
Alam liar 40 kilometer dari Benteng Pangkalan Hunter 01.
Sebuah Tim Hunter yang terdiri dari 12 anggota Pejuang, baru memasuki Zona E sebuah reruntuhan kota. Meraka memasuki reruntuhan kota secara perlahan karena ini saat pertama mereka berada jauh di alam liar.
Tim ini di bentuk oleh seorang pejuang level Silver menengah bernama Rangga bersama dengan 11 orang temannya, mereka adalah pejuang yang berasal dari Kota benteng Singapoer.
Rangga adalah salah satu dari 10 pejuang terkuat yang ada di Kota Benteng Singapoer dengan kekuatan level Silver menengah. Selama ini dia bekerja sebagai pasukan patroli di sekitar tembok kota benteng Singapoer, namun dia merasa bosan dengan pekerjaannya.
Ketika dia pertama kali mendengar berita tentang Sistem Hunters, dia merasa sangat bersemangat karena akhirnya dia bisa menjelajah ke dunia yang luas di alam liar. Sebelum Bencana, Rangga adalah seorang backpacker holic yang biasa wisata kemana saja tanpa membawa uang.
Dia pernah wisata ke Kathmandu selama beberapa bulan dan belajar Bertapa dan Yoga di sana, sehingga dia bisa menjadi pejuang yang cukup kuat karena ilmu Yoga yang dia pelajari di sana.
Pada saat pendaftaran Hunter dibuka, Rangga langsung mengajak teman-teman membentuk sebuah Tim Hunter dengan nama Tim War Blade Alucard, yang terdiri dari 3 orang pejuang Silver dan 9 orang pejuang Bronze.
3 orang pejuang Silver ialah:
1.Rangga sendiri pejuang level Silver menengah,
2.Dennis pejuang level Silver awal dan
3.Felix pejuang level Silver awal,
Serta 9 orang pejuang Bronze yang terdiri dari: 1.Norman pejuang level Bronze puncak,
2.Darren pejuang level Bronze puncak,
3.Christopher pejuang level Bronze menengah,
4.Arnold pejuang level Bronze menengah,
5.Hanzal pejuang level Bronze menengah,
6.Lee pejuang level Bronze menengah,
__ADS_1
7.Zhang pejuang level Bronze menengah,
8.Jarjit pejuang level Bronze awal, dan
9.Devin pejuang level Bronze awal.
Walaupun mereka bukan tim yang sangat kuat, tetapi tim mereka mendapatkan Rank Tim Prajurit IV yang cukup tinggi ketika dievaluasi.
Dengan Rank Tim yang cukup tinggi mereka merasa percaya diri untuk langsung berburu di Zona E, apalagi ditambah dengan pengalaman Rangga yang cukup tinggi di alam liar selama bekerja sebagai pasukan patroli.
Setelah mereka mempersiapkan selama 3 hari, hari ini adalah hari pertama tim mereka berburu di alam liar. Mereka masih merasa sedikit gugup, namun berkat latihan yang diberikan oleh Rangga selama 3 hari sebelumnya, mereka sudah siap bertarung melawan para monster.
Di Benteng Pangkalan Hunter mereka meminjam armor baja hitam dari pusat administrasi benteng. Hal ini adalah fasilitas gratis yang diberikan kepada setiap Tim Hunter yang baru berburu di alam liar..
***
Ketika mereka berada di jalan plaza bekas reruntuhan kota, mereka melihat seekor kucing monster yang berjarak 100 meter dari mereka.
Mereka pun mulai perlahan-lahan mendekati monster mutan kucing bayangan yang sebesar seekor sapi. Ini pertama kali mereka melihat kucing sebesar itu.
Monster kucing itu juga melihat kedatangan tim Rangga, yang mulai mendekati nya. Monster kucing itu menjadi berhati-hati dan mulai bersiap menghadapi serangan dari Tim War Blade Alucard yang dipimpin Rangga.
