh anak buahnya bergiliran meminum ramuan tersebut. Satu persatu terjadi perubahan pada mereka, kekuatan mereka meninggalkan dengan drastis dan muncul insang di belakang telinga mereka.
Alfredo melihat ini, seluruh badannya merinding. Awalnya dia ingin mencoba meminum ramuan itu tetapi sekarang dia mengurungkan niatnya, karena orang yang meminum ramuan itu menjadi mutasi.
Di kedalaman teluk Biscay beberapa monster sedang mengamuk karena telur nya menghilang.
Para Shaman di sekitar Eropa merasa kan firasat buruk," Ada seseorang yang sedang membangunkan iblis ganas," Salah seorang Shaman berteriak, yang membangun kan beberapa shaman Murid nya.
***
Setelah menunggu hampir satu jam, Anindita dan Dirga akhirnya di panggil ke kantor ketua Alliance.
Di dalam kantor Sesosok wanita cantik sedang merapikan berkas penelitian nya, lalu kemudian duduk di kursi dengan santai. Ruangan kator ini sangat luas dan memiliki dinding kaca besar menghadap kota.
__ADS_1
Toktok .. Toktok ..
Terdengar ketukan di pintu.
"Silahkan masuk!"
Ketika pintu di buka Anindita masuk bersama Dirga. Sekar sedikit terkejut melihat Anindita membawa seorang laki-laki.
"Mbak Sekar, perkenalkan ini suamiku! Gerhana Dirga... Sayang, ini Ketua Workshop Alliance sekaligus Walikota kota Batam, Raden Ayu Sekar Arum. Suaminya juga Seorang Walikota, Kota Nusantara." Anindita saling memperkenalkan Dirga dan Sekar.
"Salam kenal tuan walikota, saya Gerhana Dirga suami Anindita Satya," Dirga memperkenalkan diri dengan sopan.
"Tidak perlu sopan, Anindita sudah aku anggap saudariku sendiri. jadi cukup panggil Sekar atau Mbak Sekar!"
"Terima kasih sudah menjaga Anindita selama ini."
"Anindita juga banyak membantu ku, tak perlu sungkan."
"Baiklah cukup basa-basi nya kalian berdua! Mbak Sekar ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan," melihat tingkah Dirga dan Sekar yang agak canggung, Anindita langsung mengatakan tujuan kedatangan nya.
"Ayo kita duduk dulu di sofa, apakah yang ingin kalian minum?"
"Kami sudah minum di bawah Mbak, cukup teh hangat saja."
Anindita mengalihkan pandangannya kepada Dirga yang bertingkah aneh, "Apa yang terjadi?" dia bertanya kepada Dirga.
"Tidak ada, baru kali ini aku mendengar gelar bangsawan di zaman modern seperti ini! Terasa agak canggung ketika kita membicarakan pembentukan negara kita sendiri," Dirga berbisik kepada Anindita.
"Tidak apa-apa, itu hanya sebuah gelar, tidak memiliki bobot sama sekali. Lagi pula Mbak Sekar orang yang baik dan bisa dipercaya," Anindita membalas bisikan suaminya.
Tidak lama kemudian Sekar kembali dengan membawa nampan berisi teko teh tanah liat, tercium bau harum teh melati khas Semarang.
__ADS_1
"Apa yang kalian berdua bisikan? Aku dengar Dirga baru kembali dari retakan, sepertinya kita memiliki banyak topik untuk dibicarakan!" Sekar mengalihkan Padang nya kepada Anindita dan Dirga.