"Teman-teman, sepertinya kita berada dalam masalah," ucap Felix yang mengawasi bagian belakang Tim.
"Ada masalah apa, Felix? jangan menganggu konsentrasi kita bertarung melawan monster kucing!" ucap Norman yang sangat gugup di barisan depan.
"Kita sedang di kepung oleh 2 ekor monster babi raksasa," ucap Felix sambil menunjuk 2 ekor monster babi yang sebesar truk mendekati tim mereka.
__ADS_1
"Teman-teman jangan panik, kita bagi tim menjadi tiga, yang di pimpin oleh Felix, Dennis dan aku sendiri. Jangan khawatir, mereka hanya monster level E, selama kita tidak ceroboh, kita tidak akan terluka melawan mereka," Rangga langsung sigap membagi Tim untuk melawan masing-masing monster. Pengalaman patroli nya selama ini sangat bermanfaat untuk tim mereka.
Setelah membagi Tim, mereka langsung menyerang monster mereka masing-masing. Dengan kemampuan tempur Rangga bukan masalah menghadapi monster kucing bayangan. Dia hanya harus hati-hati mengawasi teman-teman agar tidak ceroboh.
Di sisi lain, Dennis juga langsung menyerang monster babi. Dennis bertugas memancing perhatian monster babi dengan kemampuan taunt nya dan menyuruh Christopher dan Lee menyerang dari samping.
Kulit monster babi sangat keras, sehingga mereka sulit memberikan luka parah kepada monster babi itu. beruntung monster babi itu tidak memiliki kecerdasan yang tinggi, sehingga mereka bisa terus mengulang-ulang strategi mereka. Sampai monster babi itu kehilangan banyak darah dan mulai melemah.
Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Dennis, dia langsung maju ke hadapan monster babi, lalu sedikit menundukkan badannya dan mulai menebas monster babi dari bawah dengan kekuatan penuh.
Terpancar energi Force berwarna hijau dari pedang Dennis yang mampu melukai monster babi dengan sangat dalam. Setelah itu mereka hanya perlu menghindari serangan balik dari monster babi, sampai dia kehabisan darah dan mati dengan sendirinya.
Di posisi lain tim Felix juga sudah hampir mengalahkan monster babi mereka. Hampir sama dengan tim Dennis, Felix juga langsung memotong rahang monster babi menjadi dua dan membuat luka besar di bagian bawah kepala monster babi.
10 menit kemudian mereka semua akhirnya mengalahkan monster mereka masing-masing. mereka semua duduk terengah-engah di tanah, ini adalah pengalaman pertempuran pertama mereka.
Mereka merasa sangat bahagia berhasil membunuh monster buruan pertama mereka, adalah rasa kepuasan yang tidak dapat dijelaskan.
"Gila, harga satu monster level E sekitar 50.000 koin Federasi, yang setara gaji ku selama setengah tahun bekerja sebagai pasukan pengawal orang kaya," terdengar teriakan bahagia jarjit.
"Hahaha ... ini adalah buruan pertama kita selama setengah hari, dan sudah menghasilkan 150.000 koin Federasi. Aku tidak tahu berapa yang bisa kita dapatkan setelah berburu selama seminggu," ucap Devin tak kalah bahagia dari jarjit.
"Teman-teman, walaupun kita berhasil membunuh ketiga monster ini, tetapi kita tidak boleh lengah berada di alam liar karena ada banyak monster disini yang bisa muncul dari mana saja," Rangga menasehati teman-temannya sebagai seorang pemimpin Tim.
"Jarjit dan Devin, tugas kalian mengambil hal-hal berharga dari tubuh ketiga monster ini!" ucap Dennis memberikan tugas kepada jarjit dan Devin.
Selama pertempuran mereka berdua memang tidak banyak membantu karena level mereka yang masih rendah.
...**************************...
__ADS_1
rekomendasi novel bagus lagi, karya teman author.